"Udah siap?" Sahut Gio dari seberang telpon. Sekarang Erika tengah menyiapkan barang barang keperluan nya untuk berangkat ke US. Kalau ditanya Ara ikut? Ara tidak ikut, mengingat Vero yang mungkin masih punya misi lain, Erika lebih memilih meninggalkan Ara bersama ibunya untuk beberap hari.
"Kamu udah sampe mana?"
"Ini aku baru masuk komplek, kamu siap siap ya."
"Ok." Sambungan telfon terputus. Erika menghampiri keluarganya dibawah.
[ ERIKA POV ]
"Erika," Panggil mama, aku segera menghampiri nya.
"Kamu disana yang baik baik ya, mama jadi khawatir mau ngelepas kamu pergi kemana mana. Kamu itu anak perempuan mama satu satunya, mama gak rela kalo kamu kenapa napa," Ujar mama sembari mengelus kepala ku.
"Aku cuman sebentar kok mah, tiga hari aku langsung pulang, ada Gio juga kok," Jawab ku sambil tersenyum.
"Maafin mama ya karena udah nyoba buat jodohin kamu sama Vero, mama gak tau kalo bakal jadi kaya gini."
"It's ok mom, gak ada yang perlu di sesalin. Aku bakal coba bicara baik baik sama Vero."
"Mbak mau apa?" Sahut Orang disebelah ku.
"Gi! Kamu ngagetin terus bisanya!" Ujar Ku kesal, karena tiba tiba Gio sudah berada di samping ku.
"Peace," Jawab nya sambil salam ke Mama.
"Barang barang udah siap semua?" Tanya Gio, aku hanya mengangguk.
"Mana, sini aku masukin ke mobil."
"Di kamar aku, kamu ambil aja, aku mau ngomong sama Ara dulu." Gio mengangguk sebagai jawaban dan pergi ke atas.
"Ara!" Panggil ku.
"Yes bunda," Sahutnya.
"Sini dulu sayang, sebentar."
"Yah bunda, padahal aku bentar lagi menang," Dengan muka kesal Ara menghampiri ku.
"Ara gak papa kan ditinggal sebentar?"
"Gak papa."
"Emang Ara nggak marah kalo bunda pergi pergi terus," Tanya ku lagi.
"Gak papa, kata uncle Rio, bunda sama papa mau pacaran," Jawab Ara sambil tersenyum. Aku segera menoleh kan kepala ku ke Rio yang tengah asik main game.
"Apa?" Jawab Rio acuh dan kembali fokus ke game nya.
"Inget kan pesan bunda selalu buat Ara?"
"Jangan bandel, gak boleh ngerpotin Oma, Harus nurut sama Oma," Jawab Ara sambil mengikuti gaya bicara ku.
"Pinter," Aku mengelus kepala Ara sayang dan memeluk nya.
"Udah siap?" Sahut Gio dari belakang. Aku menoleh kan kepala ku.
"Kok nangis?" Gio mengusap air mata ku. Ya aku memang sering meninggalkan Ara, tapi disaat seperti ini rasanya sulit.
"Cengeng ah," Ujar Gio dan menghampiri Ara. Mereka ngobrol sebentar lalu Gio membisikan sesuatu yang membuat Ara tertawa. Setelah itu mereka berpelukan sebagai salam.
"Ma, kita berangkat ya," Ujar ku dan menghampiri Mama lalu memeluk nya, lanjut memeluk Rio. Gio melakukan hal yg sama ke Mama, tapi tidak ke Rio.
"Kok gue gak dipeluk?" Sahut Rio kesal.
"Dah gede, malu sama umur," Jawab Gio sambil tertawa.
"Yaudah berangkat ya!" Aku dan Gio pun menuju mobil dan masuk kedalam dan mulai tancap gas ke Bandara.

KAMU SEDANG MEMBACA
HEAVEN | KSG X JJH✧ (✔️)
Fiksi Penggemar[ COMPLETE ] "Nggak mudah buat dapetin kamu, dan sekarang aku bersyukur, aku berhasil." - Giovano Eldrick Sanjaya "Banyak hal yang gagal di hidup aku, dan aku bersyukur kamu nggak jadi salah satunya." - Tamara Erika Adelina ✦ Pertemuan singkat G...