"Aku sayang kamu. Sejak 13 tahun yang lalu." Ucap Bima
Tiba-tiba, Sea merasakan tubuhnya diguncang dan pipinya di tepuk tepuk.
"Sea, bangun."
Sea terbangun dari tidurnya. Ah, ternyata itu cuman mimpi. Dia dibangunkan oleh Mamanya.
"Kamu gak sekolah? Udah jam berapa ini." Ucap Wulan seraya mengerutkan keningnya bingung dengan anaknya ini. Tidak biasanya dia kesiangan seperti ini.
Sea melihat ke arah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi. Sea menepuk keningnya.
"Aduuh, kesiangan." Sea menurunkan tangannya lalu menatap Mamanya dengan raut wajah memohon.
"Mah, Sea gak sekolah aja ya. Mama telpon ke guru Sea dong, bilangin kalo Sea sakit." Ucap Sea dengan raut wajah yang bisa membuat siapa saja tak tega melihatnya.
Wulan hanya diam menatap putrinya itu. Dia berpikir sejenak.
"Mah, pliss. Sekali ini aja kok." Mohon Sea sekali lagi.
Wulan menghela nafasnya gusar. "Yaudah, sekali ini aja ya." Jawab Wulan yang akhirnya menyetujui permintaan putrinya.
"Iyaa, Ma. Janji. Makasih, Mah." Ucap Sea kegirangan lalu memeluk Mamanya.
Sea menatap punggung Mamanya yang mulai menghilang dari kamarnya. Dia memikirkan tentang mimpinya sekarang.
"Kalo gue beneran ke rumah Bima, bakalan gitu gak ya jalan ceritanya?" Tanya Sea pada dirinya sendiri yang masih duduk di kasurnya sambil menatap langit-langit kamarnya.
"Ah, yaudah lah, dicoba aja nanti. Yang penting rebahan dulu slur." Lanjut Sea dan melanjutkan tidurnya.
———
"Al, Sea mana?" Tanya Bima pada Alexa yang kini sedang berada di kantin.
Sebelum itu, Bima melihat ke-empat teman Sea berada di kantin, kecuali Sea. Bima mencari Sea di sekeliling kantin, tapi tidak ketemu. Akhirnya, Bima mendatangi teman-teman Sea yang sedang duduk sambil memakan bakso.
"Gak masuk, Bim." Jawab Alexa menatap Bima lalu kembali menyantap baksonya.
Bima mengerutkan keningnya. Banyak pertanyaan pertanyaan yang ada di pikiran Bima sekarang. "Sea sakit? Atau ada urusan keluarga?" Kira-kira seperti itu pertanyaan yang ada di pikiran Bima.
"Keterangannya apa, Al?" Tanya Bima lagi.
"Sakit." Jawab Kinan yang berada di sebelah Alexa karena Alexa sedang mengunyah.
"Sakit apa dia?" Tanya Bima lagi.
"Ih, Bimaa. Gak liat kita lagi makan? Ganggu aja sih. Lagian ya, kita gak tau Sea sakit apa. Handphone nya kita telfon gak dijawab, di chat juga gak dibales." Jawab Tasya yang mulai geram dengan pertanyaan-pertanyaan Bima.
"Yauda sih, biasa aja, gak usah ngegas." Jawab Bima ketus kepada Tasya, "Thanks ya, Al, Kin." Lanjut Bima kepada Alexa dan Kinan lalu pergi bergabung dengan teman-temannya.
"Emangnya si Bima udah dimaafin sama Sea?" Tanya Karin kepada teman-temannya.
Ketiga temannya itu saling bertatapan lalu kembali menatap ke Karin, kemudian mengedikkan bahunya serentak. Karin hanya mengangguk mengerti setelah menerima jawaban dari teman-temannya itu.
Ya, Sea memang sengaja membuat mode silent di ponselnya agar tidak mendengar dering telfon dari orang-orang. Bukan dia tak tau jika teman-temannya menelfonnya, dia memang sengaja tidak mengangkat telfon dari teman-temannya ataupun membalas chat mereka.

KAMU SEDANG MEMBACA
Sea [COMPLETED]
Подростковая литератураTentang sepasang sahabat yang sudah saling mengenal sejak kecil karena orang tua mereka bersahabat sejak SMP. Chelsea Amanda dan Aditya Bima Nugraha. Hubungan mereka sangat baik, sampai akhirnya Bima membuat masalah yang mengakibatkan Sea kecewa. T...