Chapter 12

10.6K 449 7
                                        

Icha sedang kebingungan karena saat ini ia sedang berada di sebuah taman yang sangat indah.

"Ini dimana? Indah banget" kagum Icha.

Tiba-tiba muncullah sebuah cahaya tepat dihadapan Icha.

"Icha" panggil seseorang yang mengenakan pakaian putih itu.

"Ma-Mama" lirih Icha.

"Iya sayang ini Mama" Mama Icha.

Icha pun segera berlari lalu memeluk Mamanya erat.

"Mama Icha kangen sama Mama" ucap Icha.

"Mama juga kangen sama putri Mama. Mengapa kamu bisa disini sayang?" tanya Mama.

"Aku juga gak tahu Ma. Disini sejuk yah Ma, Icha gak mau pulang akh, mau disini aja sama Mama, Ya Ma" ucap Icha.

"Nak belum waktunya kamu disini, waktu kamu masih panjang. Apa kamu gak mikirin gimana perasaan Papa sama Abang kamu disana nantinya?" ujar Mama. Icha menggeleng pelan.

"Kamu harus bisa gapai cita-cita kamu yah dan buat Mama bangga disini. Mama selalu ada dihati kamu. Sekarang kamu ikutin cahaya itu yah, Mama pergi dulu yah sayang, Mama sayang Icha" lanjut Mama.

"MAMA" teriak Icha dengan keringat yang bercucuran diwajahnya.

Ia bermimpi bertemu dengan Mamanya.

"Iya Ma, Icha akan buat Mama sama Papa bangga. Icha juga sayang sama Mama hiks... hikss... " lirih Icha sambil menitikkan air matanya.

'BRAK'

Pintu didobrak secara paksa oleh Rey. Dan membuat Icha terlonjak kaget, dengan segera ia menghapus sisa air matanya.

"Icha kenapa tadi kamu teriak sayang? Kamu jatuh? Mana yang sakitnya sayang? Kenapa mata kamu juga sembab sayang? Pasti ada yang sakit yah, kalau gitu ayok kita kerumah sakit" cerocos Rey.

"Iihh abang kalau nanya tuh satu-satu. Malah nyerocos aja" omel Icha. Sedangkan yang diomeli hanya cengengesan tidak jelas.

"Hhe maaf sayang, abisnya abang khawatir sama kamu. Ayok cerita ada apa hm? " tanya Rey.

"Aku mimpi ketemu Mama bang" lirih Icha.

"Aku jadi kangen sama Mama" sambung Icha.

Kemudian Rey pun segera memeluk adiknya erat.

"Abang juga kangen banget sama Mama dek, Kita hanya bisa berdo'a semoga Mama bahagia disana, Dan yang pastinya Mama selalu ada dihati kita semua. Yaudah mending sekarang Icha makan dulu yah, abang punya kejutan buat Icha" jelas Rey sambil meleraikan pelukannya.

"Iya bang" lirih Icha.

"KEJUTANN BANG" sambung Icha dengan berteriak dengan wajah girangnya.

"Iya kejutan sayang, sekarang habisin dulu yah makanannya"

Icha pun mengangguk antusias dengan segera pun memakan makanannya dengan lahap.

"Pelan-pelan sayang makannya, nanti tersedak" tegur Rey.

Tak lama kemudian Icha pun telah selesai menghabiskan makanannya.

"Abisnya aku seneng, kalau gitu mana hadiahnya bang? " tanya Icha.

"Ada deh sekarang kamu tutup mata kamu yah" pinta Rey kemudian ia pun menutup kembali mata Icha dengan tangannya dan membawanya keluar dari kamar.

"Abang kok pake ditutup segala sih" rengek Icha.

"Udah kamu diem jangan banyak omong"

Dan akhirnya mereka pun sampai diruang keluarga.

Rey pun melepaskan tangannya yang menutupi mata Icha. Dan Icha pun segera membuka matanya karena penasaran.

Perlahan ia membuka matanya dan ia terkejut melihat Papanya yang sedang berdiri didepannya.

"PAPA ICHA KANGEN SAMA PAPA" teriak Icha. Kemudian segera memeluk papanya erat.

"Iya sayang papa juga kangen sama putri papa ini" balas Papa sambil menggendong Icha.

"Papa kok aku digendong sih kan aku udah besar" protes Icha

"Dimata papa kamu tetap putri kecilnya Papa sayang"

"Papa kok gak bilang sih mau pulang, katanya papa bakal lama disana kok sebentar? " rengek Icha.

"Biar jadi kejutan buat kamu sayang. Kerjaan papa udah beres disana. Jadi kamu mau papa selamanya disana hm? "

"Ishh Papa mah, Icha gak mau Papa ninggalin Icha lagi, cukup Mama aja Pa jangan lagi hiks.. hiks.. "

"Uhh cup cup sayang, jangan nangis lagi yah, Iya Papa gak akan ninggalin kamu lagi kok sayang"

"Makasih pa"

"KACANG KACANG KACANG" ucap Rey

"TELUR TELUR TELUR" sambung Rian.

"KACANG TELUR" sambung Lio.

"Ishh abang mah perusak suasana deh" kesal Icha.

" Lagian dari tadi kita dicuekin terus serasa dunia milik berdua. Sakit hati abang dek" ucap Lio dengan dramatisnya.

"Kok abang jadi alay gitu ya pa" ucap Icha pada Papanya.

"Papa juga gak tahu nih, anak siapa yah dia" goda Papanya

Seketika mereka pun tertawa lepas melihat Lio yang menekuk wajahnya.

"Ya aku anak Papa sama Mama lah, masa anak tetangga" protes Lio.

"Tapi kok muka loe mirip banget sama tetangga disamping ya gak Rey" ledek Rian.

" Yoi bang, kagak ada mirip-miripnya sama kita-kita ya gak Pa, Cha" sambung Rey.

"Yoi" jawab Icha dan Papa kompak.

"Ishh kalian mah nyebelin, Aku jadi dipojokkin, aku kesel sama kalian" rengek Lio. Kemudian segera berlari ke kamarnya dan menutup pintunya dengan kasar.

'BLAM'

Sedangkan di bawah mereka pun sudah tertawa ngakak melihat tingkah Lio.

--o0o--

Gimana sama part ini?
Jadi pengen punya abang huhuhu;(

Jangan lupa VOTE and KOMEN yah guys..







Possessive Brother's [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang