Kita menikmati prosa
Dengan secangkir rasa
Yang tersekat oleh kata-kata
Pada pertemuan pertama
Lalu menjadi tanda tanya
Benarkah ini sebuah prosa?
Atau hanya sekedar emosi rasa?
Atau mungkin, kita hanya di perkosa oleh kata-kata?
Adakah kemungkinan ini hanya sekedar tanda tanya?
Agar kita saling berlomba
Mencari jawaban: lalu menjadi makna?
Saat bulan purnama tiba
Di pertemuan kita
Aku ingin menyiapkan sebuah prosa
Entah itu kata-kata biasa
Atau menceritakan peristiwa luar biasa
Mungkin juga hanya sekedar tanda tanya
Yang sedikit mengusik rasa
Hingga kemungkinan hanya omong kosong belaka
Yang membuat kau dan aku tertawa
"Membicarakan tentang kebenaran dan ke tololan manusia untuk sesuatu yang fana"
HA! HA! HA!
Kau dan aku tertawa
Membicarakan teori kebalikan yang kita
Karang; tentang melihat "kebenaran dari banyak hal yang terlahir dari ke tololan" manusia
Bahkan tidak jarang juga
Di embel-embeli bahasa agama
HA! HA! HA!
Untuk sesuatu yang fana
Tidak sedikit manusia
Yang sibuk mengejar bahkan saling berlomba
Hingga tersesat bahkan gila
Di belantara peradaban yang jadah dan fana ini. Katamu.
HA! HA! HA!
HA! HA! HA!
HA! HA! HA!
Kau dan aku larut dalam gelak tawa
Hingga lupa;
Untuk apa aku menulis prosa?
"Mungkin kau sedang belajar memerkosa kata
Atau mengeja satu persatu aksara". Katamu
Atau mungkin sekedar membuat gelak tawa
Hingga membuat rasa
Menjadi tanda tanya
Untuk apa aku membuat prosa
Bisa jadi aku menulis prosa
Sebagai batasan agar kita sadar tentang hal yang fana
Lalu menjadikannya gelak tawa
Agar kembali menjadi makna.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antologi Puisi
PoetrySekumpulan realita yang saya tangkap dalam setiap ruang lalu menjadikannya sebuah Puisi. Saya ingin menulis. Apa yang saya lihat dan apa yang saya dengar ingin saya tulis! Jangan lupa Komen dan Vote ya sayang heuheu .. [GRATIS!] Selamat membaca Sela...
