Kata ; huruf yang tersusun untuk mengungkapkan sebuah rasa -Raga
💍💐💍
Raga keluar dari kamarnya dengan masih memakai boxer tanpa baju. Dera berusaha ingin menghindar, namun Raga langsung menarik tangan Dera yang sontak membuat Dera berbalik dan menubruk dada bidang Raga. Untuk sekian menit, mata mereka menatap satu sama lain, seolah sedang memberitahu betapa rumitnya perasaannya, hingga tak mampu diucapkan hanya dengan kata. Dera yang mulai sadar dengan kedetan mereka, langsung melepaskan tangannya dari genggaman Raga, dan mendorong tubuh Raga agar menjauh.
"Kok lo pake baju olahraga?."
"Hari ini ada class meeting."
"Kata siapa lo? Sok tau banget."
"Emangnya, lo ngga baca grup kelas?."
"Gue paling males buka grup kelas." ucap Raga sambil mengelap rambutnya yang masih basah, dan menurut Dera itu semakin menambah ketampanan seorang Raga.
"Aduh, mampus gue. Baju olahraga gue kan belom di laundry." ucap Raga sambil menepuk jidatnya.
"Ada di lemari. Udah gue cuci sama gosok, dan harusnya lo terima kasih sama gue."
"Iya, makasih. Oh iya, lo berangkat sama gue aja."
"Yaudah buruan siap-siap."
"Iya bu bos. Bawel banget sih lo."
Setelah Raga selesai bersiap-siap, mereka langsung berangkat menuju sekolah.
"Der, lo kok mau sih, nyuciin baju gue?."
"Selama ini emang gue yang cuci."
"Kan udah gue suruh taro di laundry. Kenapa ngga ditaro?. Lo tuh nyapek-nyapekin diri sendiri."
"Ya, gue mikir aja. Sayang duit lo, kalo cuma buat laundry. Selama ini duit jatah laundry, gue simpen kok."
"Beneran lo yang nyuci baju? Sama daleman gue juga?." ucap Raga sambil terkekeh.
"Lo kalo ngomong kadang suka ngasal ya. Segala daleman disebut, ngga sadar tempat lo." ucap Dera yang membuat Raga meledakkan tawanya.
"Eh, gue serius nanya. Beneran lo yang nyuci."
"Terserah. Capek gye, dengerin lo ngomong mulu."
Saking asiknya mengobrol, Raga sampai kebablasan untuk keparkiran motor. Alhasil, ia harus memutar balik motornya. Sedangkan Dera, dipaksa untuk menunggu didepan gerbang. Raga menghampiri Dera, lalu mengajak ia kekantin, karena disana sudah ada Vina.
"Makasih ya. Kalo bukan karna lo, mungkin sekarang gue lagi malu banget karena salah seragam."
"Sama-sama."
Jam sudah menunjukkan pukul tujuh. Semua murid SMA Elang sudah berada dilapangan untuk melaksanakan pembukaan class meeting. Setelah kepala sekolah memberikan sambutan sekaligus membuka acara, semua murid terkecuali Dera, langsung mendukung kelasnya masing-masing agar menang. Dera yang tidak suka acara seperti ini lebih memilih untuk ke kantin membeli minum, lalu kembali ke kelasnya.Baru beberapa menit Dera duduk di kursinya, tiba-tiba Vina datang menarik tangan Dera untuk menuju lapangan. Karena sekarang waktunya kelas mereka main. Dera hanya diam melihat teman-temannya yang saling mengoper bola. Ia sama sekali tak berniat mengeluarkan suaranya hanya untuk menyemangati teman-temannya.
Sudah setengah jam berlalu, dan Dera hampir mati kebosanan. Dera memutuskan berpamitan ke Vina untuk kembali ke kelas saja. Belum sempat Vina mengeluarkan protesnya, Dera sudah lebih dulu meninggalkan lapangan. Saat Dera sedang asik dengan ponselnya, tiba-tiba ada dua tangan yang menyodorkan makanan dengan menu yang berbeda. Yang satu bakso, dan yang satu lagi somay. Dera pun mendongak, menatap kedua orang itu, yang ternyata adalah Tito dan Keno.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Popular Husband [SUDAH TERBIT]
Teen FictionDILARANG KERAS UNTUK PLAGIAT CERITA INI YA. KALO YG CAKEP..... YA TETEP GA BOLEH ANJIR! FOLLOW DULU SEBELUM BACA:) Warning! : 1. banyak typo bertebaran dan akan segera dilakukan revisi 2. Part ini kebanyakan konflik yang cuma akan menguras emosi pe...
![My Popular Husband [SUDAH TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/165906989-64-k875614.jpg)