"Ganti bajumu!!"Levin melempar baju ganti kearahku. Udah seminggu aku dirawat dan akhirnya aku dibolehin pulang.
"Gak bisa lebih sopan apa!!"Teriakku kesal dan kini aku mulai membuka satu persatu kancing bajuku untuk ganti saat itu juga.
Eh, sama sama cowok ganti baju satu ruangan sah sah aja kan?
"Yak.....apa yang kamu lakukan?" Levin kesal. Dia lupa kali ya kalau kita sekarang pasangan pake acara teriak lebay kayak gitu.
"Ganti lah, kalau gak mau lihat keluar sono!"Usirku. Padahal kemarin mamah juga bilang kalau Levin melakukan pertolongan pertama padaku dengan mendekatkan tubuhnya yang telanjang ketubuhku.
Bayangin lagi boleh lah? Sayang, waktu itu aku ngak sadar.
Sabar Sean, cowok kaku dan dingin itu bentar lagi juga luluh. Tinggal tunggu tanggal mainnya doank.
"Aish......."Levin memilih fokus pada ponselnya. Toh aku cuman mau ganti, dibawah sana juga masih pake sempak. Sekalipun merknya gak semahal porselen tapi ini merk supermie.
Tapi yang ada Levin kini curi curi pandang saat aku membuka bajuku dan mengganti celanaku. Dia tengah menelan ludah kasar, entah apa yang dia pikirkan.
Aku emang gak segede Dome atau se keker Pavel bahkan Levin. Walaupun aku terlihat biasa tapi aku juga punya roti sobek disana.
"Udah fantasinya?"Bisikku lirih tepat ditelinga Levin. Sontak pipi itu terlihat merah karena ketahuan ngintipin aku.
"Eh, bergegaslah....."Ajak Levin dengan kasar untuk meninggalkan kamar rawatku. Levin itu punya penyakit gengsi gak ketulungan jadi yang dilakukan sekarang adalah sok galak, sok paling berkuasa agar terlihat keren. Tapi bagiku Levin mah luar biasa lucu, dia itu baik tapi suka aneh. Coba aja kalau dia gak peduli denganku. Pasti aku sudah the end dan cerita berakhir di satu episode kemarin.
.....
Aku berjalan dibelakang Levin. Dengan langkah pendekku aku sulit mengimbangi langkah panjang Levin. Levin emang keterlaluan, dikira ikutan olimpiade apa? Aku baru sembuh pemirsa.
"Cepatlah, siput aja gak selamban kamu!"Levin masih saja menggerutu. Pake disamain sama siput, hello..... Sejarahnya siput bisa ngalahin kancil ya mas Levin yang ganteng lewat kegigihan dari si siput.
"Siput bisa kalahin kancil."Aku masih menimpali. Yaps, kali aja Levin pikun akan cerita si kancil yang sombong dan siput yang gigih. Jadi aku mau mengingatkan.
"Eh, terus yang kamu lakukan?" Levin pake acara berhenti tiba tiba. Dan aku gak sengaja menabrak dada bidang itu. Gak syahdu pokoknya, ini sakit......
"Aku jalan lah emang lagi guling guling!"Tunjukku hendak guling guling aja dilantai. Sekalian ngelawak kali aja Levin ketawa. Bikin suami happy itu surga juga.
"Baka!" Levin
"Bakayarou" Aku melengkapinya.
"Nah itu tahu?"Levin lantas melengos pergi.
.....
Nyatanya Levin sudah memesan taxi. Di Jepang sulit buat ijin pakai mobil pribadi untuk pendatang baru. Buat orang kaya seperti Levin itu juga tetap sulit, budaya memakai kendaraan umum dan berjalan di tempat umum di Jepang sungguh dipatuhi. Jadi mending pakai kendaraan umum. Toh disini fasilitas mumpuni.
.....
Menyusuri kota Hokkaido yang masih berselimut salju, walaupun titik titik es pun sedikit mulai mencair dan jalanan bebar benar basah. Tapi hati Levin masih saja beku.
"Lho kok?"Aku bingung, nyatanya kita gak kembali keapartement pelajarku kemarin tapi kita berhenti dirumah dengan arsitektur Jepang yang kental.
"Kita tinggal disini sampai setahun kedepan. Didalam hangat jadi awas aja kalo sakit!"Ancam Levin dan dia masuk kedalam kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
tsundere (bxb) TamaT
FantasyLevin 38 Sean 18, mereka menikah karena jebakan orangtua Levin. Levin yang anyep sedangkan Sean yang naif. Semoga cinta mereka segera menyatu. ah, cek ep 1
