Hari ini adalah hari pertama Icha dihukum oleh Rian, yaitu tidak diizinkan untuk keluar rumah.
Icha yang bosan pun segera mengambil ponsel nya dan mem-VC Sasha.
"Hallo, Icha ku, kenapa lo gak sekolah hari ini hah" ucap Sasha di sebrang sana.
"Huft, Gue lagi dihukum gak boleh keluar rumah selama seminggu oleh bang Rian, bantu gue dong Sa"
"Hahaha ya ampun kasian tuan putri terkurung dalam Castile nya, sorry kali ini gue gak bisa bantu lo, gue sendiri juga takut sama bang Rian"
"Sialan lo, bukannya bantu gue untuk bujuk bang Rian malah hina gue, iya gue juga tahu kali"
"Hhe, Ohh ya Cha gue gabut bener nih di rumah, mama sama Papa gue lagi keluar kota, kalau gitu gue main ke rumah lo yah, boleh kan"
"Boleh juga, gue juga gabut nih dirumah terus, baru pertama dihukum udah kek gini, apalagi seminggu huhh"
"Haha selamat menjalani hukuman, gue otw kerumah lo yah"
"Sialan lo, Hmm"
Kemudian Icha pun mematikan teleponnya secara sepihak.
Tak lama kemudian suara ketukan pintu berhasil mengalihkan pandangan Icha.
"Non, ada non Sasha dibawah" ucap bi Inem.
'Cepet banget tuh anak nyampe nya' batin Icha.
"Suruh masuk aja bi" titah Icha.
"Hallo IchaQuhh, Sasha yang cantik telah datang" teriak Sasha ketika memasuki kamar Icha.
"Berisik banget sih lo" tegur Icha sambil memainkan ponselnya.
"Hhe peace Cha, ehh btw kenapa lo bisa dihukum sih? " tanya Sasha penasaran.
Kemudian Icha pun menjelaskan nya. Pertama ia bosan dirumah, dan ia pun memutuskan untuk pergi ke mall, ketika ia ingin meminta izin kepada abangnya, abangnya tidak ada dirumah, jadi ia memutuskan untuk pergi ke mall sendiri. Kedua di mall ia bertemu dengan Arkan, kemudian ia pun keliling mall bersama Arkan. Dan Yang ketiga waktu Icha pulang ia langsung di introgasi oleh Rian, Rian pun memarahi Icha, dan akhirnya Icha pun mendapat hukuman.
Sasha pun mengangguk mengerti.
"Jadi lo jalan berdua sama Arkan? " tanya Icha. Icha pun mengangguk mengiyakan.
"Wihh mantep tuh, terus lo berdua apa aja di mall? " sambung Sasha.
"Beli baju couple, makan icecream, sama nonton" ucap Icha.
"Enak banget sih lo, bisa jalan sama cogan, beli baju couple lagi. Nah gue kapan yah" ucap Sasha dengan wajah yang murung.
"Lo bisa kok, sama miper tuh tiap hari" canda Icha.
"Sialan lo" umpat Sasha. Icha pun tertawa terbahak-bahak melihat Sasha yang kesal.
Kemudian mereka berdua pun menghabiskan waktu di kamar Icha dengan bercanda ria, bergosip bahkan sampai menonton drakor. Setelah itu pun Sasha pun pamit untuk pulang.
****
Seminggu berlalu, Icha telah terbebas dari hukumannya, namun sikap Rian pada Icha masih datar dan dingin. Dan Icha pun hanya bisa menghela nafas dengan sikap abangnya tersebut.
Saat ini Icha sedang bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Setelah siap kemudian ia pun melangkahkan kakinya untuk turun ke bawah untuk sarapan.
"Pagi bang"
"Pagi Icha" ucap Rey dan Lio serempak.
"Hm" dehem Rian.
Kemudian Icha pun segera duduk dan mulai memakan sarapan nya, begitu pula dengan abang-abangnya.
Tak lama kemudian, semua pun sudah selesai sarapan. Icha pun berniat pamit kepada Rian.
"Kamu berangkat dan pulang harus bareng sama abang-abang mu, jangan sendiri, abang tidak menerima penolakan" dingin Rian.
"Dan untuk Rey dan Lio, kalian harus menjaga ketat Icha, jangan sampai ia makan makanan yang pedas, dan juga awasi dia jika berdekatan dengan lelaki lain. Ngerti" sambung Rian. Rey dan Lio pun mengangguk mengerti.
Sedangkan Icha yang kesal pun langsung mengumpat dalam hati.
'Huh kumat nih possessive nya bang Rian, Iihh kesel gue, selalu aja dilarang ini itu' batin Icha.
"Yaudah yuk Cha kita berangkat, Bang kita pamit yah" pamit Rey sambil menggandeng tangan Icha dan diikut Lio dibelakang.
'Maafin abang Icha, abang kayak gini karena abang khawatir sama kamu, kamu adalah perempuan satu-satunya di keluarga ini setelah mama, sekali lagi maafin abang yah' batin Rian sambil memandang punggung Icha yang telah berangkat.
****
Sekarang Icha sedang dalam perjalanan menuju kelasnya dengan wajahnya yang murung pasalnya ia selalu diikuti oleh kedua abangnya.
"Abang kenapa sih abang ikutin Icha mulu, Icha bisa sendiri bang, Icha udah besar tahu" kesal Icha. Sedangkan Rey dan Lio pun hanya tersenyum dan itu membuat mood Icha pun hancur.
Sesampainya di depan kelas Icha langsung masuk ke dalam kelas dengan menghentak-hentakkan kakinya. Kemudian Rey dan Lio pun segera pergi ke kelas mereka, karena mereka telah berhasil mengantarkan Icha dengan selamat ke dalam kelasnya.
"Napa muka lo ditekuk gitu Cha" tanya Sasha.
"Gue kesel banget sama bang Rian, dengan seenaknya ia nyuruh bang Rey dan bang Lio untuk memantau gerak-gerik gue, gimana gak kesel coba" keluh Icha dengan wajah kesalnya.
"Mungkin abang lo itu terlalu khawatir sama lo, kan lo perempuan satu-satunya di keluarga lo" jelas Sasha. Dan Icha pun hanya mengangkat baju nya acuh, walau sebenarnya hatinya sedih mendengar penuturan Sasha.
Obrolan mereka pun terhenti ketika ada seorang guru yang masuk ke dalam kelas mereka. Dan guru tersebut pun segera memulai pelajaran.
****
Author hadir kembali
Jangan lupa vote and comment Okee..
Gimana ceritanya?
Bye-bye
See you next part
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Brother's [COMPLETED]
Fiksi Penggemar"Bang aku mau main keluar yah sama sahabat aku" izin nya. "Gak boleh" ucap para abangnya serempak. "Engkau tidak memiliki rasa takut untuk melindungiku, memberi pengetahuan, bahkan sering memarahiku karena perbuatanku. Akan tetapi, engkau tetaplah...
![Possessive Brother's [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/204754952-64-k781287.jpg)