Chapter 30

9.9K 398 24
                                        

"Mama?!" gumam Icha sambil meneteskan air matanya.

***

Rey yang mendengar suara isak tangis langsung menoleh ke arah Icha.

"Princess kamu kenapa sayang?" tanya Rey sedikit khawatir.

Icha tak merespon ucapan Rey, ia malah menatap kosong ke arah depan.

Rian dan Raga yang mendengar Rey memanggil Icha, ikut menoleh ke arah Icha.

"Dek kamu kenapa nangis?" tanya Rian.

Lagi, lagi Icha tak merespon ucapan dari Rian.

Rafa yang melihat Icha melamun pun, langsung membuyarkan lamunannya. Ia mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Icha.

"Icha sayang" kata Rafa.

Icha pun langsung tersadar dari lamunan nya.

"I-iya kenapa bang?" tanya Icha sambil menghapus air matanya.

"Kamu kenapa nangis sayang?" tanya Rian.

"E-emm Icha gak papa kok bang, tadi cuma kelilipan aja"

"Tapi abang ngerasa kalau kamu bohongin kita Icha" kata Rey.

"Iya sayang, coba cerita kenapa kamu bisa nangis" sambung Rafa.

"G-gak a-ada apa-apa kok bang. Ohh iya bang, gimana kalau pulang dari taman kita beli hiasan ultah buat bang Lio" kata Icha mengalihkan pembicaraan.

'Ada apa sebenarnya sama kamu dek, abang rasa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari abang' batin Rian.

"Huft yaudah kalau gitu ayok kita pergi ke mall sekarang, ntar keburu malam" kata Rian.

"Oke bang" kata Rey, Rafa, dan Icha.

Mereka pun segera pergi dari taman tersebut.

Di dalam mobil Icha pun memperhatikan pohon tersebut.

'Ma, apa itu Mama? Kalau itu Mama, Icha pengen ketemu sama Mama. Icha kangen banget sama Mama' batin Icha.

Sementara dari balik pohon tersebut, ada seorang perempuan yang tengah menangis.

'Ternyata anak-anak Mama udah besar yah. Icha kamu tumbuh menjadi anak yang cantik. Mama kangen banget sama kamu nak. Semoga saja waktu bisa mempertemukan kita ya nak' batin perempuan tersebut, lalu melangkah kan kakinya pergi dari pohon tersebut.

****

Mobil yang ditumpangi Icha dan abangnya telah sampai di parkiran mall.

"Bang, Icha telpon bang Al, Bang Azka, sama bang Adit dulu yah" kata Icha.

"Kenapa harus telpon mereka sih dek" protes Rey.

"Ya kan biar rame bang. Boleh kan bang" kata Icha sambil menunjukkan puppy eyes nya.

"Huft iya sayang, yaudah kamu telpon mereka suruh kesini" pasrah Rian karena ia tak tahan dengan puppy eyes nya Icha.

Icha pun mengangguk antusias lalu ia pun segera menelpon Adit.

BangAlvaro❤

"Adek sekarang dimana, tadi abang ke kantor bang Rian tapi gak ada" kata Alvaro di seberang sana.

"Icha lagi di Mall *******, abang ke sini aja sekalian ajak bang Azka, sama bang Adit. Tapi abang jangan ajak bang Lio.

Possessive Brother's [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang