9. Reuni.

3.8K 281 24
                                        

Apa yang bakal kamu lakukan kalau mendengar kata reuni?

Ajakan reuni?

Atau terjebak reuni?

Ah, pokoknya tentang masalalu itu?

......

Aku maksa Levin buat datang karena aku sendiri juga di ancam Mirei kalau gak datang aku gak dikasih video Levin nari ala boyband kemarin. Aku serba salah kan? Padahal aku ingin banget lihat itu. Sumpah suamiku terlihat unyu disana.

"Sean...."Levin manyun tujuh kilometer, mayan ada tol gratis. Tapi aku tetap maksa. Kalo gak dikasih jatah Levin pasti pusing, iye kan? Secara dia lagi hot hotnya diranjang.

"Kalau gak ikut aku pergi sendiri, mayan pasti banyak cogan dewasa disana."Ancamku dan kini aku mencium pipinya. Mayan sekalian cuci mata om om disana. Dan terlihat Levin gak rela, secara dia cinta pertamaku kalau aku lihat yang lainnya auto jingkrak jingkrak.

"Sean, kalau aku terjebak masalalu gimana. Kamunya gak takut?"Levin mencoba menakutiku kalau kalau ada teman lama yang buat hatinya berdebar dan jatuh cinta lagi.

"Enggak, kalau cintamu pudar berarti aku kurang mencintaimu. Karna aku sangat mencintaimu tidak mungkin kamu bakal berpaling." Aku menatap Levin dan kini kita sudah berdiri menunggu taxi datang. Levin masih ogah ogahan.

Btw hubungan timbal balik itu nyata, kalau kita benar benar mencintai pasangan kita. Kita akan dapat sebaliknya. Ok genk SETIA ITU UNIK. Bukan sateunik.

"Sumpah Sean aku males datang, mereka mulutnya pada comel."Levin bernafas lelah dan kini duduk disampingku sambil menatap jalanan yang ramai.

"Justru itu kita tunjukin kalau kamu memang keren. Sekali kali banggain aku napa didepan teman temanmu"Cengirku sok ganteng, sampai sekarang aku belum kenal sama teman teman Levin. Kisah kita itu kayak terselubung gak ada yang tahu. Tahunya kalau udah ketemu gitu. Levin anti koar koar.

"Aish, Sean mereka gak seramah yang kamu kira. Yang kutakutkan mereka yang bakal menyiksamu." Levin menatap mataku dan mencium punggung tanganganku. Emang mereka jaggal? Levin lebaynya gak ketulungan. Atau emang aku yang sok jagoan?

Abaikan.

"Kita hadapi bersama, jika kamu terus menghindari mereka maka mereka akan terus mengolokmu Lev."Aku meyakinkan Levin. Sebesar apapun masalah dimasalalu kita harus hadapi dan perbaiki biar tidak menumpuk dan jadi lumut kalo kepleset sakit.

"Oke baiklah, kalau kamu nanti merasa tak nyaman kita pulang."Levin memberiku syarat. Tapi gak mungkin aku gak ngerasa nyaman, wong ini moment yang kutunggu setelah hidup sehat selama 20tahun lebih 3 bulan dihitung dari kemaren.

"Kuy....."

.......

Kita sampai, suara dentuman musik terdengar keras dan ini sangat ramai

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kita sampai, suara dentuman musik terdengar keras dan ini sangat ramai.

Woa.....aku udah cukup dewasa buat minum. Aye aye....... 

tsundere (bxb) TamaTCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang