Failed

327 51 7
                                        

Kesunyian menguasai tempat ini. Suara mesin pendingin yang ada di atas ruangan serta suara detik jam yang ada di sisi kiri ruangan dapat di dengar. Di dalamnya, seorang narapidana teruduk di kursi keras yang menyegelnya agar tidak bisa bergerak bebas. Kursi yang tidak pantas untuk dikatakan nyaman itu.

Di depannya. Orang yang sama seperti kemarin masih berada di sini. Terlebih lagi kini ditambah dua orang yang bertugas berjaga. Jadi kesimpulannya, ada tiga orang yang menjaga Hanyu di dalam ruang interogasi ini. Ketiganya berdiri membelakangi Hanyu. Seperti nya, mereka tengah melakukan sebuah diskusi. Entah apa yang mereka diskusikan. Hanyu sedikit menunduk. Meski iris hitamnya tak beralih pada tiga orang yang membelakanginya. Hanyu berdecih pelan tanpa sepengetahuan ketiganya. Batinnya terus menyumpah serapahi ketiga orang ini. Hingga akhirnya yang Hanyu tunggu-tunggu tiba.

Keramaian terdengar di luar sana. Teriakan, benturan, serta suara tembakan terdengar jelas. Dianjia dan kedua orang itu tampak penasaran. Mereka terus menatap sisi luar ruang interogasi melalui kaca tebal yang mengurung mereka berempat.

Seketika hening. Apakah keributan di luar sana telah usai? Ya! Itu benar. Keributan yang terjadi di luar telah usai. Tetapi bukan berarti masalahnya juga ikut usai. Dua orang yang diduga biang kerok dari permasalahan tersebut datang dengan langkah memburu. Sampai salah satu dari dua orang yang memiliki wajah seperti orang inggris itu menodongkan pistolnya dan.

Bang!

Bang!

Bang!

Prang!

Kaca tebal yang katanya anti peluru itu telah hancur. Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Tentu saja! Karena pistol yang digunakan untuk menembak merupakan pistol paling mematikan di dunia. Pistol dengan nama Smith & Wesson 500 Magnum. Salah satu pistol yang memiliki daya rusak yang besar.

Pecahan kaca yang terpental dan berhamburan sempat mengenai permukaan kulit 4orang yang ada di dalam ruang interogasi. Namun itu bukan masalah. Kini Dianjia beserta dua rekannya telah bersiap untuk melawan dua orang asing yang datang menyerang.

Pertempuran terjadi di dalamnya. Orang yang memiliki wajah inggris itu memilih untuk melawan 3orang sekaligus. Sementara yang satunya melepaskan Hanyu dengan berbagai cara. Untung saja Shuyang, membawa mesin pemotong besi kecil yang dibuat menyerupai sebuah gelang. Proses pemotongan besi itu berlangsung cukup lama. Jadi, mereka membiarkan Jiakai melawan tiga orang itu lebih lama.

Jiakai menembaki ketiganya secara satu persatu. Gerakannya agak lamban. Yang ditembaki bisa menghindar dengan mudah. Hingga akhirnya nasib sial menghampiri Jiakai ketika dua orang menarik kedua tangan Jiakai dan melepaskan pistol yang ada di tangan Jiakai. Pistol Smith & Wesson 500 Magnum itu jatuh kala tangan Jiakai tak bisa lagi menggenggamnya. Pasalnya dua orang itu tak hanya menahan Jiakai, mereka juga mencengkeram serta berusaha mematahkan tangan Jiakai.

"Arghhh!" Jiakai menggeram kesakitan. Dianjia tersenyum senang mendengar rintihan Jiakai. Ia mengambil pistol Jiakai yang sebelumnya terjatuh itu. Kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah Shuyang dan Hanyu. Dianjia mengarahkan pistolnya ke arah kepala Shuyang yang pada saat itu membelakangi Dianjia.

"Awas!" Teriak Hanyu sambil mendorong Shuyang hingga terjatuh. Ia juga sedikit memundurkan badannya agar tak terkena peluru. Tembakan Dianjia melesat. Shuyang bangkit dari duduknya. Hanyu juga telah terbebas dari rantai yang mengikat pergelangan tangannya dengan kursi.

Dor!

Hanya dalam satu tembakan, Dianjia mati di tempat. Itu karena peluru yang digunakan Shuyang mengandung racun mematikan. Siapapun yang terkena pelurunya akan mati seketika.

CHASR Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang