Chapter 14

10.7K 435 17
                                        

Arkan dkk saat ini tengah mengkhawatirkan Icha yang belum kembali dari toilet. Mereka khawatir takut terjadi apa-apa dengan Icha.

"Icha kemana sih kok ke toilet gak balik-balik" ucap Sasha.

"Iya nih, gue jadi khawatir sama dia" balas Arkan.

"Yaudah mending sekarang kita pencar aja untuk cari Icha" ucap Arsen yang diangguki oleh semua.

Kemudian mereka pun segera berpencar, Rey dan Lio ke arah belakang sekolah, Sasha dan Arsen ke arah gudang sekolah, dan Arkan ke arah toilet.

Sesampainya di toilet, Arkan pun segera membuka pintu toilet satu persatu. Dan ketika ia sampai di toilet paling ujung, ia merasa heran, mengapa toilet ini dikunci dari luar tidak seperti biasanya,Pikir Arkan.

Arkan yang penasaran pun langsung mendobrak pintu.

'BRAKK'

"ICHAA" teriak Arkan.

Ia terkejut melihat Icha yang pingsan dilantai toilet dengan tubuh yang sangat mengenaskan. Ia pun segera menggendong Icha ala bridal style, dan membawanya keluar dari toilet.

Kemudian ia pun segera berlari menuju gerbang sekolah untuk membawa Icha kerumah sakit. Ketika di lorong, Arkan bertemu dengan abang dan sahabat nya Icha.

"ICHAA" teriak Sasha.

"Kak, Icha kenapa kak hiks.. hiks.. " ucap Sasha histeris.

"Nanti gue jelasin, lebih baik sekarang kita bawa Icha kerumah sakit, Rey loe siapin mobil, pakai mobil gue aja biar muat untuk semuanya, nih kuncinya" tutur Arkan sambil melemparkan kunci mobilnya kepada Rey.

Tak berselang lama, Rey datang membawa mobil Arkan.

"Sen loe yang nyetir ya" ucap Lio yang diangguki oleh Arsen.

Di dalam mobil Sasha terus menangis, ia khawatir dengan keadaan sahabatnya.

"Kak Icha gak papa kan hiks... hikss... " lirih Sasha.

Rey yang merasa kasihan dengan Sasha, segera membawa Sasha kedalam pelukannya.

"Sstt, Icha pasti gak papa, loe tenang aja" ucap Rey dan Sasha pun mengangguk pelan.

"Dek maafin abang, abang gak becus jagain kamu" lirih Lio.

"Sayang maafin aku, aku gak becus jagain kamu, maafin aku sayang, please bangun untuk aku" lirih Arkan.

Tak lama kemudian mereka pun sampai dirumah sakit, dan Arkan pun segera membawanya.

"DOKTER, SUSTER, TOLONGIN PACAR SAYA DOK"

Tak lama kemudian, Dokter dan suster pun datang sambil membawa brankar.

"Mohon tuan tunggu diluar, kami akan memeriksa keadaan pasien" jelas salah satu suster.

"Arghh, gue gak becus jadi abang" teriak Rey frustasi.

"Lio coba loe hubungin bokap loe sama bang Rian" Lio mengangguk, kemudian ia pun segera menelpon papa nya.

"Hallo"

"Ha-hallo Pa"

"Lio kenapa telpon Papa hm?"

"I-Icha pa hiks... "

"Icha kenapa Lio, sekarang Icha dimana"

"Icha di rumah sakit pa hiks... "

"Apaa!! Rumah sakit mana"

"RS ****"

"Oke papa akan segera kesana"

Possessive Brother's [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang