[ COMPLETE ]
"Nggak mudah buat dapetin kamu, dan sekarang aku bersyukur, aku berhasil."
- Giovano Eldrick Sanjaya
"Banyak hal yang gagal di hidup aku, dan aku bersyukur kamu nggak jadi salah satunya."
- Tamara Erika Adelina
✦ Pertemuan singkat G...
[ ERIKA POV ] "Ara! Udah belum main air nya? Sekarang udah mau malem ayo kita pulang!" ucap ku sambil berteriak, kulihat Gio ikut menoleh.
"Oke bun, sebentar lagi istana nya udah mau jadi!" teriak Ara yg masih fokus dengan istana pasirnya.
"Yey! Akhirnya jadi! We did it papa!" Ucap Ara sambil melakukan high five dengan Gio, wait aku nggak salah dengar kan? Ara manggil Gio papa? Ara dan Gio pun menghampiri ku.
"Bun, liat deh istana pasir aku bagus kan? Aku yang bikin loh!" Ucap Ara girang sambil menunjuk istana pasir nya.
"Loh kan uncle juga ikut bikin Ara!" jawab Gio.
"Hehe, aku kan mau sombong ke bunda," ucap Ara sambil tersenyum.
"Yaudah kalo gitu ayo pulang, Gio makasih ya udah ikut nemenin Ara, Ara jadi punya temen," jawab ku di sela sela percakapan mereka.
"Ah iya mbak nggak papa, nanti kalo Ara nggak ada temen main, bilang aja ke saya," ucap Gio sambil tersenyum.
"Makasih ya papa, Ara seneng deh!" Ucap Ara sambil tersenyum dan memeluk Gio. Aku terkejut, bingung sihir apa yang di gunakan Gio sampai Ara cepat sekali beradaptasi dengan dia.
"Iya Cantik, yaudah yuk kita pulang, Mbak Erika kesini naik apa?" Tanya Gio.
"Ah saya kesini bawa mobil," jawab ku.
"Ah gitu, ehm, mbak b-oleh saya minta nomor telfon nya? Biar mbak bisa hubungin saya sewaktu waktu Ara nggak punya temen atau ada apa apa, " Ucap nya sedikit ragu.
"Ah, boleh nomornya 08XXXXXXXXXX," jawab ku, sejujurnya aku tidak terlalu suka memberikan nomor ku ke orang yg baru aku kenal, tapi karena Gio teman Rio, ok baiklah.
"Udah saya Save ya mbak, kalo misalkan ada sesuatu yang mendesak atau Ara kangen sama saya, mbak bisa hubungin saya, hehe," Ucap nya sambil terkekeh.
"Kalau gitu saya pamit ya," lanjutnya sambil mengelus kepala Ara dan tersenyum kepadaku, sebelum pergi.
"Bye Papa! See u soon!!" Ucap Ara sambil tersenyum melambaikan tangan ke Gio.
"Yaudah yuk Ara kita pulang," ajak ku ke Ara sambil berjalan ke mobil.
Akhirnya kami pun kembali ke rumah.
-
[ GIO POV ]
Bingung, itu yang ku rasakan sepertinya terlalu berlebihan meminta Ara untuk memanggil ku 'papa'? Padahal aku dan Mbak Erika nggak punya hubungan apa apa, bahkan kita baru bertemu dua kali. Tadi ku lihat juga Mbak Erika terlihat kaget.
"Aish Gio bodoh, gapapa deh yang penting Ara senang," Ucap ku meyakinkan diri.
Sesampainya dirumah, aku langsung masuk ke kamar dan membuka handphone ku. Gak ada yg menarik, hanya berisi obrolan ku dengan Rio, Client ku, dan yang lainnya. Wait, aku baru ingat tadi aku meminta nomor telpon Erika.
"Coba kita chat," Ucap ku meyakinkan diri.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Online, tapi gak dibales," sambil menunggu mbak Erika membalas pesan dari ku, iseng ku buka profile picture nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
'Cantik' gumam ku tanpa sadar.
-
[ ERIKA POV ]
"Ah capek juga ternyata."
Sesampainya di rumah aku langsung menidurkan Ara dan ke kamar untuk membersihkan diri. Karena bosan dan tidak mengantuk, aku pun melihat lihat Handphone ku. Ku lihat ada notif baru dari nomor tak dikenal.
"Oh Gio, Ah masa bodo lah, aku mau makan dulu," Aku pun ke bawah untuk mencari makanan di kulkas.
Selesai makan, aku pun kembali ke kamar dan hendak tidur, namun aku teringat dengan chat dari Gio.
"Gak sopan juga kalo aku ga bales," aku pun membuka pesan dari Gio dan membalas pesannya.
"Udah, sekarang waktunya kita tidur," aku mematikan Handphone ku dan beranjak tidur. - [ GIO POV ]
Ting!
Bunyi notifikasi dari handphone ku, saat ku check, oh notifikasi dari Mbak Erika, huft aku lega akhirnya dia membalas pesan ku.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Serius di balas 'ok' doang?" Ucap ku kebingungan.
"Singkat, padat, dan jelas," Ucap ku sambil melongo.
"Ah udah lah, sekarang waktunya tidur, Sleep well mbak Erika," Aku pun beranjak ke kasur dan tidur.
[ TO BE CONTINUED ]
Gimana part kali ini? Hehe sorry ya nulis nya pas malem jadi otaknya rada buntu, disini gue bikin Mbak Erika nya bodo amatan dlu, seru aja gitu liat cewe nya bodo amatan trs cowonya to the point gtu, wkwk🤠 Sorry juga ya part kali ini dikit hehe, dan gue skrng udah mastiin sebisa mungkin gue bakal update seminggu sekali hehe, walaupun gue tau sih ga banyak yg baca but oke, inshaallah nnti readers nya tambah banyak! AAMIINN