Sekarang Icha dan abang-abangnya sedang berkumpul di taman belakang rumahnya. Icha sedang memberi makan ikan yang ada dikolam taman.
Sedangkan abang-abangnya ada yang bermain ponsel, menyiram tanaman, dan berenang.
Tiba-tiba Icha merasakan pusing dikepalanya. Kepalanya terasa berdenyut dan seperti ditusuk ribuan jarum.
'Ya Allah kenapa kepala Icha sakit banget' batin Icha.
Kemudian Icha pun memegangi kepalanya, dan berjalan dengan sempoyongan menjauhi kolam.
Rian yang sedang mengecek email yang masuk di laptopnya, segera menghampiri Icha yang memegangi kepalanya.
"Dek kamu kenapa sayang? " tanya Rian khawatir.
"Kepala aku sakit ba---" ucapan Icha terpotong karena ia tak sadarkan diri.
"ICHAA" teriak Rian panik.
Rey dan Lio yang mendengar teriakan Rian segera menghentikan aktivitas mereka.
"Dek bangun dek" ucap Rian sambil menepuk-nepuk pipi Icha.
"Bang Icha kenapa? " tanya Rey dan Lio serempak.
"Gak tahu, mending sekarang kalian siap-siap, gue akan bawa Icha kerumah sakit, ntar kalian bisa nyusul" ucap Rian kemudian segera menggendong Icha ala bridal style.
Rey dan Lio pun mengangguk.
Tak lama kemudian Rian pun sampai dirumah sakit, dan segera menggendong Icha memasuki rumah sakit.
"DOKTER, SUSTER TOLONG ADIK SAYA DOK" teriak Rian di lorong rumah sakit.
Tak lama kemudian dokter dan beberapa suster pun segera menghampiri Rian dengan membawa brankar.
Dengan sigap Rian segera menidurkan Icha diatas brankar tersebut.
"Tolong tuan tunggu diluar, kami akan memeriksa keadaan pasien" ucap suster sambil menutup pintu ruang UGD.
'Ya Allah selamatkanlah adik hamba Icha' batin Rian.
Tak lama kemudian datanglah Rey dan Lio karena Rian telah memberitahu lokasi rumah sakit nya.
"Bang gimana keadaan Icha bang? " tanya Lio.
"Masih diperiksa dokter" balas Rian lemah.
Sedangkan di dalam ruangan dokter sedang memeriksa keadaan Icha. Kemudian Icha pun sudah sadar.
"Dok sebenarnya saya sakit apa dok? " tanya Icha dengan suara seraknya.
"Ka-kamu sakit leukimia stadium awal" gugup dokter tersebut karena ia merasa kasihan pada Icha.
Bagai disambar petir di siang bolong!.
Icha pun meneteskan air matanya.
"Tapi apa saya bisa sembuh dok? " lirih Icha.
"Bisa saja asalkan nona rajin kemoterapi" jawab dokter tersebut. Icha pun mengangguk lemah.
"Dok jangan beritahu mereka tentang penyakit saya, saya gak mau mereka khawatir" mohon Icha.
"Ta--Tapi" ragu dokter tersebut.
"Dok saya mohon, dok"
"Huft, baiklah saya tidak akan memberitahu mereka" pasrah dokter tersebut.
"Terima kasih dok" ucap Icha. Dokter pun mengangguk mengiyakan.
"Baiklah kalau begitu saya permisi keluar dulu" pamit dokter tersebut dan keluar dari ruangan Icha.
Kemudian semua abangnya Icha masuk kedalam ruangan dengan wajah khawatir.
"Dek kamu beneran gak papa kan? " tanya Lio.
"Aku gak papa bang, aku hanya kecapean aja" alibi Icha.
"Yaudah sekarang Icha makan dulu yah" ucap Rey.
"Gak mau bang, rasanya hambar"rengek Icha.
"Kamu harus makan Icha biar cepet sembuh" tegas Rian.
"Huft, baiklah" pasrah Icha.
Kemudian Icha pun memakan makanannya dengan disuapin oleh Rey.
****
Sementara di sekolah, Arkan uring-uringan karena ia tidak melihat Icha di sekolah, bahkan Icha tidak menghubunginya sama sekali. Begitu pun dengan Sasha yang tidak fokus belajar, ia sedang memikirkan Icha kenapa ia tidak masuk? Pikirnya.
"Kan kantin yuk" ajak Arsen.
Dengan malas Arkan pun pergi ke kantin mendahului Arsen.
"Kampret tu anak ninggalin gue sendiri" Gumam Arsen.
Kemudian ia segera berlari mengikuti Arkan.
Sesampainya dikantin, Arsen melihat Arkan yang duduk di meja kantin pojok, ia pun segera menghampiri Arkan.
"Kan lo kenapa sih, dari tadi uring-uringan mulu? " tanya Arsen.
"Gue khawatir sama Icha Sen" jawab Arkan.
"Mungkin Icha sedang ada acara keluarga, toh Rey dan Lio juga tidak masuk kan" ucap Arsen.
Ada betulnya juga ucapan Arsen. Mungkin Icha sedang ada acara keluarga. Pikir Arkan.
Kemudian mereka berdua pun segera memesan makanan.
****
Sedangkan dirumah sakit, Icha sedang merengek abangnya untuk meminta pulang.
"Bang, aku bosen aku mau pulang yah bang" rengek Icha. Pada Lio.
"Kamu baru sadar Icha, kamu harus benar-benar pulih dulu" ucap Lio.
"Aku bosen disini terus bang, boleh yaya" ucap Icha dengan wajah memelas.
"Huft baiklah, tapi bilang dulu sama bang Rian dan Bang Rey ya" jawab Lio.
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka menampilkan Rian dan Rey yang baru saja datang sambil membawa makanan.
"Bang aku mau pulang boleh yah" rengek Icha.
"Kamu masih belum pulih sayang" jawab Rian.
"Tapi aku mau pulang hiks... Hikss" lirih Icha.
Rian yang tidak tega melihat adiknya menangis segera memeluk adiknya tersebut.
"Huft, baiklah kamu boleh, abang izin dulu ke dokter yah" ucap Rian.
"Beneran bang"
"Iya sayang bener"
"Aaa makasih abang" girang Icha.
Sedangkan abang-abangnya Icha yang melihatnya pun tersenyum bahagia.
Karena mereka merasa bahwa jika Icha bahagia, mereka juga merasa bahagia.
****
Hai author kembali.
Gimana sama part ini?
Jangan lupa VOMENT oke, biar lebih semangat lagi ngetiknya.
Oke see you next part
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessive Brother's [COMPLETED]
Hayran Kurgu"Bang aku mau main keluar yah sama sahabat aku" izin nya. "Gak boleh" ucap para abangnya serempak. "Engkau tidak memiliki rasa takut untuk melindungiku, memberi pengetahuan, bahkan sering memarahiku karena perbuatanku. Akan tetapi, engkau tetaplah...
![Possessive Brother's [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/204754952-64-k781287.jpg)