Dengan keadaan yang cukup tenang yudha pun menyarankan reno agar duduk di kuru
si dengan tujuan agar lebih mudah untuk yudha menjelaskan tentang kejadian yang menimpa keyra.
Yudha pun mulai menceritakan kejadian keyra,
" gini ya ren, gue gak terlalu ngerti kejadian rincinya gimana, yang gua tau keyra memang di serang sama sekelompok cewek"
Reno pun mulai menanyakan pertanyaan " maksud lo sekelompok cewek mana yang udah berani nyerang reina? "
Yudha pun melanjutkan ceritanya
" jadi tu gini dari luar parkiran wajah keyra udah nampak muram, dia pun jugak gak merhatiin jalanan, jadi gue pikir dia baik aja yaudah gue lanjut keruang les, nah sebelum les dimulai gue diminta guru les buat nyari buku, nah disaat gua beli buku tu gua liat sekelompok cewek tu kayak kegirangan dan gak jauh nampak keyra udah kegeletak di sebelah mobil, gue langsung nyamperin keyra saat itu juga"
Reno pun tertunduk lemas
" lo yakin yud, kenapa keyra bisa sampe kayak gitu, biasa dia bisa ngelawan tu cewek-cewek, ya ampun key"
Reno pun merasa sangat tersakiti atas apa yang telah terjadi pada kekasihnya itu, sembari pergi reno pun mengucapkan terima kasih pada yudha yang sudah mau membawa kekasihnya itu ke rumah sakit.
Reno juga mengucapkan kata maaf pada yudha atas apa yang sudah keyra lakukan padanya siang hari tadi.
Sebelum melangkahkan kaki keluar, reno pun mengucapkan permintaan maaf kepada yudha
" maafin keyra ya yud, karena tadi siang keyra udah mempermalukan lo, sebenernya keyra itu cewek yang baik, karena ada masa hitam kelam dulu di hidupnya makanya keyra sekarang jadi kayak gini "
Yudha pun menganguk senang
" iya, gue ngerti kok ren, yaudah lo cepet susulin keyra sono, kasian dia pasti butuh lo"
"Yaudah gue cabut luan ya yud"
Reno pun bergegas pergi dari ruangan les, dengan cepat reno sudah menghilang saja dari pandangan yudha.
Langkah kaki reno mulai tak terkendali kecepatanya. Reno terus saja berlari menuju ruangan tempat keyra di rawat disana.
Tampak keyra yang saat ini sedang tak sadarkam diri, dengan wajah yang masih sangat pucat, keyra tampak seperti putri tidur yang sedang terlelap dalam keheningan.
..............
Matahari mulai terbenam, dan langit mulai berubah warna merah keorenan, menunjukan bahwa hari sudah semakin sore dan keyra belum saja menunjukan tanda-tanda bahwa keyra belum juga sadar.
Reno masih saja tetap berada di sebelah keyra, tetap setia menunggu keyra siuman, tapi nihil belum ada tanda jugak bahwa keyra belum sadar juga.
Nanda pun berpamitan untuk pulang kerumah dan reno pun mengangguk dengan arti dia memperbolehkan nanda untuk pulang.
"Key......" panggil reno
"Key...."
"Key....."
Panggilan itu terus berulang hingga 3 kali.
" kapan lo sadar key, gua kangen sama lo key, gua kangen sama mulut lo yang pedes. Nanti kalok lo udah siuman lo kasih tau gua ya siapa yang udah giniin lo sampe kayak gini, lo yang sabar ya key. Lo jangan takut, gua selalu sama lo key. "
Rintihan tersebut selalu keluar dari mulut reno, reno merasa tak tega melihat kekasihnya seperti itu.
Tiba-tiba terdengar suara dari luar pintu, dan suara itu seperti sedang memanggil nama keyra.
"Key......................." suara itu terdengar tak asing, suara itu berasal dari sahabat terdekatnya yaitu dinda.
" keyra......" T_T
" key.... bangun dong, ayok kita main-main lagi, ayuk kita bolos bareng lagi key"
Reno pun menjawab perkataan dinda
" din lo waras apa gila? Orang belum sadar kayak gini udah lo ajakin cabut aja "
" sibuk aja lo , suka- suka gue dong, mulut gua jugak kok. Usah campuri kali"
Reno pun hanya mengangguk malas menanggapi perkataan dinda.
KAMU SEDANG MEMBACA
~Dasar Penikung~ (END)
Teen FictionIni cerita pertama aku, dimana aku belum ngerti aturan-aturan penulisan. Jadi mohon maklumi jika banyak kesalahan yang ada di cerita ini :) ............................. " lo mau nikung cowok gue? Silahkan !!!. Gue mah...
