Dikantin, Arkan dkk sedang berdiskusi untuk mencari pelaku yang sudah membully Icha sampai koma.
Kenapa tidak dari awal mereka mencari pelakunya? Karena menurut mereka, keselamatan Icha lah yang lebih penting. Dan urusan pelaku itu urusan belakangan. Dan akhirnya ketika Icha sudah sadar, mereka pun memutuskan untuk mencari siapa pelakunya.
"Lio siapa sih yang udah nyelakain bebeb Icha gue?" tanya Arsen pada Lio. Arkan yang mendengar nama pacarnya disebut pun langsung menatap tajam Arsen. Yang ditatap pun hanya cengengesan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Ya mana gue tau lah Sen, orang gue gak liat gimana kejadiannya" ketus Lio.
"Ehh Sha, ditoilet cewe ada CCTV kan?" tanya Rey.
"Iya ada emang kenapa?" tanya Sasha balik.
"Gimana kalau kita lihat rekaman CCTV satu bulan lalu pas Icha dibully" sambung Arkan.
"Siapa tahu kita nemuin orang yang udah ngebully Icha" lanjut Arkan.
"Ide bagus tuh. Tapi gimana cara kita lihat rekamannya, kan ruangannya selalu dikunci" ujar Sasha.
"Gimana kalau kita minta izin dulu sama Pak Dodo, sekalian kita pinjam kunci ruangannya" usul Rey.
"Nah ide bagus. Yaudah mending sekarang kita temuin Pak Dodo dulu" ajak Arkan yang diangguki oleh yang lain.
Arkan dkk sudah sampai di depan ruang guru untuk menemui Pak Dodo.
"Assalamu'alaikum. Pak apa boleh kita boleh pinjam kunci ruangan tempat CCTV?" ucap Lio sopan mewakili semuanya.
"Wa'alaikumsalam. Memangnya ada apa?" tanya Pak Dodo.
"Emm kita mau lihat rekaman di toilet cewe sebulan lalu Pak" jawab Rey.
"Ohh iya boleh nih, jangan lupa dikembalikan" balas Pak Dodo sambil memberikan kuncinya.
"Makasih Pak" kata Rey sambil menerima kuncinya.
"Yaudah kalau gitu kita permisi dulu ya Pak" pamit Sasha yang diangguki oleh Pak Dodo.
--o0o--
"Brengsek berani-beraninya dia nyakitin adek gue" marah Rey.
"Gue harus nemuin dia sekarang" lanjut Rey sambil melangkah pergi ke luar ruangan.
"Rey loe mau kemana" teriak Lio.
"Lebih baik sekarang kita susul Rey aja, gue takut dia berbuat nekat" usul Arsen yang diangguki semua. Kemudian mereka pun segera pergi menyusul Rey.
'BRAKK'
Pintu kelas XII-IPS 3 didobrak secara kasar oleh Rey, sehingga semua murid yang didalamnya terlonjak kaget.
"Mana Dinda" dingin Rey.
"Rey sayang tumben kamu kesini" ucap Dina salah satu antek Dinda sambil bergelayut manja ditengah Rey.
Ya. Yang membully Icha adalah Dinda dkk, karena mereka merasa iri kepada Icha yang dikelilingi oleh most wanted yang mereka suka.
"Lepas" datar Rey yang membuat Dina melepaskan tangannya.
"Manaa yang namanya Dinda" dingin Arkan yang baru saja sampai.
"Hai sayang, kamu nyariin aku yah, aku ada disini kok" jawab Dinda sambil bergelayut dilengan Arkan yang geram pun langsung menghempaskan nya secara kasar hingga Dinda tersungkur ke lantai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Brother's [COMPLETED]
Fanfiction"Bang aku mau main keluar yah sama sahabat aku" izin nya. "Gak boleh" ucap para abangnya serempak. "Engkau tidak memiliki rasa takut untuk melindungiku, memberi pengetahuan, bahkan sering memarahiku karena perbuatanku. Akan tetapi, engkau tetaplah...
![Possessive Brother's [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/204754952-64-k781287.jpg)