Baru saja reno mau menjawab perkataan anak baru itu, dinda sudah lebih dulu motong omongan reno.
Dinda juga menampil tangan rindi yang tadinya mau berjabat tangan dengan reno.
" napa lo senyum-senyum sendiri nengok reno, lo suka sama dia? Hei jangan cobak-cobak lo deketin reno. Dia udah punya pacar, pacarnya itu sahabat gue"
Rindi hanya terdiam sambil menunjukan ekspresi sedih
"......."
Dinda pun melanjutkan omongan kasarnya
" halah gak usah sok sedih lo, lo mau nyari perhatian nya reno. Iya? Ngaku lo. Sekali lagi gue ingetin gak usah sok deket sama reno, camkan itu "
Dinda pun menarik lengan reno dan langsung pergi jalan keluar menuju ruang kelasnya dan pergi meninggalkan rindi sendirian.
Reno pun memulai percakapan
" lo kenapa sih din sensi amat ma tu cewek. Keliatanya dia cewek baik kok. Lagipun wajahnya nampak polos banget"
Dinda pun langsung menjawab omongan reno dengan nada tinggi
" mata lo buta ato gimana sih ren? Jangan mau ketipu sama muka polos dia. Dia itu cuman sok polos doang. Lo gak ngeliat tatapan dia saat ngeliat lo pertama kali"
Reno pun menanggapi jawaban dinda
" lo jangan asal nuduh kayak gitu kek gitu. Bisa aja lo salah paham ma dia"
" ohhh, ya? I dont't care "
Jawab dinda dengan singkat
" ohh gue inget atau lo yang mulai tertarik sama anak baru itu kan ? Jangan-jangan lo yang ada rasa sama anak baru itu "
Reno pun langsung menyangkal perkataan nya dinda " mulut lo bagus-bagus ya din. Gua bukan tipe yang kayak gitu. Gua gak bakal ngehianatin keyra dam gue jugak gak akan tertarik sama tu cewek "
" ohh. Ok kita buktikan ya, siapa nanti yang bakal nge jilat omongan itu, gue atau lo "
Setelah menyatakan tantangan itu, dinda pun pergi meninggalkan reno.
Dinda berencana dia akan mengunjungi keyra ke rumah sakit tetapi dengan catatan gadis baru itu tidak boleh ikut masuk.
Setelah kejadian tadi pagi, akhirnya bel yang ditunggu-tunggu oleh dinda sudah berbunyi. Ya bel apa lagi bel pulang sekolah lah :v
"Pulang......pulang.... uyee..... akhirnya gue terbebas dari satu cewek yang mukanya sok polos. Hahaha"
" kak dinda " kata anak itu dengan pelan
" halah gak usak panggil gue pakek sebutan itu, jijik gua dengernya. Ha apa " jawab dinda dengan mulut pedasnya
" iya maaf ya din. Aku boleh ikut gak, jenguk sahabat kamu din "
"Gak" jawab dinda dengan datar
Dinda pun pergi meninggalkan rindi sendiri .
KAMU SEDANG MEMBACA
~Dasar Penikung~ (END)
Teen FictionIni cerita pertama aku, dimana aku belum ngerti aturan-aturan penulisan. Jadi mohon maklumi jika banyak kesalahan yang ada di cerita ini :) ............................. " lo mau nikung cowok gue? Silahkan !!!. Gue mah...
