Perbincangan

1.1K 61 0
                                    

"Lebih baik Abang bersihin badan dulu! Aku ngeri tau gak lihat kamu? Udah mirip korban kecelakaan." Itu adalah suara Davin yang terdengar dengan tangan yang menyerahkan baju ganti ayah yang dibawakan oleh Gaevin beberapa menit lalu.

"Lalu istirahat! Aku yakin banget kalau dari bandara Abang langsung kesini kan?" sahut Gaevin yang mendapat balasan senyum simpul ayah.

"Makasih ya udah bantuin Abang ngejagain si Bintang," ucap ayah dengan tulusnya.

"Itu udah jadi kewajiban kita juga, Bang." Suara Gaevin terdengar menjawab. "Kita itu juga orang tua bagi Vee kalau lagi jauh darimu, Bang." Suara Davin pun turut menyahut.

"Yaudah, Abang cepetan bersih-bersih sana!" titah Gaevin yag tanpa bantah dilaksanakan oleh ayah.

"Kita semua tau gimana sayangnya kamu keanakmu, Bang." Dengan serempak batin Davin dan Gaevin berucap bersama mata yang menatap pintu kamar mandi yang telah tertutup ratap menyisakan suara gemericik air dari dalam.

Ceklek!!

Dan tak membutuhkan waktu yang lama mungkin hanya 10 menit itupun entah ada atau tidak, pintu kamar mandi telah kembali terbuka disusul ayah yang keluar dengan balutan bajunya yang pastinya telah berganti.

"Nah, gitu kan enak dipandang, Bang ...gak mengenaskan macam korban bencana alam," sahut Davin meneliti penampilan abangnya yang telah tampak segar.

"Oh ya, tadi Abang sempet ngobrol sama sopir taxi-." "Ya Allah, Bang!! Ngapain kamu pakai acara ngobrol sama sopir taxi? Mau minta gratis gitu?!" Belum juga ayah menyelesaikan ucapannya namun Davin terlebih dahulu menyahut dan memotong ucapannya.

"Ya! Aku belum selesai ngomong!" protes ayah tajam yang hanya mendapatkan cengiran dari Davin saat mendapat pelototan gratis darinya.

"Sopirnya masih muda namanya Bayu, katanya sih kakak tingkatmu saat di kampus Gaev," lanjut ayah yang kini beralih menatap adik bungsunya.

"Oh ...Kak Bayu," gumam Gaevin dengan kepalanya yang mengangguk-angguk. "Aku tau sih dia, dia salah satu mahasiswa berprestasi gitu. Dia ketua BEM," lanjut Gaevin.

"Apa dia dari keluarga kurang begitu?" tanya Davin terheran. "Kalau gak salah dulu dia itu dulu dari keluarga yang cukup, tapi karena kedua orang tuanya meninggal dia jadi hidup seorang diri deh," jawab Gaevin meski terdengar tak begitu yakin.

"Emangnya tadi Abang ngomongin apa aja sama Kak Bayu?" tanya Gaevin yang akhirnya terserang rasa penasaran juga.

"Ya ...pertama dia dulu yang nyapa Abang, karena Abang yang terlalu banyak menghela nafas jadi dia heran gitu deh, mungkin kayak orang tua gitu," jawab ayah.

"Emang kamu udah tua kali, Bang." Dengan entengnya Davin menyahuti ucapan ayah yang berhasil membuatnya mendapat satu pelototan gratis dari sang abang

"Terus ...yang gak Abang sangka dia itu kenal Abang tanpa Abang ngenalin diri dulu," lanjut ayah.

"Cuma anak bayi aja yang gak kenal ama lu kali, Bang." Untuk kedua kalinya Davin dan Gaevin membatin dengan serempak. Mereka merasa terheran aja sama abang tampan mereka itu, yang terkenal tapi gak menyadarinya.

"Terus apa yang akan Abang lakuin sama tu anak Bayu?" tanya Davin ang menangkap aka nada maksud tersembunyi dari sang abang, sebab seorang Ivander Kim jarang sekali lo membicarakan orang yang baru dikenal tanpa ada maksud didalamnya.

"Mau aku jadiin bodyguard untuk Bintang." Dengan entengnya ayah menjawab tanpa peduli akan wajah shock kedua adik tampannya.

"Gwe jamin bakal ngambek satu bulan tu bocah," gumam Gaevin menyahut dengan acuh.

"Gak usah nyeleneh deh, Bang!" ucap Davin menolak jawaban ayah. "Saat pertama kali Abang masukin Bang Fahri aja si Vee udah ngambek satu ngambek! Dan kalau Bang tetep ngelakuin itu aku jamin gumaman Gaevin bakal kenyataan," lanjut Davin, sedangkan Gaevin yang namanya disebut pun seketika menolehkan kepalanya.

"Tajem juga telinga ni orang," batin Gaevin menatap takjub Davin.

"Lebih baik tunggu aja Kak Bayu lulus kuliah baru deh, Abang rekrut dia ke perusahaan karena gak bakal nyesel masukin dia," ucap Gaevin menyuarakan usulna.

"Baiklah kalau gitu," ucap ayah akhirnya.


TBC

I'M COME BACK AGAIN!!!!

halah gaya pakai bahasa inggris padahal gak bisa sama sekali

ok, aku kembali dengan cerita yang ntahlah menurut kalian gimana? makin bagus atau makin nyeleneh.

man-teman aku mau tanya.

soalnya ni cerita bakalnya panjaaaaaang banget.

menurut kalian enaknya di skip aja atau sesuain dengan alur yang ada di oret-oretan?

please, aku butuh saran kalian semuanya

gomawoyoo

anyeoooo


Father And Son(HIATUS)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang