10. Destiny and Love.

1.7K 152 22
                                        

I don't have everything for you, but I would do anything just for you. — Asher Ladarius

"Maafkan Kakak, Yonna." ucap Kyven.

"Maaf? Untuk apa, Kak?", dahi Yonna berkerut samar. Kyven menghela napasnya,

"Maaf, aku menyakiti kamu." ujar Kyven. Yonna menggeleng.

"Apa maksudmu dengan mengatakan hal itu, Kak? Kenapa Kakak meminta maaf karna alasan menyakiti Yonna? Kau sama sekali tidak melakukan hal buruk padaku, Kak."

Kyven melangkah mendekati Yonna dan langsung memeluk tubuh gadis itu dengan erat. Yonna bisa merasakan kehangatan yang selalu ia rindukan itu. Andai saja semuanya lebih mudah, andai...

"Cintaku menyakitimu, Yonna." kata Kyven.

Suaranya terdengar pelan sekali. Yonna menggigit bibirnya, Yonna mencoba untuk menahan gejolak dalam hatinya. Yonna masih ingin mendengar apa yang ingin Kyven katakan padanya. Namun, Yonna juga meminta agar takdir bisa berbaik hati padanya.

"Aku menyayangimu Yonna. Sangat. Aku merasa hidupku lebih sempurna ketika kamu datang." ujar Kyven.

"Tapi, semakin besar perasaanku untukmu... Aku semakin takut kehilanganmu." lanjutnya.

Yonna diam saja. Yonna sekuat-kuatnya menahan diri untuk jangan menangis di depan Kyven.

"Aku ingin melindungimu dengan cara melepaskanmu. Sebab selama ini aku banyak gagal menjagamu."

"Kakak... Kenapa—",

"Yah. Yonna... Ingat lagi, setiap aku berada disisimu dan berusaha membuatmu jadi milikku, takdir seolah terus saja memisahkan kita." potong Kyven.

Yonna langsung mendorong tubuh Kyven dan menatap Kakaknya dengan pandangan yang marah. Kyven baru kali ini melihat Yonna yang seperti itu. Kyven sadar jika sekarang Yonna menjadi mulai membencinya. Tapi, itu yang seharusnya 'kan? Perasaan itu harus hilang dari hati Yonna. Sebab Kyven bukan orang yang tepat untuk bisa memiliki Yonna.

"Apa karna musibah-musibah itu? Jawab Yonna, Kak!" seru Yonna.

Kyven hanya bisa diam, mulutnya seolah mengunci rapat. Kyven sangat ingin mendekap Yonna-nya lagi ketika gadis itu mulai mengeluarkan air matanya.

"Yonna pikir Kakak akan selalu menjaga Yonna. Yonna pikir Kakak akan selamanya mencintai Yonna. Tapi, ternyata....", Yonna menyeka air matanya.

"Sekarang Kakak membuat Yonna sedih. Jika yang Kakak inginkan adalah Yonna melupakan perasaan Yonna untuk Kakak..." — tatapan mata Yonna mulai menyiratkan keputusasaan gadis itu. Kyven tidak kuat melihatnya. Kyven maju hendak mengusap air mata Yonna namun Yonna mundur beberapa langkah lebih dulu.

"BAIKLAH KAK! YONNA AKAN MELAKUKANNYA!"

***

Bersama Asher, Yonna keluar-masuk beberapa toko yang ada di mall tempat kini mereka berada. Asher sebenarnya sangat malas dengan hal seperti ini, karna ia sering dipaksa menemani Mama dan Kakak perempuannya belanja. Tapi, dengan Yonna—Asher mau kok kalau sampai besok pagi.

 Tapi, dengan Yonna—Asher mau kok kalau sampai besok pagi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sekarang aku bingung, Kak..." keluh Yonna setelah mendaratkan tubuhnya diatas sofa pada salah satu butik.

Asher terkekeh, ia lalu mengacak poni Yonna. Bibir Yonna mengerucut itu membuat Asher makin gemas.

"Sorry, Na. Gue pun gak bisa bantu lo mikir. Karna gue sama sekali gak  ngerti sama selera cewek." ujar Asher.

Yonna tertawa dan menggeleng, "its fine, Kak. Seharusnya aku merepotkan Rose sih hari ini. Tapi aku malah memintamu."

Asher tersenyum, "gue rela kok direpotin sama lo terus. Asal bisa selalu ada disisi lo, gue bakal jadi Iron man buat lo, Na."

"Dan Yonna bakal jadi putri dari Iron man?"

Asher menggeleng, "Masa anaknya. Gak dong!"

"Trus apa dong?" Tanya Yonna.

Asher lalu menatap Yonna, mereka saling bertatapan. "Jadi istri Iron man lah!" ujar Asher lalu menoel hidung Yonna. Keduanya lalu tertawa.

"Permisi, Nona dan Tuan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Permisi, Nona dan Tuan. Ada yang bisa saya bantu?", seorang pelayan datang menghampiri mereka.

Yonna mengangguk. "Uhm... Aku mau memberi hadiah untuk tunangan Kakakku... Bisa carikan handbag yang cantik untuk dijadikan hadiah?"


***

Asher dan Yonna baru tiba di mansion Thaw. Saat memasuki mansion, Yonna dan Asher disambut oleh Kyven yang tengah duduk di ruang keluarga. Yonna menyapa Asher seperti biasa dan berusaha untuk tidak canggung. Yonna meminta Asher menunggunya dengan duduk bersama Kyven.

Setelah Yonna berlalu, kini tinggalah Kyven dan Asher. Westie datang menyapa Asher dan membawakan minuman untuknya. Setelahnya, Westie meninggalkan ruangan itu.

"Bagaimana dengan Yonna?" — pertanyaan Kyven itu terdengar ambigu bagi Asher.

"Maksudmu apa, Kak?", Asher balik bertanya.

"Dia baik-baik saja?",

Asher hanya mengangguk, memangnya apa? Dia harus mengatakan Yonna masih sering terlihat murung?

Kyven lalu berdiri dan menatap Asher. Asher juga memandanginya. Dua pasang mata yang sama mencintai satu gadis dengan perasan yang tidak main-main itu saling beradu.

"Jaga Yonna. Jangan sampai menyakitinya." ujar Kyven lalu pergi.

***

Kyven ngeselin😫menurut kamu gimana?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kyven ngeselin😫menurut kamu gimana?

Terima kasih sudah baca, jangan lupa follow aku nixhaay biar terus dapat notif update ya... Or kalian juga bisa baca ceritaku yang lainnya.

Salam sayang,

NIXHAAY💜

CAN U COME THROUGH?✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang