hai kalongers di awal tahun dan tanggal muda. selamat membaca!
"Aku jatuh cinta padanya sebelum dia dan Hyoyeon unnie bersama."
Suara Seohyun tiba-tiba melembut. Bukan lagi sesosok wanita galak atau bawahan yang berani membentak. Melainkan seseorang yang pernah mencintai tapi tidak bisa memiliki. Mengalami kehilangan demi menjaga persahabatan. Lalu harus menikah dengan orang tak dicintai kemudian kehilangan lagi.
"Kami sering bertemu karena organisasi kampus."
"Ya, kau sangat aktif dalam kegiatan. Lalu?"
"Hal itu membuat kami menjadi akrab walau beda fakultas. Kami jadi begitu dekat seperti aku dan Hyoyeon unnie. Tak jarang pula Nicole menginap di rumah jika memungkinkan. Orang tuaku pun cukup mengenalnya. Sampai suatu hari aku tak sengaja melihat Nicole dan Hyoyeon terlibat dalam obrolan. Mereka begitu serius. Hahahah."
"Aha?"
"Dari sanalah aku tahu bahwa mereka adalah mantan kekasih yang diam-diam masih saling mencintai." Seohyun tersenyum mengingat hari di mana dia patah hati untuk pertama kali. "Konyol sekali bukan karena aku sama sekali tidak tahu? Pantas bila setiap kali mereka bertemu selalu kikuk satu sama lain. Awal kupikir karena mereka merasa tidak begitu kenal. Tapi ternyata ya..., begitulah. Heheheh. Sedih pada awalnya tapi harus kuterima. Apalagi Hyoyeon unnie adalah sahabatku. Berjalannya waktu aku benar-benar menerima dan bahagia mereka bersama hingga sekarang."
"Itu persahabatan yang tulus dan luar biasa."
Yoona memeluk sepasang lutut dan menaruh dagu di atas lipatan lengan seakan masuk dalam peran Seohyun kala itu. Meski kini terlihat Seohyun sudah baik-baik saja, tapi justru dia yang merasa sedikit sedih.
"Mungkin juga karena aku takut perasaan kala itu akan melukai orang tua. Takut mereka sedih mengetahui aku penyuka sesama jenis," tutur Seohyun menunjukkan fotonya di pernikahan Hyoyeon dan Nicole. "Lihat! Memang sudah menjadi takdir. Mereka akhirnya menikah dan kini tinggal di LA. Senang sekali bisa menjadi saksi di hari bersejarah mereka."
"Apa yang kau petik dari sana?"
"Bukankah bahagia sekali jika dua orang saling mencintai dan berkomitmen hingga orang lain tak punya kesempatan masuk? Dan satu lagi. Seseorang yang belum selesai akan masa lalunya, lebih baik tidak membuka lembaran bersama orang baru."
"Kau takut sekadar menjadi tempat singgah? Atau mungkin lebih tepatnya pelampiasan?"
"Siapa yang tidak? Kupikir setiap orang pasti sangat bahagia bersama pasangan tanpa bayang-bayang masa lalu atau kehadiran pengusik lain. Baik pria maupun wanita tentu mengharapkan kesungguhan cinta."
Kadang beberapa orang yang benar-benar tulus justru disandingkan dengan orang yang hatinya hidup di masa lalu. Jika tidak, maka dihadirkan sebagai pilihan. Tidak adil, tapi lingkar kehidupan tidak bisa ditentang. Pemeran harus menguatkan logika. Terikat dalam lingkaran ketidakpastian berujung sakit lebih dalam atau keluar menelusuri jalan sendiri.
Tidak! Ini bukan pilihan belaka tapi seni bagaimana memperlakukan diri dan hati. Seseorang yang sudah mampu mencintai diri sendiri tahu harus berbuat apa. Logika akan diputar menemukan jalan keluar demi menyelamatkan perasaan.
"Joohyunnie, bukankah dari sini orientasimu sudah jelas?"
"Maksudmu aku benar-benar seorang lesbian?"
"Menurut cerita dan semua yang sudah kau hadapi." Jemari Yoona menggenggam telapak Seohyun. "Hyunnie, aku mungkin tidak benar-benar mengenalmu. Tapi dari sudut pandangku, ada masa di mana kau kesepian dan butuh seseorang. Seorang wanita yang bukan sekadar pasangan tapi bisa menjadi teman bagimu dan Yeri. Hanya saja rasa takut di hatimu cukup besar. Kau takut dijadikan pelarian, takut bila jatuh cinta lagi pada orang yang salah, takut orang itu tidak bisa menerima status juga putrimu, dan beberapa hal lain lagi."

KAMU SEDANG MEMBACA
Be With You
FanficTudung asmara dua rekan yang jarang akur (YoonHyun) juga seorang futanari dengan submissive nya (ChaeSoo). Peringatan! selain 21+, minggir. Bahaya.