Mas Deni mengumpulkan tim kecil yang terlibat dalam proyek kerjasama dengan Micro Graph di dekat area kerjanya. Selain aku dan Mas Deni, tentu saja Leon ikut hadir. Linda baru bergabung lima menit setelah meeting dimulai, sementara Mbak Ingrid tidak terlihat keberadaannya.
"Mbak Ingrid izin tidak ikut meeting ya Mas, ada tugas dadakan dari Pak Irwan," Linda menginformasikan kepada Mas Deni beberapa saat setelah mengambil duduk di sebelahku.
Mendengar penjelasan Linda, aku menghela napas dengan lega. Hampir saja aku berpikir ada sesuatu yang salah sampai Mas Deni mengumpulkan kami pagi-pagi, kemudian Mbak Ingrid juga tidak ikut serta. Walaupun tetap saja merasa ada yang aneh, karena Mas Deni baru menginformasikan meeting ini setengah jam yang lalu.
Tanpa sadar aku menoleh ke arah Leon yang duduk di sebelah Mas Deni, di seberang Linda. Seperti tahu akan pertanyaanku, Leon hanya menaikkan kedua bahunya sembari menggeleng pelan. Entah mengapa kami seperti dapat melakukan telepati hanya dengan bahasa tubuh saja.
"Sorry, gue panggil kalian semua pagi-pagi," Mas Deni memecah keheningan setelah memastikan tidak ada lagi yang ditunggu. "Sebelumnya, terima kasih kembali untuk Leon dan Rissa yang sudah melakukan pekerjaan yang sangat baik di Seoul," Mas Deni bertepuk tangan yang segera diikuti oleh Linda. Aku dan Leon hanya tersenyum kikuk membalas perlakuan mereka. "Melanjutkan pekerjaan kalian, pagi ini gue sudah terima update dari tim legal soal draft kontrak yang tim Micro Graph kirimkan dan semuanya terlihat oke. Hanya sedikit penyesuaian saja terkait beberapa aturan. Penyesuaiannya terkait nilai kontrak serta beberapa aturan yang belum sesuai."
Mas Deni kemudian menunjukkan beberapa halaman kontrak melalui layar laptop, dan menunjukkan beberapa bagian yang harus direvisi masing-masing oleh aku, Leon dan Linda.
"Gue akan kirim ke surel kalian sekarang ya dokumennya. Sedikit mendesak, tapi gue harap malam ini bisa selesai ya," tutup Mas Deni yang hanya sanggup kubalas dengan senyuman. Sudah hampir setahun aku bertahan di Coridel Live, tentu deadline ajaib sudah jadi bagian dari kehidupanku. Kalau bisa deadline dibuat selesai kemarin, pasti akan diminta.
"Gue sudah kirim tautan Google Drive foto-foto kita di Korea kemarin," ujar Leon saat aku tengah mengunduh dokumen yang dikirimkan oleh Mas Deni.
"Oke, nanti gue lihat ya," balasku acuh tak acuh. Melihat foto-foto perjalanan ke Seoul kemarin, saat ini ada di prioritas paling bawah. Ucapan Mas Deni terkait deadline lebih terngiang-ngiang di kepalaku.
"Lihat sekarang dong," Leon menggeser kursinya mendekatiku. Dengan cekatan, Leon mengambilalih tetikus dari tanganku dan membuka kotak surel. Otomatis, aku tergeser menjauhi laptop dan sekarang pandanganku ke laptop terhalang badan Leon.
"Aduh bok, lo enggak dengar tadi Mas Deni bilang apa? Harus selesai malam ini," ulangku ke telinga Leon yang tepat ada di depan mataku.
"Sebentar saja, nih lihat," Leon menggeser posisi duduknya tidak lagi menghalangiku. Sekarang aku sudah dapat melihat kembali layar laptop, ternyata Leon sudah berhasil membuka folder Google Drive yang dia kirimkan di laptopku. "Foto-foto yang ini cantik deh, sewaktu kita pergi ke Gedung Sangsang Madang itu."
Aku melihat foto-foto yang ditunjukkan Leon, terlihat pose-pose kami saat mengunjungi pameran foto di gedung itu. Memang benar hasil fotonya cantik-cantik sekali, mungkin karena pencahayaan di dalam ruangan gedung juga bagus saat itu. Tergerak melihat lebih banyak foto, aku meminta Leon untuk scrolling lebih jauh lagi untuk melihat foto-foto yang lain. Aku terus mengagumi hasil foto Leon, yang tidak salah lagi pria ini memang berbakat dalam dunia fotografi, sampai pandanganku tertuju ke satu foto. Leon memotretku dari belakang, sehingga punggungku tampak berbaur dengan suasana malam kota Seoul.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kick Me Out!
ChickLit[TAMAT] Terancam penalti kerja, Rissa mencari bermacam cara untuk dikeluarkan dari pekerjaannya yang menyebalkan. Sayang, semua trik yang dilakukan Rissa malah membuat perusahaan semakin mempertahankannya. Belum lagi rekan kerjanya, Leon, yang secar...
