Part 25

1.6K 275 56
                                        


Selamat Membaca*

#Jungkook pov.

Aku tersenyum sinis. "Bagaimana bisa kau mencintai namja itu, dia narapidana dan jelas saja dia itu penjahat!" tekanku agar Yerim sadar, dia tak seharusnya terus berhubungan dengan Hanbin.

"Dia bukan penjahat oppa, tapi teman-temanmu." ucap Yerim lalu mendongkak ke arahku dengan tatapan tajam, tidak mungkin kan Yerim tahu soal Boss?

Aku tersenyum sinis, menganggap ucapan Yerim hanya lelucon. "Teman-temanku yang mana huh, June atau Yugyeom? Atau jangan bilang Mingyu." kekehku sembari mengalihkan pandanganku darinya.

"Boss, para mafia itu." tekannya lalu meraih tanganku dengan tergesa-gesa lalu melepaskan gelang milikku yang merupakan identitas dari anggota Boss.

Yerim membuang gelang itu setelah berhasil melepasnya. "Kau dan para mafia itu yang telah menjebloskan Hanbin oppa ke penjara, kalianlah yang jahat!" bentaknya dengan amarah.

"Aku jahat? Kau pikir! Siapa yang telah membuatku seperti ini!" bentakku padanya yang kini seperti tidak ingin mendengarku berbicara, dan tetap berpikir bahwa aku ini orang jahat.

Aku menarik kedua bahunya agar menghadapku. "Aku melakukan ini semua karenamu, karena aku tak mau kau meninggalkanku demi Kim Hanbin." ungkapku berusaha untuk meyakinkannya kalau aku hanya ingin dia tetap bersamaku.

"Bukan seperti itu caranya, kau membuat Hanbin oppa yang tak salah apa-apa jadi menderita." timpal Yerim yang sepertinya lebih simpati kepada Hanbin daripada padaku.

Sungguh miris, istriku sendiri lebih perduli dan menyayangi pria lain daripada suaminya sendiri bahkan setelah aku melakukan semua ini untuknya.

Aku menghempaskan tubuh Yerim dan menatapnya dengan linangan airmata. "Kau tidak pernah pikirkan perasaanku, yang ada dipikiranmu cuman Hanbin, Hanbin dan Hanbin." bentakku mulai mengungkapkan sakit hatiku selama ini.

"Hanbin memang dipenjara dan dia menderita, tapi apa kau tau? Apa kau pura-pura tak tahu? Aku jauh lebih menderita selama ini dan banyak mengorbankan perasaanku karena kalian!" bentakku sembari menatap Yerim yang kini mulai menangis.

Benar, menangislah karenaku. Aku adalah namja brengsek yang selalu membuatmu menangis dan terus menderita. Aku yang tidak pernah bisa membuat hidupmu bahagia.

Tapi aku benar-benar tak bisa terima ini semua, Yerim harus tau kalau aku lebih pantas di cintai. "Aku iri pada Kim Hanbin, dia punya kedua orangtua yang lengkap dan adik perempuan. Sementara aku, aku tidak punya siapa-siapa bahkan istriku sendiri lebih mencintai dia! Lalu untuk siapa aku hidup?"

"Beritahu aku bagaimana caranya melanjutkan hidup tanpamu? Apa sebaiknya aku mati saja?" tanyaku dengan airmata yang tak terasa sudah mengalir di kedua pipiku, menunjukkan diriku benar-benar sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakit hati ini.

"Jungkook-ah..." Yerim kini meraih tanganku yang berada di dalam saku, menggenggamnya dengan sangat lembut. "Maafkan aku."

"Tidak perlu meminta maaf, jika kau akan mengulangi kesalahan yang sama." kulepaskan tangan Yerim dari tanganku lalu mulai melangkah keluar rumah karena aku mulai menyadari kalau apapun yang ku katakan padanya hanya sia-sia.

Yerim menahan langkahku, dia berdiri dihadapanku. "Aku akan meninggalkan Hanbin oppa." ucapnya membuatku tersenyum miris, mana mungkin Yerim bisa melakukan itu?

"Asalkan, kau dan teman-teman mafiamu itu membebaskannya." pinta Yerim melanjutkan ucapannya, seperti yang seharusnya aku duga.

Dia lakukan ini hanya demi bebasnya Kim Hanbin. Tapi Baiklah, jika itu maumu Yerim.

The Innocent HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang