Mungkin kau hanyalah bayangan
Yang coba ku dekap dengan sepenuh angan
Berharap tidak akan ku lepaskan
Tapi aku sadar : kau hanyalah bayangan
Yang coba ku dekap dengan sepenuh angan
Yang tidak mungkin menjadi kenangan
Karena kau hanyalah bayangan
Yang ku dekap dengan sepenuh angan
Jangan kan membayangkan
Atau menjadikan
Kau sebagai perempuan pujaan;
Bagiku itu hanyalah bualan
Kau tetap lah bayangan
Di dalam ingatan
Dalam setiap muatan pikiran
Yang ku dekap dengan angan
Tanpa peduli ocehan dan makian
Kau yang ku bayangkan
Kau yang ku jadikan angan
Tak peduli rintangan
Dalam setiap rayuan
Dan guyonan
Kau tetap perempuan
Yang ku rindukan
Dalam setiap tangisan
Dan pelarian.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antologi Puisi
PuisiSekumpulan realita yang saya tangkap dalam setiap ruang lalu menjadikannya sebuah Puisi. Saya ingin menulis. Apa yang saya lihat dan apa yang saya dengar ingin saya tulis! Jangan lupa Komen dan Vote ya sayang heuheu .. [GRATIS!] Selamat membaca Sela...
