Kabar terakhir aku mulai menggerakkan jemariku tapi aku belum membuka mataku. Dan kini Levin dengan setia memijat jemariku kembali sembari terus bernyanyi untukku. Aku mendengarnya dan aku senang Levin masih tetap bersamaku. Aku ingin sekali membuka mata ini tapi terasa berat dan masih ada hal hal yang membuatku terkunci.
Sebuah hubungan memang selalu harus ada komunikasi yang baik. Ketakutakunku apabila Levin marah membuatku harus menyembunyikan semuanya tanpa tahu kebenarannya dan kini akupun terbelenggu sendiri. Atau bahkan juga melukai Levin.
Seharusnya aku bertanya apakah lebih memilih Phom?, dan bertanya apakah benar Phom hamil anaknya dan tidak malah diam dan merasa sakit sendiri. Seharusnya akupun bilang kalau papah terus mendatangiku dan memukulku. Agar Levin dapat mencarikan solusinya. Nyatanya tidak, aku hanya memikirkan diriku sendiri dan seolah kuat menjalaninya.
Berusaha tegar walau aslinya rapuh. Berusaha menjadi yang terbaik nyatanya aku hanyalah seorang pecundang.
Aku tahu Levin sangat mencintaiku bahkan keluarganya sangat mendukungku dan aku serakah dibuatnya dan terus meminta lebih. Tapi benar kata Devil aku hanyalah seorang benalu dikeluarga itu dan sebaiknya aku tak pernah bangun. Menghentikan nafasku agar tak merepotkan lagi.
Rasa gelap yang ada didiriku tak bisa kupungkiri membuatku harus diam dan terus berfikir entah aku harus bangun atau tidak.
Ah, keluarga? Setidaknya Devil itu benar. Aku hanyalah seorang benalu dikeluarga itu.
Dan aku memutuskan untuk......
.......
Tittttttttttttt
Suara alat pendeteksi jantungku berbunyi, dan Levin mulai panik dibuatnya. Berteriak memanggil dokter. Karena itu jelas tanda aku sudah memutuskan untuk menghentikan nafasku.
Hanya garis lurus yang terlihat bahwasanya jantungku berhenti berdetak. Aku benar benar enggan membuka mata.
.......
"Sean kumohon bertahanlah." Levin mondar mandir diluar ruang rawatku bersama mamah yang terus membuatnya kuat. Dan dokter kini mencoba menyelamatku sebisa mereka lakukan.
"Mah...."Suara Levin parau, dia makin prustasi didalam pelukan mamah.
"Levin yang sabar ya, Sean pasti kuat. Dia bisa melewati ini semua dan kamu pasti bisa memeluknya kembali." Mamah menepuk bahu Levin mencoba menenangkannya.
"Mah...."Mata Levin mulai bekaca dan kini tetesan airmatanya tak dapat terbendung. Wajahnya pucat dan dia akhirnya menangis lepas didalam pelukan mamah.
"Sayang, Sean pasti bisa melewati ini. Jadi kamu jangan kayak gini eoh...."Mamah juga sebenarnya rapuh. Tapi mamah tak mau membuat Levin hilang semangat.
......
Suara langkah menghampiri mamah dan Levin, papah dan yang lainnya pun datang setelah mendapat kabar tentangku. Bahkan Junior pun turut serta untuk mendampingiku agar aku bisa melewati ini semua.
"Kak....."Itu adik Levin yang masih menggendong Junior melihat kakaknya kacau juga ikutan bersedih.
"Lev...."Suami sang adik juga datang dan dengan bau cilok itu. Sumpah aku merindukan makan cilok.
"......"Hiroshi dan Yanken pun datang dan mereka tak bisa berkata kata hanya berdoa dalam hati, agar aku melewati masa kritis ini.
"Sean bangun eoh. Papah akan kasih semua saham papah untukmu jadi bangun." Guman papah dalam hati dan berharap dengan janji itu aku bangun.
Yach, akhirnya hal yang kutunggu sejak dulu datang. Papah membuat janji itu. Dan aku harus bangun.
Sean kamu harus bisa.
KAMU SEDANG MEMBACA
tsundere (bxb) TamaT
FantasíaLevin 38 Sean 18, mereka menikah karena jebakan orangtua Levin. Levin yang anyep sedangkan Sean yang naif. Semoga cinta mereka segera menyatu. ah, cek ep 1
