Alisha atau yang sering di sapa Icha tengah duduk di bangku taman mansion nya seorang diri.
Ia tengah memikirkan tentang mimpinya yang terasa nyata. Ia bermimpi bertemu Mamanya, dan di dalam mimpi tersebut, Mamanya menyuruh Icha untuk menunggunya.
Menunggu?
Maksud nya menunggu apa? Icha kurang paham mengenai ini.
Apa ia harus menunggu Mamanya yang sudah meninggal untuk bangun? Sangat mustahil itu dan sulit dipercaya.
Icha sendiri merasa ada yang janggal dengan mimpi itu.
Ia mengenal tempat di mana ia mimpi bertemu dengan Mamanya. Tempat yang dulu menjadi tempat tragis yang menimpa Mamanya.
Apa itu arwah penasaran Mamanya yang bergentayangan di sana? Sulit dipercaya.
Icha pun menepis semua pikiran negatif tentang Almarhumah Mamanya.
"Ma apa Mama masih hidup?" gumam Icha sambil menadahkan kepala ke arah langit.
Tiba-tiba sebuah tepukan di bahunya membuat Ia terlonjak kaget.
"Ehh Bang Rian" kata Icha.
"Icha lagi apa disini? Kok sendirian?" tanya Rian.
"Icha lagi duduk aja bang, sama mau cari angin" kata Icha.
"Dek kamu ada masalah?" tanya Rian sambil menatap mata Icha lekat.
"Hah? E-enggak kok bang, " elak Icha.
"Abang tahu kamu bohong dek. Coba kamu cerita sama abang. Ada apa?" tanya Rian lembut.
"Gak ada apa-apa kok bang. Suerr✌"
"Huft yaudah deh. Tapi kalau ada apa-apa cerita sama abang Oke"
"Iya bang"
"Yaudah Icha mau ikut gak ke perusahaan abang?"
"Yang bener bang? Kalau gitu Icha mau ikut bang"
"Yaudah kamu siap-siap dulu gih, abang tunggu di mobil yah, jangan lupa kamu juga izin sama Papa"
"Siap bang"
Icha pun segera berlari meninggalkan Rian yang masih menatap punggungnya.
"Icha jangan lari" tegur Rian.
'Dek sebenarnya apa yang kamu sembunyiin dari abang?' batin Rian Bertanya-tanya.
Kemudian Rian pun segera pergi untuk memanaskan mesin mobilnua terlebih dahulu sambil menunggu Icha.
Sedangkan Icha ia pun sudah siap dengan dress selutut berwarna navy dan high heels yang tinggi nya kira-kira 5 cm yang senada dengan dressnya. Dan ia pun menambahkan sedikit make up di wajahnya. Dan rambutnya ia biarkan tergerai dengan model curly.
Kemudian ia pun segera menghampiri Papanya yang ada di ruang keluarga bersama Opanya dan juga Lio beserta Azka.
"Papa" panggil Icha.
"Anak gadis Papa udah cantik aja. Mau kemana nih?" tanya Aldi.
"Icha mau ikut ke perusahaan nya bang Rian. Boleh kan Pa?"
"Iya boleh sayang, tapi hati-hati yah, bilang sama abang kamu bawa mobilnya jangan ngebut"
"Abang gak di ajak dek" kata Lio.
"Abang juga" sahut Azka.
"Gak boleh, kalian gak boleh ikut. Ini kan acara aku sama Bang Rian"
"Huft iya deh kita ngalah aja. Tapi besok sama kita kan dek? " kata Azka dan Lio.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Brother's [COMPLETED]
Fanfiction"Bang aku mau main keluar yah sama sahabat aku" izin nya. "Gak boleh" ucap para abangnya serempak. "Engkau tidak memiliki rasa takut untuk melindungiku, memberi pengetahuan, bahkan sering memarahiku karena perbuatanku. Akan tetapi, engkau tetaplah...
![Possessive Brother's [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/204754952-64-k781287.jpg)