RAGADERA 22

227K 11.2K 1.7K
                                        

Mau tau dong, pembaca MPH asalnya dari mana aja, absen Askot yuk

Selamat membaca:)

***

Kamu ; orang yang mungkin tak bisa kudapatkan, meskipun hanya halusinasi -Adera

💍💐💍

"Gue rasa gue ngga perlu ngasih tau maksud dari kedatangan gue kesini."

"Raga." ucap Dera.

"Yaps, betul. Dulu waktu Raga sama Mika, gue lagi ngumpulin kekuatan buat ngehancurin Mika. Dan waktu mereka putus, gue udah nyusun rencana buat dapetin Raga. Tapi, ternyata muncul satu lagi penghalang, dan itu lo!."

"Kalo lo mau ambil Raga, ambila aja."

"Lo tuh sok jual mahal ya. Pura-pura ngga suka sama Raga, padahal hati lo seneng dideketin Raga mulu. Gue peringatin sama lo. Raga cuma jadiin lo pelampiasan, disaat dia bosen sama cewe-cewe disekolah. Dan gue pastiin kalo dia juga bakal bosen sama lo."

Setelah mengatakan kalimat yang panjang. Arvi langsung pergi meninggalkan Dera. Dera terduduk lemas. Sakit rasanya saat mendengar pernyataan jika ia hanya pelampiasan. Dera sudah suka dengan Raga, bahkan sebelum perjodohan itu ada. Dan setelah adanya perjodohan itu, perasaannya sedikit demi sedikit berubah menjadi cinta. Lagi pula, siapa yang tak terpesona dengan seorang Raga Gideon. Selama ini, Dera hanya berusaha menyangkal dan menutupi perasaannya dengan bersikap acuh kepada Raga. Ia hanya tidak ingin semakin jatuh kedalam pesona Raga, karena Dera tahu resikonya. Tapi nyatanya, semua tidak berjalan sesuai rencana. Saat Dera tenggelam dalam lamunannya, tiba-tiba Keno duduk disamping Dera.

"Hai, Der. Ngelamun aja lo, awas kesambet."

"Iya, lo setannya."

"Masa muka ganteng gini dibilang setan."

"Dih, pede banget."

"Ngapin lo disini? Belajar atau sekedar baca novel?."

"Belajar."

"Masa? Emang sejak kapan anak IPA belajar soal ekonomi gini?."

"Eh! Ya ampun pantes aja, dari tadi gue baca tapi ngga nyambung-nyambung." ucap Dera sambil menepuk dahinya, sedangkan Keno tertawa. Tanpa sadar, Keno mencubit pipi Dera, karena saking gemesnya dengan tingkah Dera. Dera yang sadar dengan kedekatannya dengan Keno, langsung menepis tangan Keno dan menggeser posisi duduknya.

Interaksi mereka berdua tak luput dari seorang Raga yang sedang berdiri didepan pintu perpustakaan. Raga memutuskan untuk menghampiri mereka berdua. Dan dengan tiba-tiba Raga duduk diantara Dera dan Keno, yang membuat mereka menggeser duduknya untuk lebih menjauh satu sama lain. Raga memandang Keno tajam, lalu beralih memandang Dera dengan tatapan lembutnya. Entah Raga punya kekuatan apa hingga bisa merubah ekspresinya secepat itu.

"Hai, Der. Kok lo ngga ke kantin?."

"Gue ngga laper."

"Meskipun lo ngga laper, pasti lo haus kan? Ayo, ikut gue ke kantin beli minum."

"Der, gue mau latihan basket dulu ya." ucap Keno sambil berdiri, dan berjalan keluar dari perpustakaan.

"Tunggu Ken, gue ikut sama lo aja."

Dera menaruh buku yang ia ambil, lalu menyusul Keno. Meninggalkan Raga sendiri di perpustakaan. Raga mengepalkan tangannya, mencoba untuk meredam emosinya yang sudah terpancing sejak ia berada didepan pintu perpustakaan. Raga memutuskan untuk mengikuti Dera dan Keno menuju lapangan basket yang berada di indoor. Matanya menatap sebotol air yang Dera pegang, dan Raga pastikan jika itu akan diberikan kepada Keno. Dilapangan ini hanya ada anak ekskul basket dan cheers. Raga melihat Arvi yang sedang membantu gerakan teman-temannya. Raga berjalan menghampiri Arvi dan tanpa bisa diduga, Arvi langsung memeluk Raga. Semua itu tak luput dari pandangan Dera, terutama saat Arvi tersenyum sinis menatap Dera. Raga duduk dikursi atas sambil memperhatikan Arvi, namun sesekali mencuri pandang kearah Dera.

My Popular Husband [SUDAH TERBIT] Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang