Bel pulang sekolah telah berbunyi sekitar 20 menit yang lalu. Saat ini Icha dan abangnya---Rey & Lio, sedang berada di dalam perjalanan menuju pulang ke mansionnya.
Di dalam mobil, sedari tadi Rey terus memperhatikan gerak-gerik Icha yang seperti menyembunyikan sesuatu. Sedangkan Lio sedang fokus bermain game di ponselnya.
"Dek kamu kenapa? Kok kayak nyembunyiin sesuatu" tanya Rey.
"Aku gak papa kok bang" elak Icha.
"Jujur sama abang Icha" tegas Rey. Lio yang mendengar ucapan Rey pun langsung mematikan ponselnya.
"Aku lagi badmood sama bang Rian" jawab Icha.
"HAA" kaget Rey dan Lio.
"Loh, ternyata ini toh, Emang adek digimanain sama Bang Rian? " tanya Lio.
"Icha gak diizinin main" lirih Icha.
"HUAA ICHA MAU MAIN KE RUMAH SASHA BANG, MASA GAK BOLEH" rengek Icha.
"Dek udah, mungkin bang Rian kayak gitu gak mau kenapa-napa" ujar Rey.
"Tapii Bang" rengek Icha.
" Udah jangan tapi-tapian, ayokk turun tuh udah sampe" tutur Lio.
Kemudian mereka pun turun dari mobil dan dan segera masuk ke dalam mansion.
"Assalamu'alaikum Kami pulang" ujar mereka bertiga---eh Ralat maksudnya berdua, Karena Icha sedang badmood.
"Wa'alaikum'salam, kalian berdua masuk ke kamar dan Icha ikut abang" ujar Rian sambil menuruni anak tangga.
Rey dan Lio pun memasukki kamarnya masing-masing, dan Icha terpaksa harus menuruti perintah abangnya.
"Icha duduk sini sayang" ujar Rian sambil menepuk-nepuk kursi di sebelahnya.
Icha pun duduk dengan wajahnya yang ditekuk. Rian yang melihatnya pun menjadi gemas, kemudian ia pun mencubit pipi chubby Icha.
"Ihh abang apaan sih, sakit tahu" ringis Icha sambil memegang pipi chubby nya yang merah.
"Dek maafin sikap abang yah" ujar Rian namun Icha pun tak menggubris nya.
"Abang kayak gini karena khawatir sama kamu. Icha adalah perempuan satu-satunya setelah mama, jadi abang gak mau kamu kenapa-napa sa---" ucapan Rian terpotong karena Icha segera memeluknya sambil menangis.
"Hiks... Bang Hiks... Maafin Icha juga yah Hiks... " lirih Icha.
"Sstt adek gak salah, abang sayang Icha"
"Icha juga sayang sama Abang" ucap Icha sambil melepaskan pelukannya.
"Yaudah gimana kalau kita sekarang jalan-jalan? Tapi kamu jangan bilang-bilang sama Rey dan Lio yah" ajak Rian.
"Bener Bang" Rian pun mengangguk.
"Yeayy"teriak Icha kegirangan.
"Yaudah sekarang Icha siap-siap dulu yah" Icha pun mengangguk senang dan segera berlari ke arah tangga.
"Jangan lagi-lagi Icha" teriak Rian dan Icha pun menghentikan larinya.
****
Di dalam mobil Icha sedang fokus memainkan ponselnya sedangkan Rian sedang fokus menyetir.
"Bang kita ini mau kemana sih sebenernya" tanya Icha bosan.
"Terserah, Icha maunya ke mana? " tanya Balik Rian.
"Icha mau ke mall sama ke pantai boleh kan bang"rengek Icha.
"Iya apasih yang engga buat Icha, Yaudah pertama kita ke mall dulu oke" ujar Rian. Icha pun mengangguk kegirangan.
Tak lama kemudian mereka berdua pun sampai di mall.
"Bang kita nonton yuk" ajak Icha.
"Iya ayok dek"
Kemudian mereka pun membeli cemilan dan tiket terlebih dahulu, setelah itu mereka pun masuk ke dalam bioskop.
3 jam berlalu. Icha dan Rian pun telah selesai menonton bioskop.
"Haduhh pegel banget ya bang"
"Iya dek, sekarang Icha mau kemana lagi"
"Icha mau beli icecream bang, abis itu ke pantai ya bang" Rian pun mengangguk mengiyakan.
Mereka pun segera pergi ke kedai icecream.
Setelah puas memakan icecream, mereka berdua pun segera pergi meninggalkan mall dan pergi ke pantai.
Jarak pantai dan mall lumayan jauh memakan waktu sekitar 1 jam-an. Mereka pun telah sampai di pantai.
Di pantai mereka menghabiskan dengan meminum air kelapa, bermain air, bermain pasir dan masih banyak lagi yang mereka lakukan. Dan terakhir mereka pun menyaksikan sunset.
Setelah itu mereka pun memutuskan untuk pulang karena hari menjelang malam.
****
"Ciee yang abis baikan langsung jalan-jalan" goda Rey.
"Ihh abang apaansih" ucap Icha malu-malu. Sedangkan Rian hanya terkekeh dengan Icha yang malu-malu.
"Kok Icha gak ajak abang sih" rengek Lio.
"Ini kan perintah bang Rian untuk gak kasih tahu kalian" tutur lcha. Sedangkan Rian sudah berlari ke kamarnya menghindari amukan adik-adiknya.
"BANG RIANNN" teriak Rey dan Lio serempak. Sedangkan Icha tertawa terbahak-bahak melihat mereka yang kesal kepada Rian.
Mereka yang melihat Icha tertawa pun langsung mengejar dan menggelitiki Icha.
Di dalam hati Icha pun merasa senang bisa bercanda bersama abangnya.
"Hahahaha udah hahaha bang hahaha geli hahaha" ucap Icha deselingi dengan tawanya.
"Huh, Icha ngeselin gak ajak abang" rengek Lio.
"Iya nih gak ajak-ajak abang" sambung Rey.
"Itu sih dl" ucap Icha kemudian segera berlari memasuki kamarnya.
"ICHAAAA" teriak Rey dan Lio. Sedangkan Icha tertawa terbahak-bahak di dalam kamarnya.
****
Huhuhu seneng deh punya abang, jadi pengen;(
Haii author kembali lagi.
Sorry kalau part ini pendek.
Jangan lupa voment okee.
Bye
See you
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Brother's [COMPLETED]
Fanfiction"Bang aku mau main keluar yah sama sahabat aku" izin nya. "Gak boleh" ucap para abangnya serempak. "Engkau tidak memiliki rasa takut untuk melindungiku, memberi pengetahuan, bahkan sering memarahiku karena perbuatanku. Akan tetapi, engkau tetaplah...
![Possessive Brother's [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/204754952-64-k781287.jpg)