RAGADERA 33

215K 9.2K 1.1K
                                        

Rela ; rasa iklhas ketika kamu lebih memilih dia.

💍💐💍

Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, dan Raga sudah di perbolehkan untuk pulang oleh dokter. Dera dan Raga bersikap seolah tidak ada yang pernah terjadi diantara keduanya. Meski Dera kecewa dengan Raga, namun ia masih mau menyiapkan makan malam. Namun, hanya Raga sendiri yang menyantap makanannya, sedangkan Dera memilih untuk masuk kedalam kamarnya. Sejak tadi, belum ada topik yang bisa mereka bicarakan.

Setelah menyantap makanannya, Raga memutuskan untuk memasuki kamar Dera. Sedangkan sang pemilik kamar sudah tertidur lelap. Raga duduk di ranjang, samping Dera. Tangan Raga terulur untuk membelai wajah Dera, menyingkirkan rambut yang menutupi keindahan dari ciptaan Tuhan. Hanya ketika Dera tidur, Raga bisa leluasa memandangi wajah yang belakangan ini selalu terbayang di pikirannya. Tiba-tiba sebuah notifikasi muncul di layar ponsel Dera. Saat Raga melihatnya, dadanya langsung terasa sesak. Bukan karena chat yang masuk, tapi karena foto yang Dera jadikan wallpaper di hp nya. Yaitu foto Dera bersama Keno. Sebenarnya, cinta Dera itu untuk siapa? Keno bilang jika Dera mencintainya, tapi kenyataannya hanya Keno yang selalu menjadi prioritas Dera.

Raga berjalan kearah balkon untuk menikmati angin yang berhembus hingga menusuk ke ruas-ruas tulangnya. Mata Raga terfokus pada langit yang hanya dihiasi dua bintang dengan jarak yang sedikit jauh. Yang satu berada didekat bulan, dan satu lagi jauh dari bulan.

"Bulan itu ibarat Dera, dan bintang itu ibarat gue sama Keno. Keno yang udah ada di dekat bulan, dan gue yang berusaha mendekati bulan. Ken, harusnya lo liat gimana Dera tenggelam dirasa bersalahnya karena lo. Jujur, gue cemburu karena dia selalu inget setiap momen sama lo. Gue rasa dia udah jatuh cinta sama lo." gumam Raga, lalu tiba-tiba bayangan Keno terlihat sedang berdiri disamping Raga sambil tersenyum, sedangkan Raga hanya mampu terdiam membisu dan tak bisa berkutik.

"Lo harus bisa bedain mana yang namanya rasa cinta dan rasa bersalah, karena itu dua hal yang berbeda. Dera tuh cintanya sama lo, bukan sama gue. Terus perjuangin dia, karena dia pantes di perjuangin. Ada satu hal yang bikin dia belum bisa nerima lo, dan lo akan tau besok." setelah mengucapkan kalimat yang panjang, bayangan Keno mulai menghilang. Raga masih bertanya soal hal yang membuat Dera belum bisa menerima dirinya.

Raga akhirnya kembali ke kamarnya untuk beristirahat, karena besok ia kembali berangkat ke sekolah. Raga juga tidak sabar melihat hal yang dimaksud oleh Keno.

💍💐💍

Raga sudah rapih dengan seragamnya. Dia sedang menunggu Dera untuk mengajaknya berangkat bersama. Namun, setelah sepuluh menit menunggu, Dera tak kunjung keluar dari kamarnya. Raga pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Dera. Raga membuka pintu secara perlahan. Matanya menelisik ke setiap penjuru ruangan, namun ia tak menemukan sosok Dera. Raga berjalan ke dapur, dan ia mendapati sebuah piring kotor yang tergeletak di wastafel. Itu artinya, Dera sudah bangun dan sudah sarapan. Raga hanya bisa menelan kekecewaannya ketika sadar jika Dera sudah berangkat ke sekolah sejak tadi. Raga hanya mampu menghela nafasnya kasar. Akhirnya ia memutuskan untuk segera berangkat ke sekolah.

Setelah menempuh perjalanan selama sepuluh menit, Raga akhirnya sampai di parkiran sekolah. Para sahabatnya sudah melambaikan tangan ke arahnya dari lapangan sekolah.

"Kok lo koma cepet banget bangunnya, bro?" tanya Navin sambil terkekeh kecil.

"Lo doa in gue koma lama?" jawab Raga ketus.

"Ngga gitu maksudnya, lo ngga usah baperan kayak cewek pms dong."

"Sebenernya gue ngga koma. Kemaren cuma prank."

My Popular Husband [SUDAH TERBIT] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang