Rindi pun mencoba mengejar dinda
" din, aku mohon boleh ya aku jenguk sahabat kamu" mohon rindi
" gua bilang gak usah ikut. Lo cuman nyari kesempatan biar deket sama reno, kan? Udah lah gak usah bohong lagi ya lo "
Tiba-tiba reno muncul di hadapan dinda, sebenernya reno sudah mendengarkan semua percakapan rindi dan dan dinda dari tadi.
" lo kenapa sih din, biarin aja napa rindi ikut jenguk keyra. Gue aja sebagai pacarnya gak keberatan kok"
Dinda pun menggertakan giginya menahan amarah sekuat mungkin. Dinda sudah merasa ada yang tidak beres. Dinda merasa kalau rindi punya maksud lain.
"Serah lo ren. Gua ga peduli, tapi dengan satu syarat, kalok lo mau ni cewek muka polos kerumah sakit lo gak boleh masuk keruangan keyra." Jawab dinda
" yaudah gua duluan, pilihan ada ditangan lo"
Dinda pun pergi meninggalkan reno dan rindi yang masih berdiri tepat di belakangnya.
Dinda pun bergegas lari kerumah sakit. Setelah sampai dirumah sakit dinda segera berlari menuju ruangan keyra. Dengan sekuat tenaga dinda menahan air matanya.
Ceklek......
" keyra.....hiks....hiks...." panggil dinda sambil menangis
Keyra yang melihat sahabatnya itu mennagis sontak menghapus air matanya,
" lo kenapa din? Lo baik-baik aja kan. Kenapa lo nangis, ada yang nyakitin lo? Bilang sama gue biar gua sikat tu orang." Hibur keyra
" lo udah sadar key? " tanya dinda gak percaya
" iyalah gua dah sadar goblok. Kalok enggak mana bisa gua ngomong ma lo " ucap keyra sambil tertawa kecil
Gak lama kemudian......
KAMU SEDANG MEMBACA
~Dasar Penikung~ (END)
Fiksi RemajaIni cerita pertama aku, dimana aku belum ngerti aturan-aturan penulisan. Jadi mohon maklumi jika banyak kesalahan yang ada di cerita ini :) ............................. " lo mau nikung cowok gue? Silahkan !!!. Gue mah...
