Biarkan desahmu
Cukup aku yang tau
Desah di antara payudara
Leher dan di antara selangkangan kita
Tentang nafas yang saling memburu hingga
Klimaks yang di selimuti dimensi dunia serasa milik kita berdua
Ah ..
Adalah kata istimewah yang mewakili segalanya, katamu.
Di atas ranjang
Kita telanjang
Dengan kesenangan
Sedikit perjuangan
Semoga kita bisa melakukannya dengan waktu yang sedikit panjang
Agar sedikit menyenangkan. Kataku.
Bagai seorang Raja dan Ratu
Yang sedang melaksanakan upacara bulan madu
Kita bercumbu saling mengejar candu; nafsu.
Rintik hujan menyambut langkah kita tentang nafas yang saling memburu
Tanpa seorang pun tau.
Di seperempat malam
Di ke heningan yang mulai mendalam
Kita sudahi tentang desah di antara payudara dan celana dalam
Kau melempar senyum ke arahku
Dan bicara tentang birahi
Yang membuatmu selalu menagih
Dan dengan jelas kau berbisik: aku Mau Lagi.
"Kapan kau kembali?" Katamu
"Nanti jika birahi dan kelaminku membutuhkanmu, ia akan membawaku kembali. Di tempat ini", aku menimpali.
Waktu menunjuk semakin pagi
Kita bergegas untuk menyudahi
Drama yang telah tuntas tentang kenikmatan sorgawi
Ku letakan pecahan seratus lima puluh ribu
Di sela behamu
Sebagai upah atas pekerjaanmu
Ku tinggalkan pelacur itu
Di depan pintu
Dimana ia biasa menyambut sang tamu
Honda tujuh puluh;
Yang ku kendarai beranjak meninggalkan tempat pelacuran kumuh
Tanpa kata: membisu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antologi Puisi
ŞiirSekumpulan realita yang saya tangkap dalam setiap ruang lalu menjadikannya sebuah Puisi. Saya ingin menulis. Apa yang saya lihat dan apa yang saya dengar ingin saya tulis! Jangan lupa Komen dan Vote ya sayang heuheu .. [GRATIS!] Selamat membaca Sela...
