27. kamu bisa lev.

2.8K 184 10
                                        

"Ada apa?!"Levin menatap nyalang pada Phom yang kini menghampiriku. Spontan Levin menyuruhku berdiri dibelakangnya. Levin masih suka parnoan dengan orang-orang yang cenderung ingin menyakitiku. Baginya tak ada pernah kesempatan pertama atau kedua.

.......

Kebetulan hari ini kita berada ditaman kota untuk jalan jalan sore. Tubuhku berasa begah karena bobotku tiap hari kian bertambah dan memang aku tidak ada kegiatan sama sekali dirumah.

Kebetulan pekerjaan Levin pun sudah selesai lebih awal dan kini Levin benar benar jadi suami siaga.

"Aku hanya ingin berpamitan" Phom berusaha mendekat kearahku dan Levin kini dengan tangan besarnya mendorong Phom menjauh.

"Tak perlu, pergilah dan jangan pernah perlihatkan wajah itu!!" Levin muak melihat wajah Phom. Dia pernah sekali tertipu dan Levin enggan memaafkannya.

"Lev, jangan begitu." Aku mencoba bicara dengan pelan pada Levin. Phom ingin bicara dan aku perlu mendengarkannya.

"Kamu masih beruntung karena Sean terus memintaku untuk melepaskanmu. Jadi enyahlah sekarang!!" Teriak Levin dan berusaha menjauhkanku dari Phom. Levin takut Phom membawa pisau seperti yang dilakukan papahnya.

"Maaf untuk sebelumnya, aku hanya ingin memberikan ini." Phom mengeluarkan sebuah buku catatan dan ingin diberikannya padaku.

"Apa!!!, tidak perlu. "Levin mengambil buku itu dan langsung dibuangnya. Dan Phom kini bergegas mengambilnya.

"Lev, tenang sayang.' Aku mencoba meyakinkan Levin, menatap mata Levin dan berusaha membuat Levin sedikit bersabar lagi.

"Aku tidak bisa sayang, mereka terlalu.....arghhhhh."Levin prustasi karena harus menahan amarahnya untukku.

Aku pun menghampiri Phom yang mengambil buku itu.

"Kemarikan buku itu."Aku meminta bukunya toh tadinya mau dikasihkan padaku.

"Ini hadiah dari papah. Dia ingin kamu menyanyikan semua yang tertulis disini. Kata papah kamu punya bakat disana." Phom mengatakannya dengan serius. Memang Mark itu komposer, cuman tidak semua komposer itu sukses. Apalagi setelah dia membuat Levin malu diacara reunian kemarin. Levin itu pendendam.

"Serius." Aku menerimanya dengan senang hati. Apalagi sekarang aku seperti tahu bakatku memang disana atau mungkin rejekiku juga dari sana.

"Iya, karena papah tak mungkin berkarier lagi didunia musik dia memberikannya padamu sebagai permintaan maaf." Phom kini menatapku penuh permintaan pengampunan. Dia terlihat benar benar menyesal.

"Terimakasih Phom' Aku menepuk pundaknya dan berinisiatif memberikan pelukan perpisahan. Tapi aku langsung ditarik Levin menjauh.

"Sudah selesai, pergilah!!" Usir Levin tiada ampun.

"Aku menunggu album baru darimu "Senyuman Phom merengkah dan kini dia berlari untuk meninggalkanku dan Levin setelah menyampaikan pesan dari papahnya.

Saat kubuka buku catatan itu sungguh indah. Disana terlihat lirik serta tangga nadanya yang sudah tersusun rapi.

"Lev, sepertinya ini menarik."Aku menempel didada bidang Levin sembari melihat lihat begitu banyak karya dari Mark.

"Jangan bercanda." Levin itu anti dengan dunia musik.

"Aku ingin melakukannya." Aku merengek meminta Levin untuk membantuku disana.

"Sean, apa kamu tak ingat sekarang perutmu sudah membesar." Levin mengingatkanku dannm kini mengecup keningku.

"Aku tak perlu konser sekarang eoh. Kamu optimis banget bahwasanya lagunya bakal laku setelah aku yang nyanyiin" Aku membalas mengecup pipi Levin. Levin tahu betapa buruknya dunia intertaiment.

tsundere (bxb) TamaTCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang