.
.
.
.
.
"Jim? "
"Hum. " Jimin menolehkan kepalanya, menatap sisi wajah Taehyung yang tengah duduk disebuah kursi ditaman belakang istana Jeon -taman yang merupakan tempat favorit pangeran Jungkook.
"Aku penasaran bagaimana keadaan adikku sekarang ini. " berkata sambil menatap lurus ke depan, memandang berbagai macam bunga yang tumbuh di sana. " sudah hampir satu minggu aku di sini, tapi aku belum sekalipun mengunjungi Taeri."
Jimin menganggukkan tanya kepalanya, " aku mengerti perasaanmu, Tae. " ucapnya. Cemen lalu mengalihkan pandangannya dari Taehyung lalu menatap ke depan " aku yakin Taeri akan baik-baik saja. "
" aku tahu, tapi aku mencemaskan nya. " ucap Taehyung, dari suaranya Jimin yakin kalau Taehyung sedang sedih saat ini. " aku ingin bertemu dengannya dan memastikan kalau dia benar-benar baik-baik saja. "
" tapi, Tae, itu mungkin akan sulit... " kata Jimin tidak yakin, " Maksudku sekarang ini kau adalah Taeri dan bukan Taehyung, dan jika kau ingin keluar dari istana ini mereka tidak akan membiarkan mu pergi sendiri. "
" aku tahu itu, jim... " ucapnya murung. " untuk itu aku butuh bantuanmu agar aku bisa keluar dari sini. " sambil menatap Jimin yang berdiri di sebelah ia duduk.
" hah? Maksud mu? "Jimin memiringkan kepalanya, iya tidak mengerti perkataan yang diucapkan oleh sahabatnya itu.
" maksudku, aku ingin kau bicara pada raja kalau aku -maksudku Taehyung ingin bertemu denganku. Bilang saja kalau Taehyung sangat merindukan adiknya ini. "Taehyung berkata sambil menunjuk dirinya sendiri, berusaha membuat Jimin mengerti dengan segala yang diucapkan nya.
" kau ingin aku berbohong pada raja, begitu? " kata Jimin tidak percaya apa yang baru saja di dengarnya. Apakah Taehyung menjadikannya umpan? Astaga, jika saja Taehyung bukan sahabatnya sudah pasti ia kan habis di tangan Jimin.
" ayolah, jim~"Taehyung berucap manja, ia menarik-narik ujung lengan baju yang dipakai oleh Jimin. " kita kan sahabat, ya ya? " inilah yang membuat Jimin tidak menyukai Taehyung saat mereka masih kecil, karena ia selalu saja dapat membuat Jimin menuruti segala keinginan bodohnya.
Hah.
" baiklah baiklah akan kucoba. Tapi jika tidak berhasil jangan salahkan aku. " kata Jimin putus asa.
"Terimakasih, Jimin. " ucap Taehyung gembira. Ia bahkan bangun dari duduknya dan lompat-lompat kecil karena ucapkan sang sahabat , ia bahkan tidak menyadari seseorang tengah memandangnya dari kejauhan. Senyum kecil jelas tergambar di bibir orang itu.
.
.
Jungkook baru saja selesai melakukan kegiatan hariannya, yaitu berlatih pedang bersama dengan Yoongi. Ia kini sedang berjalan di lorong istana dengan Yoongi yang berada tepat di belakangnya.
"Hyung? " panggil Jungkook pada sang pengawal pribadi.
"Ya?" jawab yang di sambil terus berjalan tepat di belakang sang pangeran. " ada apa, yang mulia? " tanyanya.
"Hyung, sudah kubilang panggil aku Jungkook jika kita sedang berdua. " kata Jungkook kesal, iya kesal karena harus selalu mengingatkan Yoongi tentang hal ini.
" baiklah, terserahmu. " kata Yoongi cuek, " ada apa, Jungkook? "
"Hyung, kau tahu kalau kau terlihat lebih pendiam beberapa hari ini. Apa ada sesuatu yang terjadi? " tanya Jungkook. Ia dan Yoongi terus berjalan menelusuri lorong-lorong yang ada dalam istana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Prince or Princess | Kv √
FanfictionKookV . . . 01/11/20 : #3 kookv 02/11/20 : #2 kookv 09/11/20 : #1 kookv
