Kondisi Icha semakin hari semakin membaik, walaupun ia harus menjalankan kemoterapi selama seminggu sekali. Namun ia tak pernah menyerah. Ia akan berusaha untuk bisa melawan penyakitnya tersebut.
Seperti saat ini Icha tengah mengemasi barang-barang nya dibantu oleh Citra dan juga Vira. Karena ia merengek meminta pulang, awalnya keluarganya tak mengizinkan ia untuk pulang, namun Icha tetap bersikeras untuk pulang, dan hingga mereka menyerah, karena Icha yang sangat keras kepala, hingga akhirnya mereka mengizinkan Icha untuk pulang.
"Sudah siap sayang?" tanya Vira pada Icha yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian yang lengkap.
"Sudah Bun" balas Icha.
"Yaudah, yuk kita pulang" ajak Citra.
"Yuk Mom, Bun"
"Mang Ujang, tolong simpan koper ini ke dalam bagasi" titah Vira. Mang Ujang pun mengangguk, dan segera membawa kopernya, dan menaruhnya di bagasi mobil.
"Gimana keadaan kamu sekarang sayang?" tanya Citra ketika sudah berada didalam mobil.
"Icha udah ngerasa baikan kok Mom" balas Icha yang diangguki oleh Citra.
"Jangan lupa minum obatnya secara teratur yah sayang" sahut Vira.
"Siap Bun" kata Icha.
Mobil mereka pun segera melesat melewati jalanan ibu kota yang macet.
***
"SELAMAT DATANG KEMBALI DIRUMAH ICHA" teriak para sahabat Icha dan juga anggota keluarga nya, ketika Icha membuka pintu mansion nya.
Icha yang melihatnya terharu, karena banyak orang yang menyayanginya. Tak sadar ia pun menitikkan air matanya.
Lio yang pertama melihat Icha menangis langsung panik.
"Icha sayang kamu kenapa nangis? Apa ada yang sakit?" kata Lio yang membuat semuanya melirik ke arah Icha.
"Icha jangan tinggalin abang. Apa ada yang sakit sayang? Kenapa nangis?" kata Alvaro sambil memeluk Icha erat.
"Hiks... hiks... Icha bukan nangis karna sakit bang, tapi Icha nangis bahagia karena masih banyak yang sayang sama Icha" balas Icha sambil meleraikan pelukannya.
"Sayang sini Daddy kangen sama kamu" kata Gian-Suami Citra.
"HUAA DADDY, ICHA JUGA KANGEN SAMA DADDY" kata Icha sambil berlari memeluk Daddy nya yang berada di ujung tangga.
Icha tak menyadari bahwa tali sepatu yang ia pakai lepas. Hingga...
"Aaaa" pekik Icha yang hampir saja tersandung.
"ICHAA" pekik semuanya.
Untung saja ada Gian yang menolong nya, jika tidak maka ia akan terjatuh ke lantai.
"Yaampun Icha hati-hati sayang, jangan lari-lari. Untung aja ada Daddy di sini" kata Gian lembut.
"Maaf" ucap Icha sambil menunduk.
"Iya sayang lain kali hati-hati yah" kata Gian yang diangguki oleh Icha.
"Daddy Icha kangen banget sama Daddy" kata Icha sambil memeluk Gian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Brother's [COMPLETED]
Fanfic"Bang aku mau main keluar yah sama sahabat aku" izin nya. "Gak boleh" ucap para abangnya serempak. "Engkau tidak memiliki rasa takut untuk melindungiku, memberi pengetahuan, bahkan sering memarahiku karena perbuatanku. Akan tetapi, engkau tetaplah...
![Possessive Brother's [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/204754952-64-k781287.jpg)