14. pecah

185 5 0
                                        


Keyra segera berlari menuju ke toilet sekolahnya. Tangisnya langsung pecah begitu dia sampai di kamar mandi.



" hikss.. kenapa ren... kenapa lo tega ngelakuin ini hiksss...gua harap bukan lo pemilik jam itu " batin keyra


Keyra melanjutkan tangisnya, ya tangisan itu dilakukanya dalam diam.

Gua harus bisa menahan rasa sakit ini...

Tapi jujur nangis didalam diam itu sungguh menyakitkan...

Menangis dalam diam...

Tak ada yang mendengarku....

Tak ada yang melihatku....

Tak ada yang menyadarinya..

Tapi gua harus tetap kuat dihadapan reno saat ini.

Aku ga boleh keliatan sedih, aku juga harus tetep tampak bahagia.

Gua jugak ga boleh kelihatan takut kehilangan dia, tapi sebenernya gua bener-bener takut kehilangan dia.


Bodoh....

Gila...

Ga waras....


Ya itu lah menurut gua dengan keadaan gua sekarang, tetep mau bertahan di saat melihat pasangan gue lagi sama orang lain.



Kebanyak cewek jugak pasti bakalan ngelakuin hal bodoh jika itu menyangkut pasanganya. Apalagi jika mereka tersakiti, mereka bisa aja ngelakuin hal yang nekat.



Keyra masih terus menangis sehingga menyebabkan matanya menjadi sembab.


Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekati toilet yang saat ini di tempati keyra.

Orang itu mulai memanggil nama keyra berulang-ulang

" keyra......"

" keyra...."

" keyra...."


Panggil orang itu sebanyak tiga kali. Panggilan itu terasa menenangkan, hingga membuat keyra berhenti menangis, tapi itu bukan suara dinda, melainkan suara cowok, tapi itu jugak bukan suara reno


Jadi suara siapa itu???

Otak keyra mulai dipenuhi dengan pertanyaan itu. Dengan sedikit nada takut keyra berusaha menjawab panggilan itu.

~Dasar Penikung~ (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang