Dinda pun memasuki ruangan rawat inap keyra dengan sopan santun yang tinggi. Dia pun mulai berjalan menuju kursi yang ada deket tempat tidur.
Reno meledek dinda yang dari tadi menunjukan wajah mura
"Halah sok sopan lo din, biasa pun lo sesuka hati lo duduk"
"Heboh banget sih ren. Gak usah campurin kali deh"
Dinda pun kesal menghadapi reno yang sudah dari tadi menggangunya. Dinda pun melanjutkan omonganya.
" yaudah ren buruan sana lo ganti baju, mandi, badan lo dah bau tu kayak ikam asin yang gak diangkat 1minggu"
"Pffffftttt.......
Dinda pun tertawa pelan.
Reno pun menyetejui perkataanya dinda " yaudah gua balik dulu, lo liatin tu keyra, awas kalok ada apa-apa lo lapor ma gue. Sekalian jugak gua mau ngasih tau keadaan keyra sama ortunya . Yaudah gua cabut luan ya"
Reno pun mulai melangkahkan kakinya keluat dari ruangan rawat inap keyra, reno pun melewati pintu keluar ruangan keyra begutu cepat. Ya mungkin karena kakinya aj yang panjang, maka dari itu dia bisa keluar drngan cepat.
" din lo jaga baik-baik keyra, "
"Astaga ......lo ngejutin aja ren, gua kira siapa? Gue kira hantu karena cuman kepala lo yg nampak"
Sebelum pergi reno juga mengatakan
" selamat bermalam di rumah sakit nyonya dini andini "
Setelah menyampaikan pesan itu reno pun benar-benar pergi dari rumah sakit.
"...Huh... awas aja lo ren, habis lo gua buat besok" dalam hati dinda menggumel apa yang diucapkan reno.
Dinda pun masih menatapi keyra yang saat ini belum bangun juga, sesekali dia mengajak bicara keyra yang saat ini masih diam, berharap ia akan segera sadar.
" key, maafin gua ya. Kalok gak karena gua, lo pasti gak akan kayak gini. Ayo dong key, buka mata lo. Liat ni gua udah nungguin lo dari tadi tau. Besok kita cabut jam pelajaran matematika ya key "
Namun tak ada respon dari keyra, ya jelas lah tak ada respon.
" oiya gua lupa keyra belum sadar. Makanya key cepetan sadar ya"
Pukul 20: 00
Ceklek........
Suara pintu terbuka. Dinda pun yang menyadari ada yang sudah membuka pintu ruangan keyra langsung berbalik arah dengan tujuan melihat siapa yang datang menjenguk keyra.
Ternyata itu ibunya keyra.
" hei anak tante, gimana keadaan keyra din? Baik-baik aja kan keyra ?"
Ibunya keyra memang sudah menganggap dinda seperti anak kandungnya. Bagi ibu keyra, dinda dan anaknya sama posisinya di hatinya. Meskipun keyra dan dinda bukan saudara kandung, tetapi karena kedekatan mereka, jadi mereka berdus sudah seperti saudara kandung.
" hem kayak gitu lah, ma. Keyra belum nunjukan tanda-tanda siuman ma. " jawab dinda
" mama........."T_T
" mama ...."
Rengek dinda terus menerus
" ma... kapan keyra sadar. Ma...ma..."
Dinda terus merengek pada mama keyra.
Tangan yang halus nan lembut itu pun perlahan menyeka air mata dinda
" sayang, udah dengerin mama. Keyra bakal baik-baik aja. Keyra gak sendiri, ada mamanya disini. Sebentar lagi pasti keyra sadar "
Kecupan yang sangat hangat mendarat dengan singkat di puncak kening dinda. Ya kecupan itu tentunya dari ibu keyra, sangat menenangkan dan nyaman.
Keadaan menjadi hening, tanpa sadar dinda pun memejamkan mata. Ibu keyra tetap tak bisa memejamkan matanya karena dia sibuk memperhatikan anaknya, yang nyaris belum ada tanda bahwa keyra akan sadar.
Jam terus berjalan menunjukan pukul 10 malam, reno pun bergegas kembali menuju rumah sakit untuk mengunjungi dan menunggu keyra sampai siuman.
10:30
"Maaf ya din, gue baru balik," kata reno yg baru saja sampai
" ohh ada tante,"
Reno pun menyalami tangan mama keyra. Mama keyra pun tersenyum dengan lembut.
" tante sama dinda pulang aja dulu, aku yang jagain keyra malam ni sampe besok"
Mama keyra dan dinda menggangguk dan keduanya pergi meninggalkan keyra dan reno.
KAMU SEDANG MEMBACA
~Dasar Penikung~ (END)
Teen FictionIni cerita pertama aku, dimana aku belum ngerti aturan-aturan penulisan. Jadi mohon maklumi jika banyak kesalahan yang ada di cerita ini :) ............................. " lo mau nikung cowok gue? Silahkan !!!. Gue mah...
