Happy Reading✔
Keluarga Icha sangat khawatir dengan keadaan Icha yang sama sekali belum keluar kamar bahkan ia tak makan sama sekali sejak kejadian dimana Arkan telah mengakui jika ia tidak mencintainya.
Alvaro selaku abangnya, ia telah menceritakan semuanya kepada keluarga nya bagaimana Arkan memperlakukan putri mereka seenaknya. Maka dari itu mereka telah merencanakan untuk menjauh kan Icha dari Arkan.
Dan saat ini ketujuh abang Icha, telah berada didepan pintu kamar Icha untuk memastikan keadaan Icha.
"Dek buka pintunya" ujar Adit
"Icha buka pintunya abang khawatir sama kamu sayang" teriak Azka.
Sedangkan didalam kamar, Icha tersadar dari pingsannya. Ia pun dapat mendengar jelas teriakan abangnya yang khawatir padanya.
Dengan segera ia bangkit dengan jalan sempoyongan sambil memegang kepalanya, kemudian pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka nya yang penuh dengan darah, dan setelah itu pun ia menyisir rambut nya yang berantakan. Dan kemudian segera membukakan pintu.
'Cklek'
"ICHA" teriak ketujuh abang Icha sambil memeluk Icha erat.
"Abang" lirih Icha yang berada dipelukan abang-abang nya.
"Iya sayang" kompak mereka yang membuat Icha terkekeh kecil.
"Sayang kamu gak papa kan?" tanya Rian khawatir.
"Aku gak papa bang" jawab Icha sambil tersenyum. Abang-abangnya pun merasa sedikit lega dengan jawaban Icha.
"Dek mulai besok dan seterusnya, kamu harus menjauh dari Arkan, abang gak mau kamu kenapa-kenapa gara-gara dia. Dan kalau perlu juga kamu putusin dia hari ini juga" tegas Alvaro yang disetujui oleh yang lain.
"Ta-tapi bang-"
"Gak ada tapi-tapian Icha, kamu harus ingat, dia orang brengsek yang udah buat kamu terluka sayang. Abang akan telepon dia sekarang juga, mana ponsel kamu?" sambung Alvaro.
Dengan pasrah Icha pun segera memberikan ponsel nya kepada abangnya.
"Hallo Icha, Ma-" ucapan Arkan terpotong oleh Alvaro.
"Mulai hari ini, adik saya dan anda tidak mempunyai hubungan apa-apa lagi. Camkan itu"
Tut... Tutt... Tutt
Belum sempat Arkan menjawabnya, namun Alvaro telah mematikan teleponnya secara sepihak.
"Mulai sekarang kamu harus jauhin Arkan, dan kamu harus move on dari dia. Ngerti" ujar Alvaro. Icha mengangguk pelan.
"Dek sekarang kamu makan yah" ucap Rian.
"Aku gak lapar bang" tolak Icha pelan.
"Dek kamu udah dua hari gak makan, sekarang kamu makan yah" bujuk Rey sambil memberikan nampan berisi makanan. Icha pun mengangguk pasrah.
"Sini biar abang suapin yah" tawar Lio.
"Aku bisa sendiri bang" tolak Icha.
"Udah sini biar abang aja" sahut Lio sambil menyuapi Icha.
"Yaudah kita tunggu diruang keluarga yah sayang"
"Iya bang"
Dan kini tinggalah Lio dan Icha berdua dikamar.
"Bang" lirih Icha.
"Iya sayang, ada apa? Cerita sama abang" sahut Lio.
"Bang kenapa Arkan tega sama Icha ya" lirih Icha.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Brother's [COMPLETED]
Fiksi Penggemar"Bang aku mau main keluar yah sama sahabat aku" izin nya. "Gak boleh" ucap para abangnya serempak. "Engkau tidak memiliki rasa takut untuk melindungiku, memberi pengetahuan, bahkan sering memarahiku karena perbuatanku. Akan tetapi, engkau tetaplah...
![Possessive Brother's [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/204754952-64-k781287.jpg)