Happy Reading! <3
🌹
Bima keluar dari sekolah bersama teman-temannya. Sampai di pertengahan jalan, mereka berpencar menuju jalan menuju rumah masing-masing. Hari ini mereka tidak kumpul atau nongkrong.
Kini Bima sendiri di jalan dengan motor yang dikendarainya. Tiba-tiba ada mobil di belakangnya, seperti sedang mengawasi dan mengikutinya. Namun Bima tetap santai dan tetap berpikir positif.
Tak lama kemudian, mobil yang daritadi ada di belakang motor Bima kini mendahului Bima lalu berhenti tiba-tiba, membuat Bima tersentak dan menghentikan motornya mendadak.
Bima membuka helmnya lalu turun dari motor. Melihat siapa yang turun dari mobil itu, Bima hanya menghela nafasnya sambil tersenyum sinis.
"Kalo mau mati jangan ngajak ngajak" ucap Bima sedikit berteriak.
Tak ada jawaban dari orang itu. Dia hanya tersenyum lalu mendekat ke arah Bima. Sampai tepat di depan Bima, dia melipat kedua tangannya.
"Apa kabar lo?" Tanya orang itu
"Ck, setiap hari ketemu di sekolah aja sok-sokan nanyain kabar" ucap Bima lalu mengambil helmnya hendak memakainya, namun ditahan oleh orang itu.
"Buru-buru banget" ucap orang itu dengan tatapan menantang.
"Lo mau apa sih, Bal?" Tanya Bima yang mulai tidak nyaman dengan Iqbal.
"Gak ada, cuman mau ngobrol doang. Keberatan?" Tanya Iqbal sambil tersenyum.
"Keberatan" jawab Bima lalu kembali mengambil helmnya dan kembali ditahan oleh Iqbal.
"Apa sih? Kan gue bilang keberatan, kok maksa" ucap Bima yang mulai emosi.
"Kok nyolot lo" ucap Iqbal yang tak kalah emosi.
"Lo duluan batu" ucap Bima sambil menunjuk-nunjuk Iqbal namun ditepis oleh Iqbal.
"Orang kayak lo gini gak cocok buat Sea" ucap Iqbal sambil tersenyum sinis lalu tertawa.
Bima hanya mengernyitkan keningnya, bingung dengan pernyataan Iqbal barusan.
"Maksud lo apa?" Ucap Bima sambil mendorong tubuh Iqbal. Iqbal terdiam seketika lalu menatap Bima dengan tatapan yang tajam. Dan tiba-tiba...
Bug!
Satu pukulan dari Iqbal mendarat di pipi kiri Bima, membuat Bima terjatuh. Tak lama kemudian, Bima kembali berdiri sambil memegangi sudut bibirnya yang berdarah.
Bima menatap Iqbal sambil tertawa. "Anj*ng!" Umpat Bima dan membalas pukulan Iqbal.
Bug!
Satu pukulan dari Bima mendarat di pipi kanan Iqbal. Dan terjadilah perkelahian di jalanan sepi yang hanya ada dua orang itu. Dan ya, Iqbal pergi meninggalkan Bima yang sudah babak belur.
Bima bukan petinju. Dia tidak jago berantem, tidak ahli memukul. Tapi Bima orang yang sangat kuat. Untungnya, Bima masih kuat berdiri dan berjalan. Bima kembali menyalakan motornya lalu pulang ke rumahnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Sea [COMPLETED]
Подростковая литератураTentang sepasang sahabat yang sudah saling mengenal sejak kecil karena orang tua mereka bersahabat sejak SMP. Chelsea Amanda dan Aditya Bima Nugraha. Hubungan mereka sangat baik, sampai akhirnya Bima membuat masalah yang mengakibatkan Sea kecewa. T...