Chapter 37

8.3K 363 11
                                        

Happy Reading❤
=================

Ujian Nasional Kelas XII telah berakhir sejak satu minggu yang lalu, dan kini mereka hanya tinggal menunggu kelulusan saja. Berbeda hal dengan kelas X dan XI, kini giliran mereka yang melaksanakan ujian, yaitu Ujian Kenaikan Kelas.

Seperti pagi yang cerah ini, Icha tengah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Setelah siap Icha pun segera menghampiri anggota keluarga nya yang sudah menunggu di meja makan.

"Good Morning," sapa Icha.

"Morning sayang,"

"Morning honey,"

"Morning princess,"

"Kayaknya ada yang lagi senang nih," ucap Risa-Mama Icha.

"Hhe iya dong Ma, kan sebentar lagi Icha mau naik ke kelas sebelas," kata Icha.

"Emm bang Rey, Bang Rafa, Bang Azka. Icha mau bicara sama kalian," lanjut Icha sambil menatap mereka satu persatu.

"Iya mau bicara apa sayang?," tanya Rey.

"Kalian bertiga harus kuliah di luar negeri," kata Icha.

"Jadi maksud adek, adek izinin kita untuk bertiga kuliah di luar negeri?, " tanya Azka tak percaya.

"Iya bang. Maafin Icha ya, Selama ini Icha udah mentingin ego Icha sendiri. Icha gak mikirin perasaan abang. Icha udah egois udah larang abang untuk kuliah di luar negeri karena Icha takut kehilangan kalian. Tapi sekarang Icha sadar, Icha gak mau egois lagi, bagaimanapun kalian itu punya cita-cita masing-masing yang harus di capai. Jadi untuk itu Icha udah ikhlas kok kalau kalian kuliah diluar negeri," jelas Icha panjang lebar.

"Makasih sayang udah izinin kita untuk kuliah di luar negeri," kata Rafa yang diangguki oleh Rey dan Azka.

"Iya sama-sama bang,"

"Yaudah sekarang cepat kalian sarapan, ntar keburu dingin loh makanannya," kata Opa.

Mereka semua pun segera melahap sarapan mereka dengan hening.

***

"Huh gak kerasa ya, kita udah mau naik ke kelas XI aja," kata Sasha yang duduk di samping Icha.

"Iya nih Sha," jawab Icha.

"Ehh Cha lo udah beli dress buat ntar promnigt?,"

"Udah Sha, lo?"

"Gue belum, ntar kayaknya pulang sekolah,"

"Mau gue anter?" tawar Icha.

"Gak usah, gue bisa sama Bunda gue kok,"

"Ohh yaudah,"

"Cha nanti kalau ada yang susah, gue tanya sama lo ya,"

"Lo gak ngapalin semalam?"

"Gak, males gue,"

"Yee dasar lo,"

Possessive Brother's [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang