Lagi dan lagi wajah keyra terlihat muram. Keadaan hatinya masik kacau balau. Sedih, sakit, perih, semua bercampur aduk dalam satu perasaanya.
Dinda yang terus memperhatikan keyra merasa prihatin dengan keadaan keyra. Rasanya sangat asing dengan keadaan keyra yang sekarang.
Dinda merindukan keyra yang dulu. Keyra yang pecicipan, keyra yang selalu ceria.
" din gua pulang dulu ya. Gua mau dirumah aja. Rasanya lebih tenang" ucap keyra yang meminta ijin pada dinda.
Dinda langsung menolak mentah-mentah "ga boleh key. Gua ga ngijinin. Dengan keadaan lo yang kek gini lo mau pulang? Yang ada lo bikin keadaan lo makin runyam"
" dengerin gua dulu key, gua tau lo itu sedih. Tapi kehidupan lo bakal terus lanjut. Key denger, kamu ga salah key. Jangan pernah nyalahin diri lo atas semua kejadian yang berusan terjadi. " sambung dinda
Tanpa sadar keyra pun meneteskan air matanya. Sekali lagi lukanya terasa sangat pedih. Dinda yang menyadari keyra menangis langsung memeluk erat sahabatnya itu.
Keyra masih terdiam sambil mengusap air matanya. "Hiks...dinda semua ini salah gua. Kalok ga karena gua, rian pasti engga gitu. Gua yang salah din hiks...hiks"
" dan juga, salah gua apa sampe reno setega itu..gua ga pernah selingkuh hiks..hiks... " sambung keyra
Dinda sama sekali tak menjawab perkataan keyra. Dinda terus memeluk keyra yang masih menangis. " gua tau semua ini berat untuk lo key. Tapi percayalah semua pasti berlalu" batin dinda
Dinda terus memeluk keyra yang masih memangis sesenggukan. " key, udah ya. Lo tidur aja. Lo pasti lelah."
Keyra pun mengangguk-anggukan perkataan dinda. Keyra pun menjatuhkan badanya kek kasur. Dia segera menutup matanya hingga akhirnya dia tertidur. Tapi tetap saja dalam keadaan tertidur keyra masih belum bisa melupakan kejadian itu.
Sesekali tiap jam keyra masih meneteskan air matanya. Tapi setidaknya itu lebih baik. Dinda pun menyusul tidur.
*.......keesokan paginya......*
Alarm telah berbunyi. Dinda sesegera mungkin membuka kedua matanya setelah mendengar alarm itu.
" key bangun. Kita siap-siap sekolah yuk. " ucap dinda sambil melirik ke keyra. Mata dinda langsung terbelalak ketika mendapati keyra yang sudah siap mengenakan pakaian sekolah lengkap dengan dasi.
Tampak dari raut wajah keyra, saat ini keura sedikit lebih baik. Keyra sudah mulai kembali ceria. " buruan din. Entar telat"
Setidaknya saat ini dinda sudah lega melihat keyra yang mulai membaik" syukurlah"
Dinda pun bergegas mandi dan segera menggati pakainya. Setelah 20 menit menunggu akhirnya dinda selesai.
" perlengkapan tulis lo key gimana? " tanya dinda yang bertanya tentang alat tulis keyra. Kalau soal seragam keyra memang menyimpan satu pasang seragamnha di rumah dinda
" yaudah entar kita balik dulu ya kerumah gua" ucap keyra.
Dinda pun menganggukan ucapan keyra. Keduanya pun pergi turun kebawah untuk berpamitan pada bunda dinda.
" ayoo kalian sarapan dulu. Bunda udah masak" ucap bunda dinda
" kami udah telat bun. Maaf ya bun" ucap keyra dan dinda sambil berlari-larian.
Keduanya pun berlari menuju garasi mobil. Dengan nafas yang tersengal-sengal keyra dan dinda masuk ke dalam mobil. " gua aja yang nyetir ya key. " ucap dinda
Keyra pun menyetujuinya. Keduanya pun segera melesat menuju rumah keyra untuk mengambil beberapa barang-barang yang tertinggal.
Tak perlu waktu yang lama, keyra dan dinda sampai dirumah.
"Ma, pa, key pulang. " ucap keyra saat memasuki rumah. Namun keadaan rumah sangat sunyi. Taj ada jawaban sama sekali.
"Entahlah mungkin mereka semua sibuk. " ucap keyra sambil bergidik. Keyra segera berlari menuju kamarnya dan mengambil beberapa buku pelajaran. Tak terlupa jam weker mini dari rian selalu keyra bawa.
Setelah memastikam semua masuk ke dalam tas, keyra segera berlari menghampiri dinda. Sebelum pergi keyra sempat mengambil kunci mobilnya.
" pa, ma, bibi, keyra pigi sekolah dulu ya " pamit keyra.
Dinda sedikit tertawa kecil. Keyra yang menyadari dinda sedang meledeknya langsung menyenggol dinda dengan sikutnya. " awww key " decak dinda
Keyra merasa sedikit puas melihat ekspresi dinda saat ini. Mempersingkat waktu keyra dan dinda pergi menuju mobil mereka masing-masing.
Dinda mengendarai mobilnya sendiri dan keyra mengendarai binbin mobil kesayangan keyra. Dinda sudah melesat duluan. Keyra masik mengotak-atik jam wekernya agar nantinya jam itu tidak mengeluarkan bunyi di saat jam pelajaran.
Saat keyra hendak memutar jamnya, tak sengaja keyra seperti melihat seseuatu yang menempel tepat di samping jam itu.
Keyra segera mengambil benda itu. Keyra merasa sangat penasaran benda apakah itu. Bentuknya seperti kunci..keyra pun mencoba mencari lubang yang sesuai dengan kunci itu.
" nah ketemu" dengan memutar kekanan dan kekiri jam itu akhirnya keyra menemukan lubang yang sesuai dengan kunci itu.
Keyra mencoba membuka kunci itu. Keyra begitu terkejut ketika melihat ada dua cincin yang saling berpasangan. Keyra mencoba mengambil salah satu cincin itu.
Mata keyra langsung terbelalak ketika melihat cincin itu. Kedua pasang matanya langsung tertuju pada nama yang berada di salah satu cincin itu.
*******************
Maaf ya baru update heheh
Chapter selanjutnya bakal nyusul kok .
KAMU SEDANG MEMBACA
~Dasar Penikung~ (END)
JugendliteraturIni cerita pertama aku, dimana aku belum ngerti aturan-aturan penulisan. Jadi mohon maklumi jika banyak kesalahan yang ada di cerita ini :) ............................. " lo mau nikung cowok gue? Silahkan !!!. Gue mah...
