Levin 38 Sean 18, mereka menikah karena jebakan orangtua Levin. Levin yang anyep sedangkan Sean yang naif.
Semoga cinta mereka segera menyatu.
ah, cek ep 1
"Lev, apa yang kamu lakukan eoh"Gerutuku saat Levin terus saja toal toel pipi Earth yang tidur di box baby. Kan kasian baby boy ku mau tidur tapi papahnya terus gangguin. Yang di cubit manja, dicium mesra bahkan berbisik memintanya bangun.
"Nanti bangun, aku lelah Lev. Sedari kemarin Earth nangis mulu karena banyak orang berkunjung."Aku masih kesal dan aku ngantuk berat. Earth gak mau dipegang sama siapapun kalau nangis dan hanya aku pawangnya. Karna kemarin baru saja open house atas kedatangan anggota baru jelas rumah sangat ramai dan satu kamar sangat penuh dengan hadiah para kolega mamah, papah, Levin, adek bahkan sepupu sepupu yang lain.
"Earth anteng ini. Pipi gembilnya hmmm. "Levin kini terus menciumi pipi Earth tanpa ampun ketika tahu Earth tertidur pulas didalam box babybya. Ah, sudahlah kalau nangis tinggal tidur bae biar Levin yang ngurusin. Mau marah marah Levin juga gak peduli. Dia malah akan terus menggoda Earth.
"Aku mau tidur, kalau nangis sedu susunya dan jangan lupa diukur suhunya."Perintahku aku pura pura tidur.
"Yak....."Levin teriak dan ingin aku tak tidur dia sendiri tahu kalau Earth kalo udah nangis bisa sekampung denger. Tapi aku kan juga butuh istirahat, eh papahnya malah ingin Earth melek dan mendengar apapun yang akan dia ceritakan. Aku baru tahu kalau Levin itu cerewet setelah lahir Earth.
Dengar papahnya teriak Earth langsung nangis kejer. Emang Levin keterlaluan.
"Oekkkkk....."
"Oekkkkk........."
Lantas Levin langsung menggendong Earth agar Earth tak menangis, tapi yang ada Earth terus bergerak dan Levin mulai panik. Aku hanya bisa bernafas kasar atas kelakuan Levin.
"Sini ikut mommy."Aku menjulurkan kedua tanganku agar Levin menyerahkan Earth padaku, kalau dibiarin terus menangis juga kasihan.
"Maaf ya sayang....."Levin kini mencium keningku setelah memberikan Earth padaku.
"Puas kamu...."Aku melirik marah kearah Levin.
"Ya jangan gitu dong."Cengir Levin masih saja toal toel Earthnya. Earth jadinya kini kebingungan dan terus bergerak agar tangan papahnya menjauh.