Chapter 31

10K 397 16
                                        

Lio terlihat kesal bercampur bahagia.
Kesal karena ia dikerjai oleh semuanya.
Bahagia karena banyak orang yang sayang padanya.

Tak sadar ia pun menitikkan air mata bahagianya.

"Loh bang Lio kok nangis sih" ucap Icha.

"Abang nangis karena bahagia, karena banyak yang sayang sama abang. Makasih semuanya"

"Iya sama-sama"

"Yaudah sini nak, tiup lilin dulu" kata Opa.

"Iya Opa"

Lio pun segera menghampiri Vira-Bundanya yang memegang kue ulang tahunnya, setelah berdo'a ia pun segera meniup lilinnya.

Suara riuh tepuk tangan tatkala Lio meniup lilinya.

Icha pun segera memeluk Lio, sambil memberi ucapan selamat kepada Lio "Selamat ulang tahun bang Lio, semoga panjang umur, tambah ganteng" ucap Icha disela pelukannya.

"Aamiin, makasih adek abang yang cantik" balas Lio seraya menguraikan pelukannya.

"Selamat ulang tahun Lio" kompak sahabat Lio dan Icha.

"Makasih yah guys"

"Nah sekarang Lio potong dulu kuenya, terus kasih kue yang pertama buat orang yang Lio sayang" kata Aldo-Ayahnya.

Ia pun segera memotong kuenya. Potongan kue yang pertama ia berikan untuk Icha, begitu seterusnya sampai semua kebagian.

***

Hari minggu pun telah berlalu. Maka selanjutnya ialah hari senin, hari yang paling semua orang benci, tapi gak semua kecuali Icha, ia sangat senang dengan hari senin karena apa? Karena di kelas Icha, hari senin adalah pelajaran Matematika, dan Icha sangat suka dengan Matematika.

Semua anggota keluarga pun telah berkumpul di meja makan.

"Selamat pagi" sapa Icha sambil menarik kursinya.

"Pagi princess" jawab semuanya.

"Mau makan apa sayang?" tanya Vira.

"Roti sama susu aja Bun" kata Icha.

"Ehh jangan itu sayang, itu gak akan kenyang loh, mending kamu makan nasi goreng aja yah" kata Aldi-Papanya.

"Tapi pa--"

"Papa gak Terima penolakan sayang"

"Huft iya deh Pah"

Kemudian Vira pun segera menghidangkan sarapan untuk Icha.

Dan Icha pun langsung memakannya.
Baru saja dua siap namun perut Icha terasa mual, dan rasa sakit kembali menyerang kepalanya.

"Awwsh" ringis Icha sambil memegang kepalanya.

"Adek kamu kenapa?" panik Rian.
Semua nya pun langsung menoleh ke arah Icha.

"Ke-kepala I-Icha sa---" Belum sempat Icha selesai berbicara, namun ia sudah tak sadarkan diri.

"ICHA" teriak Aldi, kemudian Aldi pun segera menggendong Icha ala Bridal Style.

"Papa akan antar Icha ke kamar. Kalian telepon dokter yah" kata Aldi sambil membawa Icha menaiki tangga.

"Biar Rian aja yang telpon dokter Opa" kata Rian.

Possessive Brother's [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang