RAGADERA 1✔️

448K 19.4K 1.8K
                                        

NOTE : BACA SETIAP PARAGRAF, JANGAN DI SKIP, AKU UDAH NGETIK CAPEK CAPEK. JIKA ADA TYPO, MOHON LANGSUNG KOMEN BERITAU AUTHOR

Absen dulu sini yang lagi baca ulang MPH

Jangan lupa untuk banjiri komen di setiap paragraf ♥

Vote dulu yuk sebelum baca:)

1,5k komen atau 12k vote, double up revisi

***

Rencana; hal yang kadang tak sesuai dengan kenyataan.

***

Seorang gadis cantik sedang berdiri di pinggir jalan, menunggu kendaraan umum yang lewat. Tak lama, sebuah mobil berwarna biru yang biasa dipanggil angkot, berhenti di depannya. Tanpa banyak bicara, dia langsung masuk kedalam angkot tersebut.

"Pak, nanti berhenti di jalan Bumi ya."
Gadis itu memasukkan buku yang bertuliskan dera's diary kedalam tasnya. Nama cewek itu adalah Dera.  Dia memandang kearah luar jendela, dan terpaku pada rombongan cowo yang sedang nongkrong di warung Gege. Itu sudah menjadi pemandangan yang biasa bagi anak SMA Elang. Warung Gege memang terkenal sebagai tempat tongkrongan bagi anak-anak yang terkenal bandel. Dera langsung memalingkan matanya ketika sadar matanya bertemu dengan sang pemilik mata lain. Dia sama sekali tak ada niatan untuk menatap sang pemilik mata. Kalian bisa bayangkan, bagimana rasanya ditatap oleh salah satu cowo yang populer di sekolah, ya walaupun hanya tatapan sekilas saja, namun seolah itu sudah membuat Dera berhenti bernafas. Dera menghela nafas lega, ketika angkot sudah mulai menjauh dari rombongan cowo-cowo tadi.

"Neng, tadi yang turun di jalan Bumi yang mana? Ini udah sampe."

"Oh, iya pak. Ini uangnya."

Dera langsung berjalan memasuki sebuah kompleks. Hanya butuh waktu lima menit untuk Dera sampai di depan rumahnya. Saat ini rumahnya sedang kosong, karena ayahnya sedang keluar kota untuk melakukan bisnis, dengan ditemani sang bunda. Sementara adiknya, sedang nongkrong bersama teman-temannya setiap pulang sekolah. Daren adalah satu-satunya adik yang Dera punya. Mereka hanya terpaut dua tahun, itu artinya saat ini Daren menduduki bangku kelas sepuluh, sementara Dera kelas dua belas.
Dera memasuki kamarnya yang di dominasi dengan warna biru tua, warna kesukaannya. Menurutnya, warna itu mampu melambangkan kepribadiannya yang lebih terkesan tertutup dan dingin. Dera bukanlah tipe cewe yang suka hangout bersama teman-temannya ke mall untuk shoping. Dia adalah tipe cewe yang lebih memilih untuk menghabiskan waktu di rumah. Bahkan, disaat semua teman-temannya banjir notif dengan semua sosial media, Dera hanya mendapatkan notif dari wattpad dan instagram, itu pun hanya sedikit. Diantara semua teman-temannya, hanya hp dia lah yang paling sepi. Namun, dia tak pernah mempermasalahkan hal itu. Dera melihat jam berbentuk bear, di atas nakasnya. Ternyata sudah jam setengah dua. Ia ingat jika dirinya belum memasukkan makanan kedalam perutnya sejak pagi tadi. Karena, dia berangkat lebih pagi, untuk latihan upacara. Dera turun kedapur, mencari makanan yang bisa ia makan.

"Huh, lagi-lagi harus bikin mie," ucap Dera sambil menghela nafas.

Karena, biasanya bundanya lah yang memasak untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Tak lupa, dia membuat segelas susu dingin, minuman kesukaannya. Setelah mengisi perutnya, Dera memutuskan untuk mengerjakan tugas fisika yang harus di kumpulkan besok. Dera membuka lembaran demi lembaran buku, yang isinya rumus-rumus semua. Saat tengah asik mengerjakan, tiba-tiba ada sebuah notifikasi di hp nya.

My Popular Husband [SUDAH TERBIT] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang