"Gimana caranya tan?"
"Sea itu suka sama laut, kamu coba aj-" belum selesai Wulan bicara, langsung dipotong oleh Rian.
"Laut itu siapa, Ma? Sejak kapan Sea deket sama yang namanya Laut? Tinggal dimana? Satu sekolah sama Sea? Kok aku gak tau ya Sea deket sama cowok" Tanya Rian ngawur dengan raut muka polos, tidak merasa bersalah.
"Ih kamu ini, laut bukan nama orang, Rian!" Ucap Wulan yang geram dengan tingkah Rian. Rian dan Bima hanya tertawa melihat wajah Wulan yang sedang melotot ke arah Rian. Tapi Wulan tau, anaknya itu sedang bercanda.
Rian dan Bima memelankan suara tawanya dan Wulan kembali menatap Bima, begitupun sebaliknya.
"Dulu, Sea sering diajak Ayahnya ke Kepulauan Seribu. Kamu coba ajak Sea kesana pas weekend. Mudah-mudahan Sea bisa luluh dan cepet maafin kamu." Ucap Wulan tersenyum sambil menepuk pundak Bima yang hanya dijawab dengan mengangguk anggukan kepalanya.
"Yaudah kalo gitu tante balik ke kamar ya," ucap Wulan ke Bima. "Rian, jangan lama-lama mainnya, Bima besok harus sekolah" lanjut Wulan pada Rian yang masih asik dengan ps-nya.
"Iyaa ma" jawab Rian tanpa menoleh ke arah mamanya.
Wulan kembali ke kamarnya meninggalkan Bima dan Rian di ruang tv. 2 jam kemudian setelah asik bermain ps, Bima pamit pulang ke Rian.
Sesampainya di rumah, Bima masih memikirkan perkataan tante Wulan tadi. Bima ingin merencanakan sesuatu untuk Sea. Kapan waktu yang pas untuk mengajak gadis itu ke tempat yang sudah disarankan oleh tante Wulan dan dia harus menyiapkan apa lagi agar Sea senang.
"Besok masih hari kamis, apa hari Sabtu ini aja kali ya gue ajak dia ke sana" Bima mulai berbicara sendiri di kamarnya seraya duduk di atas kasurnya.
"Tapi cara ngomong ke Sea gimana ya. Jangankan ngajak pergi, masih manggil namanya aja mungkin gue bakal dicuekin" lanjut Bima dengan nada kesal sekaligus bingung.
"Minta saran sama temen-temen gue aja mungkin ya?" Tanya Bima pada dirinya sendiri lagi. "Ah, temen gue kan bego semua," lanjut Bima berbicara kejujuran. "Tapi yaudah lah, ga ada salahnya minta saran. Yang penting tidur dulu". Lanjut Bima lagi seraya meletakkan tubuhnya ke atas kasur dan mulai tertidur.
---
"Aku berangkat yaa, Assalamualaikum" ucap Sea pamit pada Mama dan Abangnya yang masih menikmati sarapannya.
"Waalaikumsalam, hati-hati" jawab keduanya serentak.
Sea membuka pintu rumah dan keluar dengan gerakan yang pelan. Dia bertanya pada dirinya sendiri, "di luar bakal ada 'dia' lagi gak ya?", Gumam Sea dalam hati. Ya, 'dia' yang dimaksud adalah Bima. Sea sudah ada di luar rumah. Setelah menutup pintu, dia membalikkan badannya, tidak ada orang. Tepatnya, tidak ada Bima.
Sea mengedarkan pandangannya seperti sedang mencari sesuatu seraya mengerutkan keningnya dengan raut wajah kecewa. Eh bentar bentar, Mencari Bima? Bukannya seharusnya dia senang tidak ada Bima? Oke, lupakan. Sea meneruskan langkahnya menuju ke sekolah.
Seperti biasa, belum ada siapa-siapa di sekolah ketika Sea sampai di sana. Hanya beberapa orang saja, itupun tidak sekelas dengan Sea.
Sea masuk ke kelasnya dan duduk di bangkunya. Dia mendapatkan sebuah coklat di dalam laci mejanya. Sea mengerutkan kening tanda bingung. Sea mulai mencari sesuatu lagi di lacinya, siapa tau ada surat atau apa gitu yang berhubungan sama coklat itu. Sea ingin tau siapa pemiliknya atau siapa yang beri kalo emang coklat itu untuknya.
"Dimakan aja, halal kok, baru gue beli tadi pas berangkat ke sini. Buat lo." Ucap seorang lelaki tibatiba yang sudah berdiri di pintu kelas Sea. Sea yang masih mencari sesuatu di lacinya tadi langsung menghentikan kegiatannya dan langsung melihat siapa yang berbicara tadi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Sea [COMPLETED]
Ficção AdolescenteTentang sepasang sahabat yang sudah saling mengenal sejak kecil karena orang tua mereka bersahabat sejak SMP. Chelsea Amanda dan Aditya Bima Nugraha. Hubungan mereka sangat baik, sampai akhirnya Bima membuat masalah yang mengakibatkan Sea kecewa. T...