Makasih yang udah setia baca sejauh ini, atau bahkan sampe baca ulang<3
Dukung aku terus lewat vote dan komen ya
Yuk, absen hadir pake emot kesukaan kalian
Love yu
—buna negaranya the tenar
***
Andai ; sebuah kata yang menyiratkan penyesalan dan luka
💍💐💍
Semua anggota drama sudah berkumpul diruang latihan. Raga sudah siap dengan beberapa properti yang sudah disediakan. Raga sudah berada dalam satu panggung dengan Dera. Bahkan hanya dengan memakai mahkota tanpa make up, Dera sudah terlihat layaknya seorang Putri sungguhan. Latihan pun dimulai, dan Dera selalu saja gagal fokus, saat Raga mencium tangannya. Seketika Dera langsung melupakan dialognya, setelah Raga mencium punggung tangannya.
"Dera, Fokus! Inget dialognya. Kalo masalah ekspresi, lo udah bagus."
"I-iya, maaf."
"Santai, ngga usah bentak-bentak." ucap Raga, mencoba membela Dera.
Latihan pun dilanjutkan kembali. Ini bagian dimana Dera harus terjatuh, dan Raga menangkapnya. Tatapan Dera dan Raga saling beradu. Mereka seolah tak bisa melepas pandangan matanya satu sama lain, setiap inci pergerakan mereka saling memperhatikan.
"Kamu hanya boleh jatuh dihatiku. Lain kali, hati-hati!."
"Tapi, pangeran. Aku bukan Putri yang sesungguhnya, aku tidak pantas untukmu. Aku hanya-"
"Putri. Aku akan membuktikan kepada seluruh rakyatku, jika hanya kamu yang pantas menjadi pendamping hidupku. Karena saat ini, duniaku ada di kedua tanganmu." Raga memegang kedua tangan Dera, lalu menciumnya layaknya seorang pangeran. Selang beberapa detik, Raga langsung mencium pipi Dera. Ini kedua kalinya Raga mencium pipi Dera. Raga berlutut dihadapan Dera, sambil memegang kedua tangannya.
"Aku ingin menjadikanmu milikku. Mari buat kisah indah bersama. Aku tidak akan berjanji untuk selalu membahagiakanmu, tapi akan aku usahakan kamu selalu bahagia. Menikahlah denganku?."
"Iya, aku mau menikah denganmu."
Latihan pun akhirnya selesai, Dera bernafas lega. Dengan langkah yang tergesa-gesa, Dera segera keluar dari ruang latihan. Ia ingin menghindar dari Raga secepatnya. Ternyata, keberuntungan sedang berpihak padanya, karena saat Dera keluar gerbang, ada angkot yang lewat. Dera langsung menghentikan angkot tersebut. Didalam angkot, batin Dera sedang berandai-andai. Andai Raga melakukan lamaran tadi di dunia nyata, mungkin Dera akan menjadi perempuan yang paling bahagia. Andai Raga adalah pangeran dikehidupan nyata, mungkin hati Dera tak akan sesakit ini. Ya, hatinya sakit, saat tau jika semua hanya sandiwara diatas panggung.
Hari ini Dera memutuskan untuk pulang kerumah Raga. Ternyata, Raga sudah lebih dulu sampai dirumah. Buktinya sekarang Raga sedang bermain ps4 nya dengan ketiga temannya, yaitu anggota THE TENAR kecuali Ezra. Dera yang merasa ditatap oleh Tito, langsung melarikan diri menuju kamar Raga.
Dera memutuskan untuk mandi, agar tubuhnya merasa lebih segar. Setelah mandi, ia turun kebawah untuk mengambil beberapa camilan dikulkas. Saat Dera ingin kembali kekamarnya, tiba-tiba Yaza datang memeluk kakinya. Yaza menarik-narik lengan Dera untuk diajak bermain. Interaksi keduanya tak lepas dari pandangan Raga dkk. Dera yang tak suka jadi pusat perhatian, langsung membawa Yaza menuju kolam renang. Dera menyuruh Yaza untuk bermain sendirian dulu, nanti Dera menyusul. Ia ingin mengabadikan kolam renangnya. Sudah lama, Dera tak menggunakan kamera ponselnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Popular Husband [SUDAH TERBIT]
Teen FictionDILARANG KERAS UNTUK PLAGIAT CERITA INI YA. KALO YG CAKEP..... YA TETEP GA BOLEH ANJIR! FOLLOW DULU SEBELUM BACA:) Warning! : 1. banyak typo bertebaran dan akan segera dilakukan revisi 2. Part ini kebanyakan konflik yang cuma akan menguras emosi pe...
![My Popular Husband [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/165906989-64-k875614.jpg)