PART 15

26 3 0
                                    

Kamu memang tinggal di bumi, namun aku mencarimu ke arah langit, menceritakan satu persatu cirimu kepada sang Pemilik Hati. Sebab, hanya Dia Yang Maha Tahu, siapa orang yang sedang aku cari. (@enesfarah)

***

I am yours.

Hari itu matahari bersinar hangat. Gadis yang duduk di depan cermin nampak begitu anggun dalam balutan hijabnya. Ia mengenakan gaun putih dengan pashmina berwarna senada yang menutup sampai dada. Mahkota kecil nan cantik bertengger di atas kepalanya lengkap dengan slayer bermanik mutiara yang menjuntai indah. Riasan natural di wajah membuat dirinya semakin terlihat anggun, simple nan elegant.

Yasha menautkan kedua tangannya yang terhias sarung tangan. Ia terlihat gelisah selama proses ijab qobul yang dilakukan Reyvan dengan papanya. Ia bersyukur karena papanya akhirnya bersedia menikahkannya walau harus terlebih dahulu berdebat hebat dengan Reza sehari sebelum pernikahan.

Suara Reyvan yang terdengar lantang sampai ke ruang riasnya membuat jantungnya memburu karena gugup.
Di ruang rias ia ditemani Rania yang sedari tadi menatap kagum pada dirinya. Rania jadi teringat ketika dulu dirinya menikah. Melihat Yasha yang terlihat gelisah, ia berdiri menghampiri Yasha, mengelus pundak adik iparnya itu, menyalurkan sebuah ketenangan.

"Kamu cantik," ucap Rania. Yasha tersenyum, ia membalas sentuhan tangan lembut Rania di pundaknya.

Yasha menahan napasnya ketika pintu ruangan dibuka. Reyvan berdiri di sana dengan wajah sumringah, hendak menjemputnya menuju gedung resepsi.
Mereka memang sengaja mengadakan akad dan resepsi di gedung yang sama, dan resepsi langsung diselenggarakan setelah akad.

Lelaki yang telah sah menjadi suaminya itu tersenyum dan mengulurkan tangan. Rania mengintruksikan Yasha untuk mendekat ke arah Reyvan.
Yasha menghela napas panjang sebelum bangkit dari duduknya, menetralisir rasa gugup, lantas membalas senyuman dan menerima uluran tangan suaminya.

Saat ini, tangan mereka bertautan menuju kursi pelaminan. Mereka berjalan beriringan di atas karpet hijau yang sekelilingnya bertabur kelopak mawar putih.

Kedua insan itu mengusung konsep pernikahan taman mawar putih dalam gedung. Dekorasi bernuansa hijau dan putih yang menghias gedung menampilkan kesan mewah. Nuansa taman semakin terasa dengan pelaminan yang dibuat serba hijau berpadu dengan rangkaian bunga mawar putih. Sementara sang pengantin yang juga berbalut busana putih begitu mencuri perhatian para tamu.

Yasha dan Reyvan sampai di depan pelaminan untuk melaksanakan sesi acara dan foto-foto selepas akad. Memamerkan buku nikah pada lensa kamera, dilanjutkan penyerahan mahar dari Reyvan berupa kalung dengan liontin aquamarine stone yang diletakkan pada kotak perhiasan berkaca transparan.

Yasha menerima mahar itu dan menyalami tangan Reyvan sebagai tanda bakti kepada suami. Tak ada ciuman di kening, tak ada pertukaran cincin. Yasha dan Reyvan memang tak menginginkan hal itu. Reyvan hanya melukis senyuman termanis di wajahnya yang dibalas senyuman malu-malu dari istrinya.

Yasha bersimpuh di pangkuan Ramdan ketika acara sungkeman dimulai. Ada rasa haru menyelusup pada dada Ramdan ketika mendengar ucapan terima kasih dari sang anak.

Ramdan menangkupkan kedua tangannya pada pipi Yasha, menyusuri setiap inchi paras sang anak. Wajah Yasha begitu mirip dengan ibu kandungnya, Amalia, wanita yang hingga kini masih menempati posisi paling istimewa di hati Ramdan. Hati Ramdan mencelos ketika menatap wajah Yasha, hingga anaknya itu menikah, ia tak sekalipun berperilaku baik terhadap Yasha. Ada perasaan bersalah merangkup di relung hatinya. Sebulir bening keluar dari sudut mata Ramdan. Ia memeluk anaknya, menciuminya berkali-kali.

"Maafkan papa nak," Ucapan lirih Ramdan membuat hati Yasha bergetar. Yasha tak percaya dengan apa yang didengarnya. Yasha berharap ini bukanlah mimpi. Papanya memeluknya hangat dan mengucapkan kata maaf padanya. Membesarkan hati, dalam hening Yasha berbisik, 'jika ini mimpi, tolong jangan bangunkan aku lagi'

Berpijak di Atas CahayaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang