"Pagi......"Aku menggeser tubuhku dan kini menempel pada dada telanjang Levin. Rambutnya yang panjang dan acak acakan kini tengah mengganggu wajahku untuk menempel mesra.
"Aish, kenapa harus menjambak rambutku. Sakit...."Levin menggerutu. Bukannya niat menjambak tapi maunya aku usir cantik tapi nyatanya nyangkut.
"Aku gak sengaja"Ucapku pelan dan aku menurunkan wajahku untuk kembali kebantal tidurku.
"Oh ya ampun Sean. Bukan begitu hmmm."Dikiranya aku lagi baper dan kini lengan Levin masuk dibawah kepalaku dan kini aku pun mencari tempat yang nyaman disana.
"Apa kamu akan kembali bekerja?"Tanyaku pada Levin. Toko kue itu kini benar benar tutup dan kitapun sudah pindah dari rumah yang kemarin.
"Tentu, setidaknya aku akan kembali mengambil proyek proyek yang tertunda"Levin menatapku dan mencium keningku.
"Berarti kamu mulai sibuk seperti dulu?"Keluhku sembari mengulir ngulir rambut Levin. Sabar aja, sebentar lagi Levin pasti gak ada waktu lagi buatku. Gak perlu mengenang saat Levin memutuskan pergi ke Jepang untuk mengikutiku. Total dia memang hampir tiga tahun menganggur.
"Sibuk sich iya, memang kenapa hmmm?'Tanya Levin padaku. Diapun kini mencium pipiku dan sedikit memainkan jemarinya didadaku.
Kita masih full naked sedari semalam abis dugem.
"....."Aku diam, dan aku pun tak bisa berkomentar banyak. Kemarin aku sendiri yang meminta membuka cafe dan aku yang membuat cafenya tutup otamatis Levin tak akan berkerja dirumah jadi akupun tak boleh mengeluh minta ini itu lagi padanya.
"Ayolah Sean, kalau ada masalah ngomong. Aku gak mau harus mencari tahu atau bahkan kecolongan kayak kemarin."Levin mengerutkan dahinya dan menatapku tajam.
"Saat kamu sibuk kamu pasti melupakanmu."Suaraku melemah dan aku memalingkan mukaku.
#Sebut saya, MAWAR dengan identitas isteri gagal sepanjang masa.#
"Aish..."Levin berdecak malas dan kini memelukku dari belakang.
"Aku akan pulang Levin awal dan ambil libur tiap akhir pekan. Jadi tidak perlu khawatir."Levin membuatku lebih tenang mengecup punggung telanjangku dan disana terasa hembusan nafas hangat membuatku meremang apalagi dilakukan disaat pagi seperti ini.
Grrrr
Ups, ada yang mulai bangun.
Aku mendengar kekehan Levin , sepertinya dia tahu apa yang kurasakan sekarang. Isteri yang suka mupengan.
"Lev, ah......"Tangan besarnya menyentuh titik sensitifku dan menjarah lemah diarea selangkangan.
"Senam pagi sayang."Bisik Levin sembari menggigit telingaku.
"Lev.......ashhhhh."Aku mulai mendesah saat diapun turun dan beraksi tanpa aba aba mengulum adik kecilku. Aku tak kuat menahan desiran suhu panas membakar tubuhku dan kini sasaranku adalah seprei yang tak berdosa itu. Meremasnya kuat tak menghirau bila dia bakal teriak gak terima.
Tapi,
Sepertinya asam lambungku naik.
Aku berontak dan kini melompat dari kasurku dan mengabaikan Levin untuk pergi kekamar mandi.
"Huek...."Muntah pagi seperti ini sungguh menyiksa. Apalagi saat pelepasan klimaks yang kutunggu harus gagal total.
"Sean..."Levin mendekat dan menempuk pelan punggungku.
"Sepertinya asam lambungku kumat"Aku berdiri dan berjalan pelan menuju kasurku. Sebelumnya memasang kolor serta kaosku dan langsung kurebahkan tubuhku.
"Apa kamu minum kopi semalam?"Tanya Levin sembari membawakan obat untukku.
"Tidak...."
"Makanan asam?"Tanya Levin lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
tsundere (bxb) TamaT
FantasyLevin 38 Sean 18, mereka menikah karena jebakan orangtua Levin. Levin yang anyep sedangkan Sean yang naif. Semoga cinta mereka segera menyatu. ah, cek ep 1
