Dinda mulai membuka mulutnya untuk berbicara
" key, lo tau kan gua punya kelebihan. Gua ngerasa rindi punya maksud lain kemari. Firasat gua gak enak gitu saat pertama gua liat mata dia"
" maksud lo gimana din? Rindi punya maksud lain gitu. Dahlah din, kasian jugak liat dia dari tadi dah lo sekak aja"
" hadeh, dibilangin ngeyel ni anak" dinda menepuk jidatnya
" udahlah din, gua percaya kok sama reno. Oiya gua baru dapet kabar kalok gua bisa pulang besok bahkan malam ini bisa jugak. Yeeeee..."
Reno tak sengaja mendengar kalimat terakhir keyra tentang rencana dia mau pulang besok itu di setujui. Reno langsung nyosor masuk ke kamar keyra
" maksud kamu apa din, nyuruh keyra besok pulang. Gua ga setuju. Pokoknya keyra masih harus di rawat biar dia bisa cepet sembuh"
" apa-apaan lo ren, mamanya keyra aja nyetujuin kenapa lo yang sewot. Udah mulut lo diam aja"
Keyra yang mendengar dinda dan reno terus bertengkar mulai marah.
" udahlah kalian berdua. Lebih baik kalian tinggalin aku sendiri. Dinda sebaiknya lo pulang aja kasih tau sama mama kalok malam ini aku bakal keluar dari ruangan ini. Dan untuk lo ren, sebaiknya lo gak usah kemari lagi"
" key maafin kami" ucap reno dan dinda kompak
" apa lo ren, so kompak"
" yaudah key, gua balik dulu ya. Nanti malam gua kemari buat bantuin lo bekemas ya" ucap dinda sembari pergi meninggalkan reno dan keyra
" gak usah din. Udah gapapa kok " jawab keyra
" dan lo, apalagi yang lo tunggu. Sono pergi, muak gua liat lo" ucap keyra karena merasa masih sakit hati melihat kelakuan kekasihnya.
" key, maafin gua"
" gua bilang pergi dari sini. Dan besok gak usah jemput gua, jemput aja tu rindi"
" key, dengerin aku dulu. Aku gak maksud- "
" udahlah ren cepetan lo pergi dari sini" bentak keyra
Reno pun menurunkan egonya, mengikuti kemauan kekasihnya itu. Reno pun pergi dari rumah sakit.
Keesokan paginya
Tring.....tring....tring....
Jam beker keyra mulai berbunyi mengumandangkan suara yang cukup merdu. Karena jam ini khusus.
" gua seneng banget akhirnya gua bisa denger jam beker ini lagi"
Keyra mulai bergumam di dalam hatinya " jam, sebenernya siapa pemilik lo yang sesungguhnya. Gua pengen tau siapa orang itu? Orang itu jugak nyelamatin jiwa gua, lebih tepatnya nyelamatin nyawa gua yang nyaris diambang kematian"
Flashback on
Malam itu keyra sangat terburu-buru harus segera ke sekolah karena pada waktu itu keyra sudah sangat terlambat. Kebetulan waktu itu terjadi listrik padam sehingga menyebabkan jalanan menjadi sangat gelap.
Keyra yang saat itu sudah berlari-lari tak sadar melihat adanya mobil begitu pula mobil itu yang tak sadar melihat ada gadis yang muncul tiba-tiba.
Tiba-tiba dalam waktu yang sangat tepat seseorang datang meraih lengan keyra dan menariknya. Keyra pun selamat dari kejadian yang hampir merenggut nyawanya.
Karena ketakutan, seseorang itu memberikan sebuah jam beker yang mengeluarkan suara merdu hingga keyra tak akan merasa takut lagi.
Sebelum pergi seseorang itu mengatakan beberapa patah kata " lain kali kamu hati-hati ya anak manis, hari ini kamu bisa selamat. Simpan aja jam ini ya, suatu saat nanti kita akan bertemu sayang, " ucap cowok itu sambil mengecup kening keyra dengan lembut
Flashback end
Keyra mulai bergegas bersiap-siap untuk pergi ke sekolahnya. Kebetulan dia sudah sangat rindu dengan keadaan sekolahnya.
Sekaligus dia ingin melihat bagaimana tingkah anak yang bernama rindi itu.
" mbok ratmi............" teriak keyra yang sudah sangat merindukan asisten rumah tanggnya itu.
Keyra pun berjalan menurunin tangga rumahnya. Anak tangga demi tangga ia turunin dengan
perlahan karena keyra masih sedikit pusing karena kejadian yangg barusan dia alami kemarin.
KAMU SEDANG MEMBACA
~Dasar Penikung~ (END)
Fiksi RemajaIni cerita pertama aku, dimana aku belum ngerti aturan-aturan penulisan. Jadi mohon maklumi jika banyak kesalahan yang ada di cerita ini :) ............................. " lo mau nikung cowok gue? Silahkan !!!. Gue mah...
