Dengan helaan nafas kasar keyra menerima panggilan telfon itu. Reno pun membuka mulutnya dan memulai percakapan.
Namun kali ini ucapan reno sangat membuat keyra naik darah, " key aku mohon sama kamu, stop jangan kamu terus-terusan nyebarin gosip tentang rindi. Rindi semakin lama semakin stress ! Aku takut dia kenapa-kenapa."
Mata keyra terbelalak ketika reno mengucapkan kalimat itu. Lagi dan lagi reno menuduh keyra lah yang telah menyebarkan gosip itu.
Keyra sejenak terdiam sambil menahan rasa pedih ini. Air mata langsung turun dari kelopak mata keyra.
Sambil menyeka air matanya keyra pun menjawab ucapan reno " aku dah cukup diam reno, tapi untuk kali ini aku ga bakal bisa diam. Kamu bilang aku yang terus nyebarin berita itu kan dan aku bikin rindi semakin stress?"
Reno pun menjawabnya " iya, kamu yang bikin rindi tambah stress."
Setelah mendengar jawaban dari reno keyra pun melanjutkan omongannya "ok kalau memang kamu nganggap aku begitu. Lo liat aja mulai hari ini gua bakal ngelakuin sesuai yang lo tuduh ke gua." Keyra pun melanjutkan omonganya " lo tau gua kayak gimana kan? Lo liat aja entar ya." Setelah mengucapkan itu keyra langsung mematikan handphonenya.
Keyra langsung beranjak tidur. Keyra pun memejamkan matanya tapi raganya masih belum bisa tertidur.
Rasanya keyra masih belum bisa percaya bahwa hubungan yang sudah ia jalin selama 1 tahun lebih hancur dengan indahnya. keyra juga sudah sangat dekat dengan keluarga reno merasa sedikit kehilangan. Baginya keluarga reno adalah keuarga kedua baginya.
Tapi ya mau gimana lagi kenyataan tetaplah kenyataan, seberat apapun kenyataan itu haruslah tetap di terimanya.
Terima tak terima kamu harus bisa menerimanya, because this is life.
*************************
Tak terasa pagi pun tiba, keyra kembali menjalankan rutinitasnya. Sebelum pergi ke sekolah keyra pun berpamitan dengan mama dan papa nya.
Keyra pun langsung melesatkan mobilnya menuju ke sekolah. Tak memakan waktu lama keyra pun sampai di sekolah.
Keyra pun turun dari mobilnya dan mulai berjalan menuju ruang kelasnya. Keyra pun menyusuri koridor sekolahnya, tak sengaja ia melihat rindi yang tengah duduk terlamun.
Keyra pun berjalan mendekatinya kemudian keyra pun dengan sengaja menendang kaki rindi sampai-sampai rindi merintih kesakitan. " Kaki lo itu di jalan, bukan salah gua, " ucap keyra sembari pergi neninggalkan rindi.
Awalnya keyra tak dendam karena dia telah merebut reno. Namun sepertinya rindi tak tau apa itu rasa terima kasih.
Keyra pun sampai di kelasnya. Bel masuk pun berbunyi, semua murid bergegas mencari tempat duduknya. Dengan sengaja keyra meletakan kursi rindi di ujung kelas.
Rasanya mood keyra langsung hilang setelah melihatnya. Sebenarnya hati keyra merasa tak tega memperlakukan rindi seperti itu, tapi ya mau gimana lagi.
Akhirnya setelah berjam-jam yang begitu memuakan jam pulang pun tiba. Dinda pun menghampiri keyra.
Maksud dinda ingin mengajak keyra melepaskan rasa stressnya tetapi keyra menolak karena hari ini orang tua keyra janji akan mengurus urusan tentang rian.
Dinda pun memakluminya. Dinda juga memutuskan untuk ikut bersama keyra. Tak memakan waktu cukup lama keduanya pun sampai dirumah.
Tampak didalam rumah mama dan papa keyra sudah siap untuk pergi kerumah sakit. Keyra pun menyarankan untuk pergi menggunakan bin-bin mobil milik keyra.
Semua pun menyetejuinya. Papa keyra debgan cepat mengambil posisi sebagia penyetir.
Di tengah perjalanan perasaan keyra mulai terasa tak enak. Keyra mulai berangan-angan bahwa terjadi sesuatu dengan rian. Benar saja baru saja keyra membatin tentang rian, staff rumah sakit yang merawat rian saat ini menelfon keyra.
Hati keyra mulai campur aduk tak karuan, dinda pun menyadari gerak gerik kryra yang seperti orang ketakutan. Keyra pun diberi kabar oleh staff rumah skait itu.
Alhasil keyra yang mendengar kabar itu pun menjatuhkan handphoneya. Keyra sangat terkejut mendengar kabar itu. Sekali lagi dunianya hancur mendengar kabar itu.
Keyra pun ling-lung. Sesekali dinda menepuk pundak keyra untuk menanyakan apa yang barusan terjadi namun keyra masih bungkam.
Mama keyra yang menyadari ada yang tidak beres dengan keyra pun juga ikut menanyakannya.
Sesekali dinda menepuk pundak keyra. keyra pun tersadar dari lamunannya namun seketika air matanya turun dengan derasnya. Semua orang terheran-heran melihat tingkah keyra yang begitu aneh.
*
*
*
*
Segini aja dulu ya. Dichapter selanjutnya bakal ada kejutannya. Jadi tetep stay ya 😉
KAMU SEDANG MEMBACA
~Dasar Penikung~ (END)
Teen FictionIni cerita pertama aku, dimana aku belum ngerti aturan-aturan penulisan. Jadi mohon maklumi jika banyak kesalahan yang ada di cerita ini :) ............................. " lo mau nikung cowok gue? Silahkan !!!. Gue mah...
