Kota;
Adalah pertumbuhan
Bagi para beton dan gedong-gedong megah
Bagi para sampah
Dan menyebar luasnya bakteri
Di balik ketiak
Selakangan
Akal dan hati manusia
Hancurnya manusia
Juga jalanan, dan ke warasan
Di gerus peradaban
Terombang-ambing zaman
Atas nama pembangunan, juga kemiskinan
Berkumpulnya para predator
Dan tikus-tikus kecil di balik meja perusahaan dan lapak parkiran
Kota,
Hanyalah cerita usang tentang sebuah kemajuan
Yang berselimut di balik kata sejahtera
Bagi manusia
Kami bersedia
Menjadi kerbau
Dan robot beryawa
Setelah melacur pada perusahaan
Demi mencukupi ke butuhan
Dan dengan cemas
Batinnya berkata: Semoga kau tidak tuli Tuhan atas segala pertanyaan hamba
Tentang sebuah makna; di hadapanmu bagaimana kami belajar menjadi seorang hamba yang taat pada agama
Sedangkan di hadapan perusahaan kami "orang-orang pinggiran" terpaksa menjadi tumbal peradaban!
Cuih ..!
Dan dengan gagah kami mencoba tersenyum menjadi kerbau dan robot bernyawa
Yang ling-lung oleh kenyataan
Yang di jejali oleh ke khawatiran
Yang terpenjara oleh ocehan dan sanjungan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antologi Puisi
PoetrySekumpulan realita yang saya tangkap dalam setiap ruang lalu menjadikannya sebuah Puisi. Saya ingin menulis. Apa yang saya lihat dan apa yang saya dengar ingin saya tulis! Jangan lupa Komen dan Vote ya sayang heuheu .. [GRATIS!] Selamat membaca Sela...
