13. Duo kurcaci.

3K 212 10
                                        

Selamat siang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Selamat siang......

......

Berhubung mahasiswa baru wajib tinggal diasrama minimal setahun jadi aku serasa pindahan kembali. Walau saat SMA aku juga pernah tinggal diasrama tapi kali ini rasanya emang beda.

Jelaslah, lha tiap pagi aku gak digrepe Levin lagi. Huft, apakah betah nanti eoh. Atau mungkin jadi sering bolos dan tak kembali ke asrama.

Bisa jadi iya..

Bisa jadi tidak.

"Aku ingin tahu teman sekamarmu!"Levin kini mengikutiku bahkan menunggu sampai teman sekamarku datang. Levin sengaja memilih satu kamar dengan tiga penghuni meminimalisir terjadinya cinta lokasi. Sedangkan untuk satu kamar satu orang tidak ada untuk mahasiswa baru. Semuanya penuh dan mungkin akan sedikit mahal kalau harus menyewa sendiri.

Awalnya bukan uang yang jadi masalah. Menurut Levin aku juga perlu ada teman sampai setahun kedepan sebelum aku balik kerumah lagi.

"Ayolah Lev, mereka baik dan aku cukup kenal mereka saat ospek kemarin."Aku sengaja lekas mengusir Levin agar dia tak tahu teman sekamarku.

"Phom sendiri di cafe apa kamu tak kasihan bila para fansmu datang."Aku mencoba membuat Levin agar kembali ke rumah. Sebab aku tahu nanti pasti ada perang dunia ke empat kalau Levin tetap disini.

"Oke baiklah, tapi nanti ajak mereka mampir untuk makan malam. Gak boleh nakal." Levin menyentuh pipiku lembut dan kini menciumnya sebelum dia meninggalkan kamar asramaku.

Huft, aman.......

......

Aku lantas merebahkan tubuhku diatas kasur dan aku sengaja memilih tempat tidur dipinggir cendela. Yups, siapa cepat dia dapat dan aku yang pertama datang jadi aku berhak memilih kasur mana yang aku tinggali.

"Bro...."Hiroshi datang dan kini melompat kesampingku. Dia lantas memelukku erat karena rindu.

"Hentikan Hiroshi kamu bau, mandi sana!"Usirku pada Hiroshi karna dia baru datang dari Jepang dan pastinya bau AC pesawat.

"Ayolah Sean udah lama kita tak bertemu. Terakhir kamu pulang kita tak sempat makan malam."Hiroshi masih anteng memelukku. Memang aku kemarin pergi buru buru dan tak sempat berpamitan secara layak. Tapi tak apalah nyatanya kini Hiroshi malah pergi kuliah kesini dan kita bakal sama sama selama empat tahun kedepan.

'Iya maaf."Aku meminta maaf dan mencari disekeliling.

"Dimana Yanken?"Tanyaku pada Hiroshi. Seharusnya mereka tiba sama sama.

"Ah, dia mengantarkan Mirei dulu. " Hiroshi kini menenggelamkan kepalanya diatas bantal. Kurasa dia mengalami mode on mabuk udara. Jetleg.

"Eh bentar, bukannya Mirei kakakmu kenapa Yanken yang mengantar?." Berasa ini temanku satu emang gak pernah mengakui kalau Mirei itu kakaknya.

tsundere (bxb) TamaTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang