Aku merasa hangat disepanjang malam dan saat pagi aku kaget ketika kuraba disampingku ada seseorang yang telanjang dada tengah memelukku. Dalam otakku itu pasti Yanken karena terakhir aku mengobrol dengannya semalam dan dia memang tengah telanjang dada.
"Ouch sial apa yang kulakukan!"Aku memukul mukul kepalaku prustasi.
Aku spontan menggeser tubuhku dan masih belum bisa meliat jelas siapa yang disampingku.
"Mau kemana?"Suara bariton yang kukenal.
Grepp
Aku langsung jatuh lagi dan kini Levin memelukku erat.
Cup
Eump
"Mulai nakal ya, ngobrol dengan pria lain semalaman."Levin kini terus menciumku dan tidak memberiku jeda untuk bernafas. Levin benar benar ingin membunuhku.
"Levin akh, aku susah nafas"Aku mengeluh dan ingin kabur. Aku memukul mukul dada Levin agar dia melepaskanku.
"Ah, lantas semalam kamu juga hampir mencekikku"Levin menyentil dahiku.
"Aw...."Aku meraba bekas sentilan Levin dan rasanya sakit. Melihatku kesakitan Levin kini mengecupnya.
Cup
"Ah Sean, kenapa kamu bangun sepagi ini. Semalam kamu terus menggigil.'Gerutu Levin yang masih mengantuk nyatanya semalam aku kedinginan dan Levin takut kejadian waktu dulu terulang kembali dan dia terjaga untukku.
"Levin kan, beneran Levin." Aku menerjapkan mataku mencoba meyakinkan diriku bahwa didepanku Levin dan bukan Yanken.
"Iya aku, kecewa karna bukan Yanken yang ada disampingmu. "Levin geram. Bukan kesal Lev, malahan lebih ke bersyukur karena tak akan terjadi perang dunia saat kamu sampai tahu aku tidur sama Yanken? Haduhhh, tidak bisa terbayangkan.
"Lev...."Dan kini aku menggoda Levin dengan menciumi lehernya bahkan dadanya yang terlihat sexi. Menggelitiknya disana.
Mulai bergerilya menciuminya, menjilatnya, bahkan tanganku mulai nakal disana. Anggap saja sogokan biar gak marah tapi?
Aku merasa cacing besar yang hangat mulai bangun, aku jadi lebih semangat untuk menggodanya agar menggembung.
Ini menyenangkan gaes, saat ngelihat Levin merem melek kayak gitu.
Eoh, aku ingin sekali menari diatasnya.
"Setelah ini aku tidak akan membiarkanmu berpergian sendiri."Levin mengancam. Dan dia menahan tanganku, dan memintaku untuk turun disana.
Kuylah kujabanin kutunjukkan keahlianku.
Eumph......
Ough.....
Aku maju mundurkan bibirku dan terasa cacing besar itu memenuhi mulutku hingga menyentuh kerongkongan leherku.
Ough.....
Tanganku yang satunya kini memainkan buah zakar disana dan aku mendengar Levin berdesis sembari meremas pelan kepalaku. Paha yang mulus itu, dengan bulu bulu yang tak terlihat tumbuh lebat justru makin membuatku lebih bergairah untuk merabanya.
"Sean akh"
Levin hendak mengangkat kepalaku karena dia mau mengeluarkan lava panasnya. Levin gak mau muatan itu tertelan tapi aku sudah mulai semangat mengulumnya dan tak mau berhenti begitu saja.
Ough
"A.......a......akh"
Lava panas itupun meleleh didalam mulutku dan kini aku mengeluarkannya dan Levin pun langsung menghapus bekasnya dengan menyambar bibirku.
KAMU SEDANG MEMBACA
tsundere (bxb) TamaT
FantasyLevin 38 Sean 18, mereka menikah karena jebakan orangtua Levin. Levin yang anyep sedangkan Sean yang naif. Semoga cinta mereka segera menyatu. ah, cek ep 1
